Kalau membaik ikut merasakan?
Saya kerja tanpa bantuan "X" yang jadi presiden. Dari 2004-2009 justru kondisi 
ekonomi memburuk.

Saya dan mungkin banyak rakyat Indonesia lainnya bayar pajak jutaan rupiah tiap 
tahun.

Kalau keadaan memburuk karena memilih presiden yang buruk, ya yang memilih itu 
turut bertanggung-jawab.

Dan hati2 mas, kalau memburuk, perolehan PKS itu bisa anjlok....:) (paling 
tidak saya dan keluarga sudah tidak memilih itu lagi...:)

Kalau PD masih bisa selamat karena aksesnya terhadap kekuasaan sangat besar.. 
Mereka nanti bisa dapat 70% atau lebih seperti Golkar yang jadi single majority.

Namun buat parpol figuran, nasib mereka seperti telur di ujung tanduk.


===

Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits

http://media-islam.or.id

--- Pada Kam, 9/7/09, Yandi Dwiputra F <[email protected]> 
menulis:

Dari: Yandi Dwiputra F <[email protected]>
Judul: Re: [Is-lam] Bls:  Fw: PEMULUNG NAIK KRL UNTUK MENGUBUR ANAKNYA
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 9 Juli, 2009, 1:32 AM



 


wah 
jangan gitu dong kang nizami.....itu namanya gak fair.....
kalo 
memburuk gak ikut menanggung tapi kalo membaik ikut 
merasakannya......hehehe
ayo 
kang ini merupakan tugas kita bersama untuk menjadikannya lebih 
baek....semangat!!!!!...:)))))))

  -----Original Message-----
From: 
  [email protected] 
  [mailto:[email protected]]on Behalf Of A 
  Nizami
Sent: Thursday, July 09, 2009 3:26 PM
To: 
  [email protected]
Subject: [Is-lam] Bls: Fw: PEMULUNG 
  NAIK KRL UNTUK MENGUBUR ANAKNYA


  
    
    
      Kejadian itu terjadi antara 2004-2008.
Ada 11,5 juta 
        rakyat Indonesia yang busung lapar.

Yang saya lakukan cuma bisa 
        menulis:
http://infoindonesia.wordpress.com/2008/03/06/obat-diare-dan-buang-buang-air-besar-mencret/

Selama 
        kekayaan alam dan pasar Indonesia diserahkan kepada asing, maka 
        mayoritas rakyat Indonesia akan hidup melarat. Yang senang paling hanya 
        segelintir penguasa dgn kroninya.

Jika ini terus memburuk 5 tahun 
        ke depan, minimal saya tidak turut menanggung dosa karena memilih 
        pemimpin yang lebih mementingkan orang asing/kafir ketimbang 
        rakyatnya....


===
Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan 
        Hadits
http://media-islam.or.id

--- Pada Kam, 9/7/09, saidi 
        <[email protected]> menulis:

        
Dari: 
          saidi <[email protected]>
Judul: [Is-lam] Fw: PEMULUNG NAIK 
          KRL UNTUK MENGUBUR ANAKNYA
Kepada: "[is-lam]" 
          <[email protected]>
Tanggal: Kamis, 9 Juli, 2009, 1:35 
          AM


           
          #yiv1999196515 #yiv1249930543 DIV {
MARGIN:0px;}


              
              
          ----- Original Message ----- 
          
          From: 
          regina 
          
           
          

          
          
          
          
          
          
          


          
          
            
            
              
                

                  
                  
                  
                  
                    
                    
                      

Dari milis 
                        tetangga...semoga ini jadi pembelajaran buat 
                        kita.


                        
                          
                          
                          
                          
                          
                          PEMULUNG NAIK KRL UNTUK MENGUBUR 
                          ANAKNYA
                          Salemba, Warta Kota
                          
PEJABAT Jakarta seperti ditampar. Seorang 
                          warganya harus menggendong
mayat anaknya karena tak 
                          mampu sewa mobil jenazah. Penumpang kereta
rel 
                          listrik (KRL) jurusan Jakarta - Bogor pun geger 
Minggu 
                          (5/6).
Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung 
                          bernama Supriono (38 thn)
tengah menggendong mayat 
                          anak, Khaerunisa (3 thn). Supriono akan
memakamkan 
                          si kecil di Kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan 
                          jasa
KRL.
                          Tapi di Stasiun Tebet, Supriono dipaksa turun dari 
                          kereta, lantas
dibawa ke kantor polisi karena 
                          dicurigai si anak adalah korban
kejahatan. Tapi di 
                          kantor polisi, Supriono mengatakan si anak 
                          tewas
karena penyakit muntaber. Polisi belum 
                          langsung percaya dan memaksa
Supriono membawa 
                          jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi.
                          Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa Khaerunisa 
                          sudah empat hari
terserang muntaber. Dia sudah 
                          membawa Khaerunisa untuk berobat ke
Puskesmas 
                          Kecamatan Setiabudi. “Saya hanya sekali bawa 
                          Khaerunisa ke
puskesmas, saya tidak punya uang 
                          untuk membawanya lagi ke puskesmas,
meski biaya 
                          hanya Rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, gelas 
                          dan
botol plastik yang penghasilannya hanya Rp 
                          10.000,- per hari,” ujar
bapak 2 anak yang mengaku 
                          tinggal di kolong perlintasan rel KA di
Cikini itu. 
                          Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh 
                          dengan
sendirinya. Selama sakit Khaerunisa 
                          terkadang masih mengikuti ayah dan
kakaknya, 
                          Muriski Saleh (6 thn), untuk memulung kardus di 
                          Manggarai
hingga Salemba, meski hanya terbaring 
                          digerobak ayahnya.
                          Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya 
                          Khaerunisa
menghembuskan nafas terakhirnya pada 
                          Minggu (5/6) pukul 07.00.
Khaerunisa meninggal di 
                          depan sang ayah, dengan terbaring di dalam
gerobak 
                          yang kotor itu, di sela-sela kardus yang bau. Tak 
                          ada
siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya. 
                          Supriono dan Muriski
termangu. Uang di saku tinggal 
                          Rp 6.000,- tak mungkin cukup beli kain
kafan untuk 
                          membungkus mayat si kecil dengan layak, apalagi 
                          sampai
harus menyewa ambulans. Khaerunisa masih 
                          terbaring di gerobak.
Supriono mengajak Musriki 
                          berjalan menyorong gerobak berisikan mayat
itu dari 
                          Manggarai hingga ke Stasiun Tebet, Supriono 
                          berniat
menguburkan anaknya di kampong pemulung di 
                          Kramat, Bogor. Ia berharap
di sana mendapatkan 
                          bantuan dari sesama pemulung.
                          Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu 
                          tiba di Stasiun Tebet.
Yang tersisa hanyalah sarung 
                          kucel yang kemudian dipakai membungkus
jenazah si 
                          kecil. Kepala mayat anak yang dicinta itu 
                          dibiarkan
terbuka, biar orang tak tahu kalau 
                          Khaerunisa sudah menghadap Sang
Khalik. Dengan 
                          menggandeng si sulung yang berusia 6 thn, 
                          Supriono
menggendong Khaerunisa menuju stasiun.
                          Ketika KRL jurusan Bogor datang, tiba-tiba seorang 
                          pedagang
menghampiri Supriono dan menanyakan 
                          anaknya. Lalu dijelaskan oleh
Supriono bahwa 
                          anaknya telah meninggal dan akan dibawa ke 
                          Bogor
spontan penumpang KRL yang mendengar 
                          penjelasan Supriono langsung
berkerumun dan 
                          Supriono langsung dibawa ke kantor polisi Tebet. 
                          Polisi
menyuruh agar Supriono membawa anaknya ke 
                          RSCM dengan menumpang
ambulans hitam.
                          Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa 
                          segera dimakamkan.
Tapi dia hanya bisa tersandar di 
                          tembok ketika menantikan surat
permintaan pulang 
                          dari RSCM. Sambil memandangi mayat Khaerunisa 
                          yang
terbujur kaku.
                          Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum 
                          mengerti kalau adiknya
telah meninggal masih terus 
                          bermain sambil sesekali memegang tubuh
adiknya.
                          Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan 
                          surat tersebut,
lagi-lagi karena tidak punya uang 
                          untuk menyewa ambulans, Supriono
harus berjalan 
                          kaki menggendong mayat Khaerunisa dengan kain 
                          sarung
sambil menggandeng tangan Muriski. Beberapa 
                          warga yang iba memberikan
uang sekadarnya untuk 
                          ongkos perjalanan ke Bogor. Para pedagang di
RSCM 
                          juga memberikan air minum kemasan untuk bekal 
Supriono 
                          dan
Muriski di perjalanan.
                          Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita 
                          ini dan mengaku
benar-benar terpukul dengan 
                          peristiwa yang sangat tragis tersebut
karena 
                          masyarakat dan aparat pemerintah saat ini sudah tidak 
                          lagi
perduli terhadap sesama. “Peristiwa itu adalah 
                          dosa masyarakat yang
seharusnya kita bertanggung 
                          jawab untuk mengurus jenazah Khaerunisa.
Jangan 
                          bilang keluarga Supriono tidak memiliki KTP atau KK 
                          atau bahkan
tempat tinggal dan alamat tetap. Ini 
                          merupakan tamparan untuk bangsa
Indonesia,” 
                          ujarnya.
                          Koordinator Urban Poor Consortium, Wardah Hafidz, 
                          mengatakan peristiwa
itu seharusnya tidak terjadi 
                          jika pemerintah memberikan pelayanan
kesehatan bagi 
                          orang yang tidak mampu. Yang terjadi selama 
                          ini,
pemerintah hanya memerangi kemiskinan, tidak 
                          mengurusi orang miskin
kata Wardah.
                           

                  
                  Get your preferred Email name! 
                  
Now you can @ymail.com and @rocketmail. com. 
                  

          __._,_.___
          Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic 
          Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | 
Calendar 
          
           
Change settings via the Web (Yahoo! ID 
          required) 
Change settings via email: Switch 
          delivery to Daily Digest | Switch 
          format to Traditional 
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe 
          
          
          
          
          Recent 
          Activity
          
            
             20
            New MembersVisit Your Group 
          
          
          
          Give Back
          Yahoo! for Good
          Get inspired
          by a good 
          cause.
          
          Y! Toolbar
          Get it Free!
          easy 1-click 
          access
          to your 
          groups.
          
          Yahoo! Groups
          Start a group
          in 3 easy steps.
          Connect with 
          others.
          . 

          __,_._,___
          #yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-mkp {
BORDER-RIGHT:#d8d8d8 1px solid;PADDING-RIGHT:14px;BORDER-TOP:#d8d8d8 1px 
solid;PADDING-LEFT:14px;PADDING-BOTTOM:0px;MARGIN:14px 0px;BORDER-LEFT:#d8d8d8 
1px solid;PADDING-TOP:0px;BORDER-BOTTOM:#d8d8d8 1px solid;FONT-FAMILY:Arial;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-mkp HR {
BORDER-RIGHT:#d8d8d8 1px solid;BORDER-TOP:#d8d8d8 1px solid;BORDER-LEFT:#d8d8d8 
1px solid;BORDER-BOTTOM:#d8d8d8 1px solid;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-mkp #hd {
FONT-WEIGHT:bold;FONT-SIZE:85%;MARGIN:10px 0px;COLOR:#628c2a;LINE-HEIGHT:122%;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-mkp #ads {
MARGIN-BOTTOM:10px;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-mkp .ad {
PADDING-RIGHT:0px;PADDING-LEFT:0px;PADDING-BOTTOM:0px;PADDING-TOP:0px;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-mkp .ad A {
COLOR:#0000ff;TEXT-DECORATION:none;}


          #yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-sponsor #ygrp-lc {
FONT-FAMILY:Arial;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd {
FONT-WEIGHT:bold;FONT-SIZE:78%;MARGIN:10px 0px;LINE-HEIGHT:122%;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad {
PADDING-RIGHT:0px;PADDING-LEFT:0px;MARGIN-BOTTOM:10px;PADDING-BOTTOM:0px;PADDING-TOP:0px;}


