Setujuuu, dari pengalaman pakai kuda besi di DKI ternyata lebih aman pake
style "mengalah" daripada style "memaksakan diri". Keanekaragaman gaya sopir
angkutan umum, gaya taxi, gaya mobil box, gaya mobil pribadi, gaya
penunggang motor, dan gaya para penyeberang jalan, memang perlu dipelajari
dengan baik. Bagi pengendara motor sebetulnya anda adalah pihak yg lebih
riskan krn benturan langsung kontak ke badan, tidak demikian halnya dengan
mobil.

Tetapi akhir2 ini ada terasa agak janggal dlm pengamatan saya, kenapa ada
trend memperlebar ukuran stang stir motor padahal ukuran lebar jalan tidak
bertambah? Ini apa tidak mengganggu kelancaran arus motor yg ada
dibelakangnya. Jika diasumsikan orang lebih memilih menggunakan motor
daripada mobil demi alasan mobilitas (terutama dikawasan rawan kemacetan),
maka sepertinya ukuran stang yg hampir seukuran bajay ini akan menjadi tidak
cocok dgn asumsi tsb.

:)
Salam hangat

-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Harry Sufehmi
Sent: 15 Oktober 2009 18:00
To: [email protected]
Subject: Re: [Is-lam] Denda 250.000 bagi Pengemudi Mobil tanpa
kelengkapanP3K

On 10/14/09, saidi <[email protected]> wrote:
> menyalakan lampu di siang hari tetap kurang efektif bagi saya...
> Karena kita berkendara pastinya harus tetap fokus pandangan ke depan
jangan
> kemana2.... (kecuali belokan... penting) apalagi liat kanan kiri atau
> belakang....

Dalam teknik defensive driving, ini justru harus dilakukan.

Kita harus selalu waspada dengan potensi masalah dari berbagai penjuru.
Ada pejalan kaki di sebelah kiri - apakah dia seperti akan
menyeberang? Ada kilatan cahaya di belakang - mungkin sebentar lagi
akan ada motor yang menyalip. Mobil di sebelah kanan berayun2 terus -
sepertinya dia akan mendadak pindah ke jalur kita.
Dst.

Jadi dalam mengemudi itu kita harus selalu waspada, tidak bisa sampai
terlena. Dengan begini, maka kita jadi bisa terhindari dari menjadi
korban dari kelalaian orang lain.


> NAh... yang posisi di belakang kendaraan orang lain, pastinya kita harus
> bisa jaga jarak aman...  jangan pake nafsu dalam berkendara.... percuma
aja
> lampu dinyalain, tapi nyalip-nyalip....  itu yang bahaya,,,,

Ya, ini salah satu contohnya... kita sudah menyetir dengan aman, tapi
orang lain? Belum tentu.

Dengan teknik defensive driving, maka kita bisa mengantisipasi
kecelakaan, sebelum hal tersebut terjadi.


Salam, HS
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke