kalo yg saya posting kemarin ttg sikap bangsa prancis thd kaum Muslim, skrg 
inggris. 
lain ladang, lain belalang memang. inggris sedikit beda dgn prancis yg ibarat 
13 vs 14. masa iya 
beda kostum di kolam saja dituduh mendorong perpecahan? dimana kaum kafirin 
laknatullah 
itu sembunyikan tuhan-tuhan toleransi, kesamaan ham yg selama ini dipuja-puja??

kalo ada di antara org kafir dari kaum yahudi & nasrani masih punya jiwa jujur, 
apa hatinya masih 
terbuka ya bahwa kebencian yahudi & nasrani thd Islam itu sangat nyata dan 
abadi. di antara ummat 
Islam sendiri ada yg keras maunya main keras karena perlakuan sentimentil, ada 
yg pertengahan, 
ada pula yg lembek.


a'udzubillahi min asyaithaani rajiim,

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu 
mengikuti 
agama mereka. Katakanlah:"Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang 
sebenarnya)". 
Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang 
kepadamu, 
maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (al-Baqarah:120)


salam,
Fahru
---

Sesi Muslim di Kolam Renang Inggris
  
TOPNEWS.IN
Pakaian renang wanita menutup tubuh
CROYDON--Kolam
renang di Inggris menerapkan aturan berpakaian Muslim. Sebuah gerakan
yang digambarkan sebagai pemicu gesekan oleh anggota parlemen dari
Partai Buruh. 

Fenomena itu bertentangan dengan perkembangan di
Perancis, di mana minggu lalu seorang wanita diusir keluar dari kolam
renang umum. Alasannya, Carole, 35 tahun, wanita yang diusir,
mengenakan burkini, pakaian renang lengkap dengan penutup kepala, tunik
dan celana panjang.

Di bawah aturan, perenang di
Inggris--termasuk non-Muslim--dilarang masuk ke kolam dengan pakaian
renang biasa. Alih-alih, mereka mesti taat menggunakan aturan 'sopan'
yang menganut budaya Islam. Wanita mesti menutupi tubuh dari leher
hingga mata kaki, dan para lelaki, yang berenang di kolam terpisah,
menutup bagian pusar hingga lutut.

Namun kolam umum di seantero
Inggris memberlakukan aturan hanya dalam jam tertentu, meski di
beberapa kasus terasa lebih ketat. Dewan Croydon di London selatan
misal, menyediakan satu setengah jam untuk wanita dan pria Muslim
setiap Sabtu dan Minggu di Thornton Heath Leisure Centre.

Informasi
itu diumumkan lewat situs online resmi fasilitas. Selama sesi khusus
Muslim, kostum renang pria harus menutup tubuh dari pusar hingga lutut
dan wanita harus menutup dari leher ke mata kaki dan pergelangan kaki.

Ada
aturan serupa di Scunthorpe Leisure Centre, Lincolnshire Utara, di mana
"pengguna harus mengikuti kode berpakaian untuk sesi tersebut (Kaus
tanpa kerah dan celana pendek atau legging/celana ketat yang menutup di
bawah lutut). Di fasilitas kolam renang Glasgow, North Woodside Leisure
Centre, sesi khusus pria diorganisir oleh sebuah grup masjid lokal.
Merujuk pada aturan, perenang harus mengenakan pakaian renang menutup
pusar hingga lutut.

Sementara di Oxford, pada kelas khusus
wanita di Kolam Renang Blackbird Leys, yang diasuh pelatih Muslim,
pakaian renang konvensional masih diijinkan. Hanya, untuk mendorong
wanita Muslim belajar berenang, sebagian peserta mengenakan kostum
'sopan' tersebut.

Mengingat diterapkan di Inggris, peraturan itu
jelas menuai banyak kecaman. Tata cara berpakaian di kolam renang telah
memicu reaksi kemarahan sejumlah kritikus yang mengatakan aturan
mendorong perpecahan dan penolakan lebih lanjut antara Muslim dan
non-Muslim, menempatkan ketegangan di hubungan sosial.

Ian
Cawsey, anggota parlemen dari Partai Buruh perwakilan Brig dan Goole,
Lincolnshire Utara berkata," Tentu kolam renang punya aturan pakaian
tersendiri, tapi tidak seharusnya berlebihan,". "Saya tidak melihat
keuntungan kolam renang lokal menerapkan pengunjung memakai tipe
pakaian tertentu yang hanya menguntungkan beberapa orang. Itu bukan
integrasi apalagi kohesi," imbuhnya seperti yang dikutip oleh Telegraph, (17/8)

Hal
senada disampaikan anggota partai buruh lain, Anne Cryer yang mewakili
Yorkhsire Barat, area dengan konsentrasi Muslim besar. "Sayangnya hal
macam ini memiliki dampak negatif terhadap hubungan sosial,"

Sesi
renang khusus Muslim juga dilakukan di sejumlah sekolah-sekolah negeri
penjuru Inggris. Di Sekolah Loxford, Ilford, London timur, sebuah
organisasi Muslim mengatur sesi mingguan untuk pria Muslim, dengan
peringatan "diwajibkan untuk menutup tubuh antara pusar hingga mata
kaki,"

"Mereka yang tidak menaati kode berpakaian di dalam kolam renang tidak 
diijinkan berenang,"

Praktek
menyelenggarakan sesi berenang khusus Muslim itu membuat non-Muslim
justru menjauh. David Toube, 39 tahun dan putranya, Harry, 5 tahun,
menolak masuk ke Clissold Leisure Centre, di Hackney, London timur,
setelah diberi tahu jika sesi berenang Minggu pagi hanya untuk pria
Muslim.

Pejabat Dewan kota menyatakan kemudian bahwa staf telah
membuat kesalahan dan kedua orang, yakni David dan putranya seharusnya
tetap diijinkan masuk.

Setelah mengetahui aturan itu diterapkan
di kolam renang, warga Croydon, Alex Craig, 34 tahun  berkomentar
sinis. "Saya pikir konyol sekali dewan mendorong pemisahan macam ini di
fasilitas milik umum,"

"Jika Muslim ingin berenang maka mereka harus ikut dengan pakaian renang sopan 
mereka bersamaan dengan orang lain,"

Sementara
direktur Pusat Kohesi Sosial, Douglas Murray, mengutuk praktek
tersebut. Ia berkata," Hal macam ini bersifat memicu gesekan,"

"Non-Muslim
akan melihat tuntutan ekstrimis sebagai contoh bagaimana Muslim
menginginkan semua hal cocok dengan gaya hidup mereka, sementara tidak
ada tuntutan semacam itu dari pemeluk Hindu, Budha atau Yahudi,"

"Itu
juga membuat Muslim moderat dalam posis sulit, salah jika mengatakan
mereka tidak taat, hanya karena memilih tidak mengenakan pakaian renang
semacam itu di kolam," imbuhnya.

Sementara, Masjid Croydon dan
Islamic Centre memuji aturan tersebut namun sekaligus menyatakan bahwa
mereka sendiri tidak pernah meminta hal itu diberlakukan. Salah satu
pemuka masjid Shuaib Yusaf berkomentar," Jika sesi khusus ditujukan
kepada Muslim demi mendorong wanita Muslim datang, saya salut,

Memang,
dewan Croydon, yang mengenalkan aturan berpakaian Muslim pada 2006,
mengklaim kata-kata di situs online mereka adalah kesalahan. Aturan
berpakaian itu, menurut dewan, harus dianggap sebagai anjuran ketimbang
tuntutan.

Isi aturan dalam situs pun diubah dan menghilangkan
acuan aturan berpakaian. Hanya saja, seorang petugas di pusat olahraga
Croydon tersebut mengatakan, tata berpakaian itu masihlah wajib.

Menanggapi
itu, juru bicara dewan Council membela diri dari tudingan kebijakan
pemisahan. "Kami mengapresiasi bahwa beberapa agama, seperti Islam,
memiliki aturan ketat pemisahan dalam aktivitas, termasuk olah raga.
Jadi sebagai respon permintaan dari komunitas lokal, kami menerapkan
aturan sesi tersebut di Thornton Heath Leisure Centre."   itz


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke