--- On Sat, 7/18/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote:

> yo nggak sembarang bisa dibolak-balik
> lah. Kalo eksplanasi masih pake
> mulut lisan.... lha emangnya pendengaran DIA itu pake
> telinga? :)))

Laiyo justru iku kang, apa yang dikatakan tentang maqam itu kan yo aku yang 
mengatakan (merasa) tho. Opo aku ini = Aku, aku ini sejatine yo belum tahu. 
Begitulah aku (B. Samparan) memahami kenapa Nabi saja masih istighfar seribu 
kali sehari. Dalam hubungan privat beliau dengan Aku, tetep ada rasa 
jangan-jangan aku masih meleset dari Aku. Justru kerendahan hati yang demikian 
itu, yang membuat pencapaian beliau di atas segala manusia.

Mbuh gandeng opo ora kang =)) Makin tua, makin tidak piawai aku berkata-kata, 
ataupun menikmati kata-kata dengan susunan yang canggih.

Salam hangat
B. Samparan


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke