--- On Sat, 7/18/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote:
> mengenai kasus mercon, saya pernah baca hadist yg kira-kira
> intinya
> begini (tulunk dikoreksi kalo keliru):
> membunuh satu manusia sama artinya membunuh seluruh
> manusia
> menyelamatkan satu manusia sama artinya menyelamatkan
> seluruh manusia
Mungkin yang njenengan maksud malah ayat al Qur'an (5:32) ini kang:
مِنْ أَجْلِ ذٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَن قَتَلَ
نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ
جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا وَلَقَدْ
جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِّنْهُم بَعْدَ
ذٰلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ [5-32]
Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa:
barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh)
orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan
dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara
kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan
manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami
dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara
mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan
dimuka bumi.
Tapi masalahnya kan tidak sesederhana itu kang, kan juga ada ayat (4:89):
وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَاءً فَلَا تَتَّخِذُوا
مِنْهُمْ أَوْلِيَاءَ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَإِن تَوَلَّوْا
فَخُذُوهُمْ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ وَجَدتُّمُوهُمْ وَلَا تَتَّخِذُوا مِنْهُمْ
وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا [4-89]
Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir,
lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara
mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka
jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya,
dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan
jangan (pula) menjadi penolong.
Kalau njenengan sudah mampir di millahibrahim.wordpress.com, njenengan akan
makin melihat kompleksitas soal ini, kalau hanya bicara di tataran akademik
(nash-nash).
Akhirnya ya itu kang, lha kalau anak kita memang suka main mercon, ya harus
diajari main mercon yang baik itu bagaimana. Sekali lagi, aku suka
nular-nularkan Sun Tzu di FB itu, dalam rangka seperti itu. Dalam hal ini aku
sok mau jadi Takuan-nya Musashi, yang bisa merubah ronin alamiyah yang serba
naluri dan otot menjadi Samurai artificial yang lebih mengedepankan otak.
Kalau ada seekor burung yang tidak mau berkicau, Nobunaga akan bilang "Bunuh
saja", Hideyoshi akan bilang "Buat burung itu ingin berkicau", Ieyasu "Tunggu".
Nah, kang, di sini kita juga sedang bicara tentang maqam, tetapi untuk para
pembuat mercon. Saya setidaknya ingin mereka itu menjadi Hideyoshi atau Ieyasu,
jangan Nobunaga. Kalau mereka disuruh menjadi njenengan atau saya yang masih
suka serba cengengesan ini, opo yo iso?
BTW, memang belum jelas siapa yang main mercon kemarin itu. Saya berharap, kali
ini memang bukan para Nobunaga.
Salam Hangat
B. Samparan
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam