Terima kasih telah mengunjungi artikel kami
Mengenai terminologi "menegakkan kemurnian agama Islam" perlu kami jelaskan 
sebagai berikut: kata menegakkan sama dengan "menegakkan sholat" yaitu 
mngerjakan suatu amalan ibadah dengan benar sesuai dengan tuntunan Allah dan 
Rosul dikerjakan dengan tertib dan disiplin dengan niat karna Allah. Kalu kita 
sholat ogah-ogahan atau semaunya sendiri (sak kobere) itu berarti belum bisa 
menegakkan sholat. 

Menegakkan kemurnian agama Islam berarti: melaksanakan agama Islam berdasarkan 
tiga pilar kemurnian tersebut: 
1, Murni pedomanya yaitu Quran dan Hadist
2. Murni pengamalannya sesuai dengan Quran dan Hadist, tidak dicampuri, bid'ah, 
syirik (jin-jinan, dukun-dukunan, tahayul, gugon tughon dll) dan pelanggaran/ 
kemaksiatan; zina, riba, minuman keras/komr dll
3. Murni niatnya, semata-mata karna Alloh mencari Rohmat berupa Surga takut 
siksa neraka

Masalah sholat, 
1. Semua warga LDII boleh/mau dan tidak ada larangan sholat di masjid siapapun 
di manapun karena semua masjid adalah masjid Alloh.
2. Begitu juga masjid yang dibangun oleh warga LDII boleh dipakai sholat oleh 
siapapun golongan Islam apapun. 
Adapun masjid LDII yang dipel setelah dipakai orang lain shlolat kemungkinan 
yang bersangkutan memang kakinya najis (ke kamar mandi/kencing atau berak tidak 
pakai sandal dan celana tidak dilepas) lalu masuk masjid dan sholat. 
Banyak teman-teman saya yang saya lihat dengan mata kepala sendiri berbuat 
begitu. Jadi banyak umat Islam yang masih belum mengerti masalah bersuci / suci 
dan najis. 
Perlu di ketahui sesuai sabda Nabi SAW "kebanyakan siksa kubur itu karena air 
kencing / najis". Warga LDII tidak pernah menganggap najis atau kafir kepada 
orang lain.
3. Warga LDII tidak keberatan makmum sholat kepada siapapun.
Hanya untuk menjadi imam sholat ada syaratnya;
           1, Bacaannya harus benar dan bagus sesuai ilmu tajwid.
           2. Sholatnya benar sesuai tuntunan Allah dan Rosul
           3. Kalau 2 orang bacaan sama bagus maka yang lebih lama masuk 
Islamlah yang  berhak.
           4. Kalau ketiga kriteria tersebut sama maka dipilih yang lebih tua 
umurnya       
Kalau ada warga LDII tidak mau makmum kepada orang lain kemungkinan karena ia 
tahu bacaan imamnya tidak bagus. 

Terus ikutilah situs kami http://ldii-sidoarjo-jawatimur.blogspot.com/ untuk 
mengetahui aktivitas warga LDII yang sebenarnya.

Demikian, terima kasih

--- On Sun, 11/29/09, andryansyah rivai <[email protected]> wrote:
a 
From: andryansyah rivai <[email protected]>
Subject: Re: [Is-lam] LDII Menegakkan Kemurnian Agama Islam di Indonesia
To: [email protected]
Date: Sunday, November 29, 2009, 10:45 PM

Maaf kalau salah, mau tanya....

Pengikut LDII ini apakah yang kalau sholat maunya jadi imam dan tidak pernah 
mau menjadi makmum bila imamnya bukan pengikut LDII?
Juga, apakah yang kalau sholat punya masjid sendiri, ogah kalau di masjid yang 
bukan milih pengikut LDII....

Jadi di mana letak menegakkan kemurnian itu.............

andry

From: Budi Waluyo <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, November 30, 2009 12:44:54 AM
Subject: [Is-lam] LDII Menegakkan Kemurnian Agama Islam di Indonesia






Menegakkan
kemurnian Agama Islam adalah salah satu misi Lembaga Dakwah Islam Indonesia 
(LDII).  

Firman Alloh yang Maha Luhur 

Qur’an Surat Al Bayinah ayat
5 

“Dan
mereka tidak diperintah kecuali menyembah Alloh dengan cara memurnikan Agama 
dengan
niat karna Alloh dengan condong …”. 

   

Qur’an Surat Al Ghofar ayat 14 

“Maka
menyembahlah kalian kepada Alloh dengan memurnikan agama karena Alloh walaupun
orang-orang kafir benci”. 

   

Kemurnian Agama Islam bisa
diukur dari 3 aspek: 

1.   
Murni pedomannya yaitu Al Qur’an dan Al
Hadist 

2.   
Murni pengamalannya, tidak dicampuri bid’ah,
syirik, tahyul, dan kemaksiatan/pelanggaran 

3.   
Murni niatnya, niat karena Alloh; semata-mata
bertujuan ingin masuk Surga selamat dari neraka 

Dalam
Al Qur’an dan Al Hadist telah dimuat ketentuan-ketentuan, hukum-hukum dan
peraturan-peraturan yang berkaitan dengan perintah atau larangan, halal atau 
harom,
pahala atau dosa dan surga atau neraka.  

Umat Islam
yang beribadah kepada Alloh dengan berpedoman murni pada Al Qur’an dan Al
Hadist tidak dicampuri dengan perbuatan
syirik, khurofat, tahayul dan maksiat serta didasari niat karena Alloh,
semata-mata tujuan mencari Surga Alloh dan takut akan sik sa Alloh berupa
Neraka dijamin; 

PASTI BENAR,  

PASTI SAH,  

PASTI DITERIMA OLAH ALLOH dan  

PASTI MASUK SURGA 

   

I.     
Murni
Pedomannya: Al Qur’an dan Al Hadist 

Al Qur’an dan Al Hadist
adalah pedoman agama Islam yang diakui oleh seluruh umat Islam di dunia. 

Al Qur’an 

adalah
firman Alloh 

   

Al
Hadist 

adalah sunnah Rosululloh yang terdiri dari
semua ucapan dan perbuatan     Rosululloh
SAW dan semuanpengakuan terhadap ucapan dan perbuatan para shabat dan yang
dicita-citakan oleh Rosululloh SAW. 

Firman
Alloh yang Maha Luhur 

1.   
Qur’an
Surat Al An’am ayat 153 

“Dan sesungguhnya ini (Al
Qur’an) adalah jalanKu yang benar maka ikutilah, dan janganlah mengikuti setiap
jalan, maka akan tersesat kamu sekalian dari jalan Alloh”. 

   

2.    Qur’an Surat Azzuhruf ayat 43 

“Maka berpegang teguhlah
dengan apa-apa yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad), sesungguhnya engkau
berada di jalan yang benar”. 

   

3.   
Qur’an
Surat Al Hasr ayat 7 

“Dan
apa-apa (peraturan) yang Rosul datangkan pada kalian maka ambillah, dan apapa
yang Rosul melarang maka jauhilah”.  

   

4.   
Qur an Surat An Nisa’ ayat 13 

“Demikian itu undang-undang Alloh.
Barang siapa taat kepada Alloh dan Utusannya Alloh akan memasukkannya ke dalam
Surga yang mengalir dari sekitar Surga beberapa sungai, mereka kekal di
dalamnya. Demikian itu keuntungan yang luar biasa besar”. 

Sabda
Rosululloh SAW 

1.    “Aku(Nabi)
telah meninggalkan kepada kamu sekalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat
(pasti benarnya) selagi berpegang teguh pada keduanya. Yaitu Kitabillah (Al
Qur’an) dan sunah Nabi (Al Hadist)”. 

Hadist riwayat Malik 

   

2.    “Maka
sesunguhnya ini Al Qur’an ujungnya yang satu di tangan Alloh dan ujung satunya
di tangan kalian, maka berpegang teguhlah pada Al Qur’an. Maka sesungguhnya
kalian tidak akan rusak selamanya (pasti selamat) dan tidak akan tersesat
(pasti benar) bila berpegang teguh pada Al Qur’an”. 

Hadist riwayat Thobroni 

   

3.    “Mencari
ilmu itu kewajiban bagi setiap orang Islam”. 

Hadist riwayat Nasa’I dar Anas bin Malik 

   

4.    “Ilmu
(yang wajib di cari) itu ada tiga, adapun selain dari tiga itu merupakan
lebihan (tidak wajib dicari); ayat yang muhkam (Al Qur’an) Sunnah yang tegak
(Al Hadist) atau ilmu  faroid yang adil
(ilmu pembagian waris)”. 

Hadist riwayat Abu Dawud dari Abdulloh
bin U’mar bin A’sh 

   

II.   
Murni
Amalannya: Tidak Bid’ah, Tidak Syirik, Tidak Tahayul, Tidak Maksiat 

           Tidak Bid’ah 

Bid’ah menurut Imam
Syaathibi adalah semua perbuatan yang diada-adakan, yang menyerupai syariat
Agama Islam dengan tujuan untuk mengepolkan ibadah kepada Alloh namun tidak ada
dasar hukum dalam Syariat Agama Islam dalam Al Qur’an dan Al Hadist yang
memperbolehkan. 

Sabda
Rosululloh SAW 

1.    “Dan
sejelek-jeleknya perkara (agama) adalah barunya
perkara dan semua perkara baru dalam agama adalah bid’ah, dan semua bid’ah
itu sesat dan semua kesesatan itu ke neraka”. 

Hadist riwayat Nasa’I dari Jabi bin
Abdulloh 

                        

2.    “Barang
siapa yang memperbaharui perkara di dalam perkara agamaKu ini dengan sesuatu
yang tidak ada di dalam perkara agama (tidak ada contoh/perintah dalam Al
Qur’an dan Al Hadist) maka orang tersebut ditolak amalannya”. 