          #yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-mlmsg {
FONT-SIZE:13px;FONT-FAMILY:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-mlmsg TABLE {
FONT-WEIGHT:normal;FONT-SIZE:100%;LINE-HEIGHT:normal;FONT-STYLE:normal;FONT-VARIANT:normal;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-mlmsg SELECT {
FONT:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 INPUT {
FONT:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 TEXTAREA {
FONT:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-mlmsg PRE {
FONT:115% monospace;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 CODE {
FONT:115% monospace;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-mlmsg  {
LINE-HEIGHT:1.22em;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-text {
FONT-FAMILY:Georgia;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-text P {
MARGIN:0px 0px 1em;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 DD.last P A {
FONT-WEIGHT:bold;FONT-FAMILY:Verdana;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-vitnav {
FONT-SIZE:77%;MARGIN:0px;PADDING-TOP:10px;FONT-FAMILY:Verdana;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-vitnav A {
PADDING-RIGHT:1px;PADDING-LEFT:1px;PADDING-BOTTOM:0px;PADDING-TOP:0px;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-mlmsg #logo {
PADDING-BOTTOM:10px;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-reco {
PADDING-RIGHT:0px;PADDING-LEFT:0px;MARGIN-BOTTOM:20px;PADDING-BOTTOM:0px;PADDING-TOP:0px;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-reco #reco-head {
FONT-WEIGHT:bold;COLOR:#ff7900;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #reco-category {
FONT-SIZE:77%;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #reco-desc {
FONT-SIZE:77%;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-vital A {
TEXT-DECORATION:none;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-vital A:hover {
TEXT-DECORATION:underline;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-sponsor #ov UL {
PADDING-RIGHT:0px;PADDING-LEFT:8px;PADDING-BOTTOM:0px;MARGIN:0px;PADDING-TOP:0px;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-sponsor #ov LI {
PADDING-RIGHT:0px;PADDING-LEFT:0px;FONT-SIZE:77%;PADDING-BOTTOM:6px;PADDING-TOP:6px;LIST-STYLE-TYPE:square;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-sponsor #ov LI A {
FONT-SIZE:130%;TEXT-DECORATION:none;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-sponsor #nc {
PADDING-RIGHT:8px;PADDING-LEFT:8px;MARGIN-BOTTOM:20px;PADDING-BOTTOM:0px;PADDING-TOP:0px;BACKGROUND-COLOR:#eee;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-sponsor .ad {
PADDING-RIGHT:0px;PADDING-LEFT:0px;PADDING-BOTTOM:8px;PADDING-TOP:8px;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-sponsor .ad #hd1 {
FONT-WEIGHT:bold;FONT-SIZE:100%;COLOR:#628c2a;LINE-HEIGHT:122%;FONT-FAMILY:Arial;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-sponsor .ad A {
TEXT-DECORATION:none;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-sponsor .ad A:hover {
TEXT-DECORATION:underline;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-sponsor .ad P {
FONT-WEIGHT:normal;MARGIN:0px;COLOR:#000000;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 o {
FONT-SIZE:0px;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 .MsoNormal {
MARGIN:0px;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-text TT {
FONT-SIZE:120%;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 BLOCKQUOTE {
MARGIN:0px 0px 0px 4px;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 .replbq {
MARGIN:4px;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 DD.last P SPAN {
FONT-WEIGHT:bold;MARGIN-RIGHT:10px;FONT-FAMILY:Verdana;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 DD.last P SPAN.yshortcuts {
MARGIN-RIGHT:0px;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 DIV.photo-title A {
TEXT-DECORATION:none;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 DIV.photo-title A:active {
TEXT-DECORATION:none;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 DIV.photo-title A:hover {
TEXT-DECORATION:none;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 DIV.photo-title A:visited {
TEXT-DECORATION:none;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 DIV.file-title A {
TEXT-DECORATION:none;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 DIV.file-title A:active {
TEXT-DECORATION:none;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 DIV.file-title A:hover {
TEXT-DECORATION:none;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 DIV.file-title A:visited {
TEXT-DECORATION:none;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-msg P#attach-count {
CLEAR:both;PADDING-RIGHT:0px;PADDING-LEFT:0px;PADDING-BOTTOM:3px;OVERFLOW:hidden;PADDING-TOP:15px;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-msg P#attach-count SPAN {
FONT-WEIGHT:bold;COLOR:#1e66ae;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 DIV#ygrp-mlmsg #ygrp-msg P A SPAN.yshortcuts {
FONT-WEIGHT:normal;FONT-SIZE:10px;FONT-FAMILY:Verdana;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-msg P A {
FONT-SIZE:10px;FONT-FAMILY:Verdana;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 #ygrp-mlmsg A {
COLOR:#1e66ae;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 DIV.attach-table DIV DIV A {
TEXT-DECORATION:none;}
#yiv1999196515 #yiv1249930543 DIV.attach-table {
WIDTH:400px;}



          
          Selalu bersama teman-teman di Yahoo! 
          Messenger
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda 
          sekarang!

          
          Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan 
          semua teman
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial 
          Anda sekarang! 
-----Berikut adalah Lampiran dalam 
          Pesan-----


          _______________________________________________
Is-lam 
          mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


  
  Akses 
  email lebih cepat. 
Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke 
  Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan 
  di sini! (Gratis)
-----Berikut adalah Lampiran dalam Pesan-----

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



      
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke