Kang Bango, mau tau agendanya kang? gak jauh2 kok kang dari amar ma'ruf nahi munkar....:)))
yang jelas yang saya rasakan selama kepemimpinannya SBY itu yang namanya maksiat mulai berkurang kang....contoh sederhana saja dengan dikeluarkannya UU anti pornografi...sebelum dikeluarkannya UU tersebut setiap harinya senin sampai minggu kita bisa melihat di televisi para penyanyi dangdut bergoyang erotis dengan pakaian minim.... tapi sekarang alhamdulillah sudah digantikan dengan dangdutnya ridho roma....:)))) sekarang itu jangankan yang bergoyang, tukul aja dah mulai takut cipika cipiki.....hehehe -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]]on Behalf Of Bango Samparan Sent: Sunday, July 05, 2009 10:37 AM To: [email protected] Subject: Re: [Is-lam] Amanat Ummat Islam untuk JK-Wiranto --- On Sun, 7/5/09, Setyo Wibowo <[email protected]> wrote: > [Setyo Wibowo] > Mengapa ketika partai-partai ISlam mendukung SBY dianggap > sebagai dukungan elit (massanya tdk mendukung), sedangkan > ketika ormas Islam mendukung JK dianggap seolah sebagai > dukungan hingga ke akar rumput? > Pertanyaan ini tentu bukan buat Kang BS, karena setau saya > Kang BS indifferent apakah dukungan elit itu efektif ;-) (tp > kalo kang Bango mau jawab juga ya monggo) > Menganggap demikian tentu sah-sah saja. Tapi saya ingin > mengingatkan bahwa PMB dan PKNU lah yang mendapatkan > dukungan dari elit ormas-ormas Islam terbesar itu. Hasilnya? > Kita semua tahu, PAN dan PKB yang masuk ke parlemen. Setahu saya mah, masyarakat tuh berpikirnya tidak rumit kok mas. Jika mereka senang, mereka akan memilih yang mereka senangi. Bagi awam, rasanya capaian SBY cukup menyenangkan. Awam rasanya juga tak rumit berpikir detail, capaian SBY cukup menyenangkan, berarti partainya juga oke. Makanya perolehan partai demokrat melejit tho, saya yakin perolehan SBY juga akan mengesankan. Coba dianalisis sendiri, apa perolehan partai-partai yang berkoalisi dengan SBY kemarin naik? Itulah, mengapa saya tidak suka koalisi, yang untung biasanya yang memimpin koalisi. Saya berharap PKS mengejar branding (perang di benak konsumen bahwa PKS istimewa), ini yang akan memenangkan PKS dalam jangka panjang. Campur aduk-nya PKS dalam koalisi, bisa merusak branding yang ingin dibangunnya sendiri: dakwah. Kembali ke analisis. PAN dan PKB masing-masing mendapatkan perolehan 6,25 juta dan 5,15 juta. Saya kebetulan ada di kultur Muhammadiyah, yang klaimnya memiliki 25 juta anggota. Nah, lihat 6,25 juta itu hanya 1/4-nya saja. Saya tidak tahu untuk kultur NU. BTW, rasanya hampir sama. Itulah mengapa saya indifferent. BTW, dari itungan saya itu, kalau saya jadi kader partai yang punya suara menjual, pasti akan saya sarankan partai saya untuk berkoalisi dengan demokrat dan SBY. Lumayan tho, probabilitas kemenangannya > 0,50. Partai saya bisa dapat 1-2 menterilah, atau jabatan di bawahnya. Nah, begitupun saya menjadi indifferent juga dengan dukungan yang berasal dari ormas Islam. Opo iya efektif? Rasanya, mah tidak juga. Yah, sekali lagi, kita lihat saja nanti. Rasanya dukungan yang bisa berarti elit dan akar rumput, ya hanya dari PKS, wong PKS partai kader - sekitar 8,20 juta perolehan. Meski saya amati, beberapa kader sebenarnya juga sangat kecewa dengan gaya PKS dalam berkoalisi dengan SBY, kok seperti tidak memiliki harga diri (izzah) katanya. Yah sekali lagi, mereka bukan elit, jadi tidak tahu soal SBY merengek-rengek dengan tangis minta jangan ditinggalkan. Kalau mereka tahu, apa mereka makin mantep mendukung SBY atau golput saya tidak tahu. Hanya, dalam tradisi Islam orang yang merengek-rengek minta jabatan tuh biasanya malah dijauhkan dari jabatan. Seperti Boediono saya lihat cukup aneh juga, selama ini tidak pernah dia punya greget untuk menandaskan keislamannya, lha kok sekarang jadi perlu meyakin-yakinkan kalau dia dan istrinya tuh Muslim sejati, sampai sowan-sowan ke para KIAI. Dalam berbagai diskusi permasalahan ekonomi, tidak pernah dia mereken soal agama atau syariat, lha kok sekarang semangat juga ngomongin soal syariat. Endak tahu, wong saya tidak punya TV, apa di kepala istrinya sekarang, meminjam istilah seorang petinggi PKS, juga telah ada "hanya sekedar selembar kain". > [Setyo Wibowo] > Betul sekali, Kang. > Kata tetangga saya yang ikut nyiapin MoU platform PD-PKS, > PKS dari awal sdh menyadari konsekuensi dari sistem > presidensial ya seperti itu. Presiden terpilih, kalopun mau > mengabaikan semua kontrak politik, tidak akan membuat ambruk > pemerintahannya. > Oleh karena itu lah, garansi personal menjadi penting. > Komitmen personal lebih diharapkan menjamin dilaksanakannya > kontrak daripada perikatan kontrak itu sendiri. Dan, masih > kata tetangga saya itu, evaluasi PKS bekerja sama dengan > SBY-JK selama lima tahun terakhir menunjukkan SBY lebih > bertanggung jawab atas komitmennya terhadap (agenda) PKS. > Konon, itu salah satu alasan penting PKS lebih mendukung SBY > ketimbang JK. Maaf, agendanya apa? Ukuran tanggung jawab komitmennya bagaimana? Terus menilai SBY lebih bertanggung jawabnya juga bagaimana? Semua itu tetep jadi misteri bagi saya dan publik. Kalau menunggu punya tetangga yang bisa menjelaskan semua itu, susah juga tho mas. Yang jelas, melihat marketing PKS yang nabrak sana-sini, membuat saya menilai PKS tuh seperti anak-anak yang mendapat mainan baru, lupa mainan lamanya atau seperti orang yang panik, ingin mengejar target. Jadi ingat nasehat Jack Trout, target tuh sering membuat CEO mata gelap untuk mengejarnya, sehingga lupa untuk "do the right thing to keep the branding of his company BOLD." Dalam banyak hal, saya ini sebetulnya menyandarkan sikap politik saya kepada PKS lho mas, begitu PKS kacau, ya saya tidak mencari alternatif lain, saya GOLPUT. Tidak ada yang bisa mengobati itu, kecuali PKS kembali kepada branding-nya. Salam untuk tetangga-tetangga mas, yang elit PKS. Sampaikan keluhan saya, seorang wong biasa, mantan pendukung. Salam hangat B. Samparan _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
