hmmmm.... mengenai FPI sebenarnya saya gak berhak menjawab tentang hal itu....karena ada yang lebih berkompeten yaitu kepolisian.... yang jelas saya yakin tidak ada instruksi dari SBY untuk memenjarakan FPI.....
Mengenai budiono.... sudah jelas SBY mo concern ke masalah ekonomi, dan menurut beliau pak budiono lah orang yang kompeten. yang jelas kang.....menurut saya SBY itu orang yang bertanggung jawab baik terhadap program yang berhasil maupun terhadap program2 beliau yang BELUM berhasil...... -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]]on Behalf Of A Nizami Sent: Monday, July 06, 2009 8:42 AM To: [email protected] Subject: Re: [Is-lam] Amanat Ummat Islam untuk JK-Wiranto Kenapa ketika bentrok antara FPI dengan aliran sesat Ahmadiyah, yang dipenjara justru pimpinan FPI sementara Ahmadiyah bebas? Kenapa SBY menolak Cawapres dari Parpol Islam dan justru memilih Boediono? Kenapa SBY mengatakan akan menetapkan "Pricing Policy" yang menarik bagi "Investor" agar mereka tertarik berinvestasi di bidang energi. Ini artinya dengan harga minyak dunia seperti sekarang, setelah Pilpres BBM bisa naik sampai Rp 6000/liter lebih. Sayang sekali kekayaan alam dan pasar Indonesia diserahkan ke Investor asing. Indonesia jadi tidak mandiri dan dikuasai asing yang mayoritasnya adalah orang2 kafir. === Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits http://media-islam.or.id --- Pada Ming, 5/7/09, Yandi Dwiputra F <[email protected]> menulis: > Dari: Yandi Dwiputra F <[email protected]> > Judul: Re: [Is-lam] Amanat Ummat Islam untuk JK-Wiranto > Kepada: [email protected] > Tanggal: Minggu, 5 Juli, 2009, 6:34 PM > Kang Bango, > > mau tau agendanya kang? gak jauh2 kok kang dari amar ma'ruf > nahi munkar....:))) > > yang jelas yang saya rasakan selama kepemimpinannya SBY itu > yang namanya maksiat mulai berkurang kang....contoh > sederhana saja dengan dikeluarkannya UU anti > pornografi...sebelum dikeluarkannya UU tersebut setiap > harinya senin sampai minggu kita bisa melihat di televisi > para penyanyi dangdut bergoyang erotis dengan pakaian > minim..... tapi sekarang alhamdulillah sudah digantikan > dengan dangdutnya ridho roma....:)))) sekarang itu jangankan > yang bergoyang, tukul aja dah mulai takut cipika > cipiki.....hehehe > > > -----Original Message----- > From: [email protected] > [mailto:[email protected]]on > Behalf Of Bango > Samparan > Sent: Sunday, July 05, 2009 10:37 AM > To: [email protected] > Subject: Re: [Is-lam] Amanat Ummat Islam untuk JK-Wiranto > > > > --- On Sun, 7/5/09, Setyo Wibowo <[email protected]> > wrote: > > > [Setyo Wibowo] > > Mengapa ketika partai-partai ISlam mendukung SBY > dianggap > > sebagai dukungan elit (massanya tdk mendukung), > sedangkan > > ketika ormas Islam mendukung JK dianggap seolah > sebagai > > dukungan hingga ke akar rumput? > > Pertanyaan ini tentu bukan buat Kang BS, karena setau > saya > > Kang BS indifferent apakah dukungan elit itu efektif > ;-) (tp > > kalo kang Bango mau jawab juga ya monggo) > > Menganggap demikian tentu sah-sah saja. Tapi saya > ingin > > mengingatkan bahwa PMB dan PKNU lah yang mendapatkan > > dukungan dari elit ormas-ormas Islam terbesar itu. > Hasilnya? > > Kita semua tahu, PAN dan PKB yang masuk ke parlemen. > > Setahu saya mah, masyarakat tuh berpikirnya tidak rumit kok > mas. Jika mereka senang, mereka akan memilih yang mereka > senangi. Bagi awam, rasanya capaian SBY cukup menyenangkan. > Awam rasanya juga tak rumit berpikir detail, capaian SBY > cukup menyenangkan, berarti partainya juga oke. Makanya > perolehan partai demokrat melejit tho, saya yakin perolehan > SBY juga akan mengesankan. Coba dianalisis sendiri, apa > perolehan partai-partai yang berkoalisi dengan SBY kemarin > naik? > > Itulah, mengapa saya tidak suka koalisi, yang untung > biasanya yang memimpin koalisi. Saya berharap PKS mengejar > branding (perang di benak konsumen bahwa PKS istimewa), ini > yang akan memenangkan PKS dalam jangka panjang. Campur > aduk-nya PKS dalam koalisi, bisa merusak branding yang ingin > dibangunnya sendiri: dakwah. > > Kembali ke analisis. PAN dan PKB masing-masing mendapatkan > perolehan 6,25 juta dan 5,15 juta. Saya kebetulan ada di > kultur Muhammadiyah, yang klaimnya memiliki 25 juta anggota. > Nah, lihat 6,25 juta itu hanya 1/4-nya saja. Saya tidak tahu > untuk kultur NU. BTW, rasanya hampir sama. Itulah mengapa > saya indifferent. > > BTW, dari itungan saya itu, kalau saya jadi kader partai > yang punya suara menjual, pasti akan saya sarankan partai > saya untuk berkoalisi dengan demokrat dan SBY. Lumayan tho, > probabilitas kemenangannya > 0,50. Partai saya bisa dapat > 1-2 menterilah, atau jabatan di bawahnya. > > Nah, begitupun saya menjadi indifferent juga dengan > dukungan yang berasal dari ormas Islam. Opo iya efektif? > Rasanya, mah tidak juga. Yah, sekali lagi, kita lihat saja > nanti. > > Rasanya dukungan yang bisa berarti elit dan akar rumput, ya > hanya dari PKS, wong PKS partai kader - sekitar 8,20 juta > perolehan. Meski saya amati, beberapa kader sebenarnya juga > sangat kecewa dengan gaya PKS dalam berkoalisi dengan SBY, > kok seperti tidak memiliki harga diri (izzah) katanya. Yah > sekali lagi, mereka bukan elit, jadi tidak tahu soal SBY > merengek-rengek dengan tangis minta jangan ditinggalkan. > Kalau mereka tahu, apa mereka makin mantep mendukung SBY > atau golput saya tidak tahu.. Hanya, dalam tradisi Islam > orang yang merengek-rengek minta jabatan tuh biasanya malah > dijauhkan dari jabatan. > > Seperti Boediono saya lihat cukup aneh juga, selama ini > tidak pernah dia punya greget untuk menandaskan > keislamannya, lha kok sekarang jadi perlu meyakin-yakinkan > kalau dia dan istrinya tuh Muslim sejati, sampai sowan-sowan > ke para KIAI. Dalam berbagai diskusi permasalahan ekonomi, > tidak pernah dia mereken soal agama atau syariat, lha kok > sekarang semangat juga ngomongin soal syariat. Endak tahu, > wong saya tidak punya TV, apa di kepala istrinya sekarang, > meminjam istilah seorang petinggi PKS, juga telah ada "hanya > sekedar selembar kain". > > > [Setyo Wibowo] > > Betul sekali, Kang. > > Kata tetangga saya yang ikut nyiapin MoU platform > PD-PKS, > > PKS dari awal sdh menyadari konsekuensi dari sistem > > presidensial ya seperti itu. Presiden terpilih, > kalopun mau > > mengabaikan semua kontrak politik, tidak akan membuat > ambruk > > pemerintahannya.. > > Oleh karena itu lah, garansi personal menjadi > penting. > > Komitmen personal lebih diharapkan menjamin > dilaksanakannya > > kontrak daripada perikatan kontrak itu sendiri. Dan, > masih > > kata tetangga saya itu, evaluasi PKS bekerja sama > dengan > > SBY-JK selama lima tahun terakhir menunjukkan SBY > lebih > > bertanggung jawab atas komitmennya terhadap (agenda) > PKS. > > Konon, itu salah satu alasan penting PKS lebih > mendukung SBY > > ketimbang JK. > > Maaf, agendanya apa? Ukuran tanggung jawab komitmennya > bagaimana? Terus menilai SBY lebih bertanggung jawabnya juga > bagaimana? Semua itu tetep jadi misteri bagi saya dan > publik. Kalau menunggu punya tetangga yang bisa menjelaskan > semua itu, susah juga tho mas. > > Yang jelas, melihat marketing PKS yang nabrak sana-sini, > membuat saya menilai PKS tuh seperti anak-anak yang mendapat > mainan baru, lupa mainan lamanya atau seperti orang yang > panik, ingin mengejar target. Jadi ingat nasehat Jack Trout, > target tuh sering membuat CEO mata gelap untuk mengejarnya, > sehingga lupa untuk "do the right thing to keep the branding > of his company BOLD." > > Dalam banyak hal, saya ini sebetulnya menyandarkan sikap > politik saya kepada PKS lho mas, begitu PKS kacau, ya saya > tidak mencari alternatif lain, saya GOLPUT. Tidak ada yang > bisa mengobati itu, kecuali PKS kembali kepada branding-nya. > Salam untuk tetangga-tetangga mas, yang elit PKS. Sampaikan > keluhan saya, seorang wong biasa, mantan pendukung. > > Salam hangat > B. Samparan > > > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > Apakah demonstrasi & turun ke jalan itu hal yang wajar? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
