Nah itulah cak Sinung, jadi tambah sulit wae ya. Nabi sama Abubakar kan pernah 
nangis, gara-gara dipersalahkan Allah karena tidak bertindak tegas menebas 
leher tawanan perangnya. Padahal Umar, sudah mau melakukannya. Kalau tidak 
salah peristiwa ini melatarbelakangi turunnya ayat ini:

 مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَن يَكُونَ لَهُ أَسْرَىٰ حَتَّىٰ يُثْخِنَ فِي الْأَرْضِ 
تُرِيدُونَ عَرَضَ الدُّنْيَا وَاللَّهُ يُرِيدُ الْآخِرَةَ وَاللَّهُ عَزِيزٌ 
حَكِيمٌ ‌[8-67]

Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan 
musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah 
menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha 
Bijaksana.

Damai, perang, teror, apakah itu?

Salam hangat
B. Samparan


--- On Sat, 7/18/09, si Nung <[email protected]> wrote:

> From: si Nung <[email protected]>
> Subject: Re: [Is-lam] Maka itulah...
> To: [email protected]
> Date: Saturday, July 18, 2009, 10:03 PM
> 18. Al Kahfi
> 
> 74. Maka berjalanlah keduanya; 
> hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, 
> maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: 
> "Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, 
> bukan karena dia membunuh orang lain? 
> Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar." 
> 
> 75. Khidhr berkata: 
> "Bukankah sudah kukatakan kepadamu, 
> bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?"



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke