Ini untuk menghindari kecelakaan karena motor berada di blank spot kendaraan lainnya, sehingga jadi tidak begitu kelihatan dan kena hantam.
Tidak hanya motor sebetulnya, kadang2 pun saya kaget karena mendadak ada mobil di samping kiri / kanan saya. Ternyata, sebelumnya mobil saya tersebut berada di blank spot saya, sehingga tidak kelihatan. Hanya saja memang karena ukurannya yang lebih kecil, maka motor lebih sering tidak terlihat. Dengan menghidupkan lampu, maka motor menjadi lebih visible, dan kendaraan lainnya bisa memberi jalan jika diperlukan. Ada yang mungkin sudah nonton iklan Fresh Tea di TV ? Nah itu dia salah satu contoh kasus posisi motor blank spot - ditambah lagi motornya sangat ngebut, akhirnya nyaris ditabrak oleh mobilnya. Kalau di luar negeri, pengendara motor tidak hanya wajib menyalakan lampu -- tapi juga wajib mengenakan full-body suit. Mirip seperti yg balapan MotoGP itu. Ini karena memang kendaraan motor sangat tinggi resiko kecelakaannya - dan lebih cenderung fatal. Jadi, diluar negeri memang pihak berwenangnya sangat berusaha untuk meminimalkan potensi ini. Saya yang ujian untuk SIM mobil saja juga musti tahu hal-hal seperti ini; blank spot, hazard perception, dll. Memang mereka sudah sangat paham tentang besarnya peran pendidikan untuk membantu menekan peluang bertambahnya korban kecelakaan lalu lintas. Sudah banyak kawan & saudara saya yang mengalami kecelakaan motor. Ada yang sampai jadi cacat mental sampai sekarang. Ada yang tewas. Kalau saja mereka tahu informasi2 seperti ini sebelumnya, mungkin mereka bisa terhindar dari musibah-musibah tersebut..... Silakan sebarkan informasi ini. Mudah2an bisa menolong kawan / keluarga / orang-orang yang Anda sayangi. Salam, HS On 10/12/09, saidi <[email protected]> wrote: > Dan yang masih jadi pertanyaan saya mengenai peraturan lalu lintas ini > adalah Setiap pengendara sepeda motor wajib menyalakan lampu besar pada > siang hari... Ini fungsinya sebagai apa ya ??? kalo malam hari kan udah > jelas... kalo siang itu untuk apa ?? mungkin ada yang bisa bantu jelaskan > ? > > salam, > saidi > > > ----- Original Message ----- > From: "si Nung" <[email protected]> > To: <[email protected]>; <[email protected]> > Sent: Monday, October 12, 2009 8:19 AM > Subject: Re: [Is-lam] Denda 250.000 bagi Pengemudi Mobil tanpa > kelengkapanP3K > > >> On 11 Oct 2009 at 9:51, Dewa Gede Permana wrote: >> >>> Komen saya : Apa kegunaan kotak P3K di mobil >>> pribadi? isinya apa aja? Perlu ada pelatihankah utk >>> trampil menggunakan P3K? ataukah setiap kendaraan >>> perlu disertifikasi P3K ? >>> >>> ATAU.. ini cara lain mendapatkan keuntungan dari >>> pengendara yg sebenarnya tak ada kaitan samasekali >>> dengan keamanan berkendara; bahkan membuka peluang >>> lebar-lebar utk lakukan pungutan liar oleh petugas >>> lalu lintas? >>> >>> Kenapa bukan perbaikan jalan ataupun tata jalan >>> raya yg dapat membangkitkan kesadaran tertib lalin >>> serta kelancaran arus lalin saja yg diutamakan? >>> >>> Kalo mobil sudah nabrak jegerrrr. lantas apa guna >>> yodium, perban ato tensoplas? Logisnya ya segera >>> panggil ambulan! Tapi jalanan macet sampai2 mobil >>> ambulan pun gak bisa lewat ???! >>> >>> Ada-ada aja celah nyari fulus tapi nggak ada timbal-baliknya ke >>> masyarakat >>> pengguna jalan, atas nama P3K pulak...! keren amir... >> >> fyi, >> >> alamat download >> >> http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_perundangan&id=2262&task=detail&catid=1&Itemid=42&tahun=2009 >> >> Nomor : 22 TAHUN 2009 >> Tentang : LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN >> Dokumen : UU 22 Tahun 2009.pdf >> >> http://www.setneg.go.id/components/com_perundangan/docviewer.php?id=2262&filename=UU%2022%20Tahun%202009.pdf >> >> selain yg sudah disebut di atas, ada juga sanksi bagi pemerintah/pemda/tol >> >> [penyelenggara jalan] >> yg mengakibatkan kecelakaan di jalan >> >> sila baca mulai bab V [pasal 7 dst], ps 24, ps 273 >> >> cmiiw >> >> sinung >> >> kutipan : >> Pasal 24 >> (1) Penyelenggara Jalan wajib segera dan patut untuk >> memperbaiki Jalan yang rusak yang dapat >> mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas. >> (2) Dalam hal belum dapat dilakukan perbaikan Jalan yang >> rusak sebagaimana dimaksud pada ayat (1), >> penyelenggara Jalan wajib memberi tanda atau rambu >> pada Jalan yang rusak untuk mencegah terjadinya >> Kecelakaan Lalu Lintas. >> >> Pasal 273 >> (1) Setiap penyelenggara Jalan yang tidak dengan segera dan >> patut memperbaiki Jalan yang rusak yang >> mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana >> dimaksud dalam Pasal 24 ayat (1) sehingga menimbulkan >> korban luka ringan dan/atau kerusakan Kendaraan >> dan/atau barang dipidana dengan penjara paling lama 6 >> (enam) bulan atau denda paling banyak Rp12.000.000,00 >> (dua belas juta rupiah). >> (2) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat >> (1) mengakibatkan luka berat, pelaku dipidana dengan >> pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda >> paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta >> rupiah). >> (3) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat >> (1) mengakibatkan orang lain meninggal dunia, pelaku >> dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) >> tahun atau denda paling banyak Rp120.000.000,00 >> (seratus dua puluh juta rupiah). >> (4) Penyelenggara Jalan yang tidak memberi tanda atau >> rambu pada Jalan yang rusak dan belum diperbaiki >> sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (2) dipidana >> dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan atau >> denda paling banyak Rp1.500.000,00 (satu juta lima >> ratus ribu rupiah). >> >> >> _______________________________________________ >> Is-lam mailing list >> [email protected] >> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam >> >> > > > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > -- Sent from my mobile device _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
