18. Al Kahfi 74. Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: "Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar."
75. Khidhr berkata: "Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?" == ??? == On 18 Jul 2009 at 5:48, Bango Samparan wrote: > > --- On Sat, 7/18/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote: > > > mengenai kasus mercon, saya pernah baca hadist yg kira-kira > > intinya > > begini (tulunk dikoreksi kalo keliru): > > membunuh satu manusia sama artinya membunuh seluruh > > manusia > > menyelamatkan satu manusia sama artinya menyelamatkan > > seluruh manusia > > Mungkin yang njenengan maksud malah ayat al Qur'an (5:32) ini kang: > > > > > [5-32] > > Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi > Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh > seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) > orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan > dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh > manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang > memelihara kehidupan seorang manusia, maka > seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia > semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada > mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) > keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak > diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh > melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka > bumi. > > Tapi masalahnya kan tidak sesederhana itu kang, kan juga ada ayat (4:89): > > > > [4-89] > > Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana > mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama > (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di > antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka > berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka > berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja > kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil > seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan > jangan (pula) menjadi penolong. > > Kalau njenengan sudah mampir di > millahibrahim.wordpress.com, njenengan akan makin > melihat kompleksitas soal ini, kalau hanya bicara > di tataran akademik (nash-nash). > > Akhirnya ya itu kang, lha kalau anak kita memang > suka main mercon, ya harus diajari main mercon > yang baik itu bagaimana. Sekali lagi, aku suka > nular-nularkan Sun Tzu di FB itu, dalam rangka > seperti itu. Dalam hal ini aku sok mau jadi > Takuan-nya Musashi, yang bisa merubah ronin > alamiyah yang serba naluri dan otot menjadi > Samurai artificial yang lebih mengedepankan otak. > > Kalau ada seekor burung yang tidak mau berkicau, > Nobunaga akan bilang "Bunuh saja", Hideyoshi akan > bilang "Buat burung itu ingin berkicau", Ieyasu > "Tunggu". > > Nah, kang, di sini kita juga sedang bicara tentang > maqam, tetapi untuk para pembuat mercon. Saya > setidaknya ingin mereka itu menjadi Hideyoshi atau > Ieyasu, jangan Nobunaga. Kalau mereka disuruh > menjadi njenengan atau saya yang masih suka serba > cengengesan ini, opo yo iso? > > BTW, memang belum jelas siapa yang main mercon > kemarin itu. Saya berharap, kali ini memang bukan > para Nobunaga. > > Salam Hangat > B. Samparan _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