Hadist Riwayat Bukhori dari Aisah 

   

3.    “Alloh
tidak menerima amalan orang yang masih mengerjakan bid’ah sampai ia
meninggalkan bid’ahnya”. 

Hadist Ibnu Majjah dari Abdulloh bin
A’bas 

   

4.    “Sesungguhnya
barang siapa hidup setelh Aku (Nabi) maka ia akan menjumoai banyak perselisihan.
Maka tetapilah sunahKu (Nabi)dan Sunahnya para Kholifah yang mendapatkan
petunjuk dan benar. Berpegang teguhlah pada sunah-sunah tersebut dan gigitlah
dengan gigi geraham(pegang teguh dengan kuat)”. 

Hadist Riwayat Abu Dawud 

Tidak Syirik 

Syirik adalah menyekutukan
Alloh (menyamakan) Alloh dengan apapun dalam bentuk ucapan, amalan maupun
keyakinan, Keyakinan bahwa ada kekuatan selain Alloh yang dapat mempengaruhi
kehidupan manusia termasuk syirik. 

Termasuk
perbuatan syirik adalah: 

Khurofat 

Cerita-cerita bohong yang dianggap benar yang
tidak ada dasarnya dalam Al Qur’an dan Al Hadist. 

Tahayul 

Cerita-cerita mistis, horror hasil
angan-angan yang dijadikan kepercayaan dan keyakinan 

   

Firman
Alloh yang Maha Luhur 

1.   
Qur’an
Surat Azzumr ayat 65 


 

“Dan
sesungguhnya telah diwahyukan padamu (Muhammad) dan pada orang-orang (para
Rosul) sebelumMu, sesungguhnya jika engkau syirik maka amalanmu akan lebur dan
engkau tergolong orang yang rugi”. 

   

2.   
Qur’an
Surat Al Maidah ayat 72 


 

“Sungguh-sungguh
kafir orang yang mengatakan bahwa Allah adalah Isa Al Masih putra Maryam dan
Isa Al Masih mengatakan, “ Hai Kaum Bani Isroil sembahlah Allah Tuhanku dan
Tuhanmu. Sesungguhnya barang siapa yang berbuat syirik pada Alloh maka
sungguh-sungguh Alloh mengharamkan padanya masuk Surga dan tempat orang
tersebut adalah di neraka dan tidak ada penolong bagi orang-orang zalim” 

   

3.   
Qur’an
Surat Al An’am ayat 88 

“Dan
seandainya mereka berbuat syirik maka niscaya amal perbuatan mereka lebur”. 

   

4.   
Qur’an
Surat An Nisa’ ayat 116 

“Sesungguhnya
Alloh tidak akan mengampuni jika mereka menyekutukan padaNya ( Alloh) dan Alloh
akan mengampuni dosa-dosa selain syirik pada orang yang dikehendaki dan barang
siapa yang menyekutukan pada Alloh maka benar-benar dia sesat dengan sesat yang
jauh”. 

   

III.    
Murni
Niatnya, Karna Alloh; Tujuan Semata-mata Ingin Masuk Surga Selamat dari Siksa
Neraka 

Firman
Alloh yang Maha Luhur 

1.   
Qur’an
Surat Al Lail ayat 19-21 

“Dan
tidak ada bagi seseorang yang dibalas dengan kenikmatan Alloh (Surga) di sisi
Alloh. Kecuali (amalannya) karena mencari wajah Alloh Tuhannya yang Maha Mulya.
Dan mereka akan senantiasa berbahagia”. 

   

2.   
Qur’an
Surat Al Isro ayat 57 

Dan
mereka mengharapkan rohmatNya (Alloh) dan mereka takut akan siksaNya (Alloh)”. 

Sabda
Rosululloh SAW 

1.   
“Sesungguhnya Alloh tidak akan menerima suatu
amalan kecuali amalan itu murni dan didasari niat mencari wajahNya (Alloh)”. 

[ Hadist riwayat Nasa i dari Abi Amamah
] 

   

2.    “Sesungguhnya
yang paling Aku (Nabi) khawatirkan terhadap umatku adalah syirik pada Alloh.
Ingatlah sesungguhnya tidak aku katakan mereka menyembah matahari, rembulan
atau berhala akan tetapi beberapa amalan yang dikerjakan dengan niat tidak 
karna Alloh dan ada
keinginan yang tersembunyi (samar)”. 

[ Hadist riwayat Thobroni ]  

   

3.    “Barang
siapa mempelajari suatu ilmu yang semestinya ditujukan untuk mencari wajah
Alloh Azza wa Jalla namun ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan
kekayaan dunia maka dia tidak akan mencium bau wanginya Surga pada hari
kiamat”. 

[ Hadist riwayat Ahmad dari Abi Huroiroh
] 




       




      
-----Inline Attachment Follows-----

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke