Saya tidak berkompeten mendefinisikan "Berdebat" dalam kitab Imam Ahmad yang
saya kutip tersebut. Tapi saya mencoba mengutarakan pemahaman saya tentang
"berdebat"... berdebat menurut saya adalah bantah-bantahan terhadap sesuatu hal
dari perspektif masing-masing dan tidak merujuk pada suatu hal yang disepakati
bersama (dalam hal ini Al-Qur'an dan As-Sunnah). Saya mengirim e-mail
sebelumnya karena dahulu pernah terjadi juga debat... waktu itu sepertinya ada
salah satu anggota milis yang menganut ahmadiyyah, dan kebetulan lagi
hangat-hangatnya watwa MUI tentang Sesatnya Ahmadiyyah, terjadi perdebatan
panjang dan tidak berujung.. kemudian saya potong dengan.. menanyakan langsung
kepada yang bersangkutan apakah beliau merupakan anggota ahmadiyyah, dan jika
memang benar saya meminta moderator untuk mengambil tindakan karena sudah di
cap Sesat oleh MUI. Saya berharap diskusi yang terjadi di millis ini... kalo
bisa, menunjukkan ke jalan yang benar, bukan
berbantah-bantahan dan ujungnya tidak ada kesimpulan.. biasanya perdebatan
dimulai dari saling mengolok...
Kalo ingin memberi tahu tentang sesuatu yang telah keluar dari norma agama,
seperti jorok, tidak konsisten dlsb.. tentunya lebih baik dinyatakan dengan
kata2 yang baik dan tidak menghakimi.
Dari Pertanyaan anda, sepertinya anda sudah menyimpulkan kalo saya merupakan
"Warga LDII". Saya akan ceritakan, saya berasal solo, dibesarkan dalam budaya
NU, kemudian mengaji ke Muhammadiyah, Waktu SMA sering bergaul dengan
temen-temen yang LDII, kemudian kuliah di jogja dan mendapati begitu banyak
gerakan, lembaga, dan ormas Islam yang sangat beraneka ragam... saya mencoba
mendalami semuanya.. Kaitan cerita saya ini dengan topik yang kita bahas adalah
cara orang LDII untuk meng-counter segala tuduhan dari dulu sampai sekarang
hanya begitu-begitu saja dan cara Mas Andry dalam meladeni tidak pada esensi..
sehingga sedikit sekali manfaatnya.. Jawabannya saya bukan "Warga LDII"
Setelah sedikit menyelami berbagai gerakan organisasi Islam, pada dasarnya
mereka hanyalah cabang2 jalan yang Insyaallah menuntun Ummat menuju Rahmatan
lil alamin. Seperti halnya kita memilih baju, kita bisa memilih lengan panjang,
pendek, warna putih, hitam, baju koko ataupun kaos oblong... tetapi jangan
memilih baju yang tidak menutup aurat. Jadi jangan memilih "aliran" yang
sesat.. seperti Ahmadiyyah.. dan setahu saya beberapa MUI daerah telah
memfatwakan sesat terhadap LDII... mungkin anggota milis ini bisa meminta MUI
pusat untuk mengadakan penelusuran dan penelitian terhadap LDII sehingga tidak
terjadi keraguan di masyarakat...
Mohon maaf lancang berbicara dengan Ilmu yang sedikit.. semoga bermanfaat
regards,
Risang Dipta Permana
+6281393127309
Apa ya definisi suka berdebat itu? Diskusi itu termasuk berdebat atau tidak?
Kalau saya dibilang mengolok, ya saya terima saja. Buat saya, saya ingin
menegaskan ketidak konsistennya teman saya yang mengatakan harus bersih dan
suci, tetapi dia sendiri kalau mau ambil barang di tempat yang tinggi tidak mau
melepas sepatunya ketika naik kursi. Bukankah itu artinya jorok!!!
Soal Masjid jorok, saya sekedar penyangatkan, bahwa kengototan teman saya untuk
cari masjid LDII itu sangat tidak masuk akal. Emangnya Masjid lain tidak bersih
dan Suci? Jadi sekali lagi kengototan orang LDII untuk selalu cari Masjid milik
LDII sangat aneh dan tidak jelas dasar hukumnya. Itu saja yang saya ingin
tegaskan.
Pingin tahu saja, apa pak Risang anggota LDII? Apakah Muhammadiyah menegakkan
kemurnian Agama Islam di Indonesia? Apakah Al-Azhar juga menegakkan? Lalu
mengapa memilih LDII sebagai wadah, padahal jelas anggotanya maunya pilih
Masjid milik LDII untuk Sholat Jumat? Sulit masuk akal pemikiran saya.....
Wassalam,
andry
Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam