Kok masuk akal sih, bahwa masjid selain milik LDII tidak suci (karena selalu 
pilih Masjid LDII) dan berimam harus pada orang LDII (emangnya orang LDII 
selalu memenuhi syarat sebagai yang utama jadi imam?. Bukankah itu artinya 
orang LDII hanya syahwat semata kalau pemikirannya seperti itu???

Pak Saidi pernah dekat dengan orang LDII?, dan apakah orang itu mau jadi makmum 
ketika pak Saidi jadi Imamnya? Bagaimana cara orang LDII mengukur kemampuan 
orang lain untuk layak jadi Imam?

Coba pak Saidi jelaskan, info sebelumnya mengatakan beberapa MUI daerah 
mengatakan LDII sesat, apakah MUI daerah itu salah?

Wassalam,
andry




________________________________
From: Achmad Saidi <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, December 3, 2009 10:51:03 AM
Subject: Re: [Is-lam] LDII Menegakkan Kemurnian Agama Islam di Indonesia

  
Pak, janganlah berasumsi suatu golongan seperti itu 
karena 1 orang atau beberapa oknumnya saja.... Berpandanganlah secara obyektif 
dan dari sudut pandang yang lainnya juga. Mungkin saja memang tipikal teman 
anda 
yang jorok.
 
Bukankah Pak Budi Waluyo sudah memaparkan kondisi 
yang ada di LDII dan menjelaskan alasannya dari apa yang anda sebut di bawah, 
seperti anggota LDII tidak mau sholat di masjid selain LDII dan 
bermakmum/berimam dengan selain anggota LDII.
 
Saya kira pemaparannya masuk akal. Dan komentar 
anda saya kira hanya syahwat semata...
 
 
Nb: Maaf yah, saya bukan jemaah LDII, Muhammadiyah, 
NU, atau lainnya. Saya hanya penganut Islam sesuai ASWJ.
 
Allohu'alam..
Saidi



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke