Saya kebetulan satu ruangan dengan orang LDII, orangnya jorok. Dan pernah dalam perjalanan harus sholat jumat, karena teman ini ngotot minta di masjid LDII, saya turuti sekalian pingin lihat seperti apa bersih dan sucinya masjid itu, nyatanya jorok banget!!, posisi di dekat Cilegon.
Saya masih bingung dengan menegakkan kemurnian agama. Apa beda Muhammadiyah dengan LDII. Setahu saya dulu LDII merapat ke Golkar yang saat itu sangat tidak cocok dengan kata menegakkan itu. andry ________________________________ From: Budi Waluyo <[email protected]> To: [email protected] Sent: Mon, November 30, 2009 5:16:58 PM Subject: Re: [Is-lam] LDII Menegakkan Kemurnian Agama Islam di Indonesia Terima kasih telah mengunjungi artikel kami Mengenai terminologi "menegakkan kemurnian agama Islam" perlu kami jelaskan sebagai berikut: kata menegakkan sama dengan "menegakkan sholat" yaitu mngerjakan suatu amalan ibadah dengan benar sesuai dengan tuntunan Allah dan Rosul dikerjakan dengan tertib dan disiplin dengan niat karna Allah. Kalu kita sholat ogah-ogahan atau semaunya sendiri (sak kobere) itu berarti belum bisa menegakkan sholat. Menegakkan kemurnian agama Islam berarti: melaksanakan agama Islam berdasarkan tiga pilar kemurnian tersebut: 1, Murni pedomanya yaitu Quran dan Hadist 2. Murni pengamalannya sesuai dengan Quran dan Hadist, tidak dicampuri, bid'ah, syirik (jin-jinan, dukun-dukunan, tahayul, gugon tughon dll) dan pelanggaran/ kemaksiatan; zina, riba, minuman keras/komr dll 3. Murni niatnya, semata-mata karna Alloh mencari Rohmat berupa Surga takut siksa neraka Masalah sholat, 1. Semua warga LDII boleh/mau dan tidak ada larangan sholat di masjid siapapun di manapun karena semua masjid adalah masjid Alloh. 2. Begitu juga masjid yang dibangun oleh warga LDII boleh dipakai sholat oleh siapapun golongan Islam apapun. Adapun masjid LDII yang dipel setelah dipakai orang lain shlolat kemungkinan yang bersangkutan memang kakinya najis (ke kamar mandi/kencing atau berak tidak pakai sandal dan celana tidak dilepas) lalu masuk masjid dan sholat. Banyak teman-teman saya yang saya lihat dengan mata kepala sendiri berbuat begitu. Jadi banyak umat Islam yang masih belum mengerti masalah bersuci / suci dan najis. Perlu di ketahui sesuai sabda Nabi SAW "kebanyakan siksa kubur itu karena air kencing / najis". Warga LDII tidak pernah menganggap najis atau kafir kepada orang lain. 3. Warga LDII tidak keberatan makmum sholat kepada siapapun. Hanya untuk menjadi imam sholat ada syaratnya; 1, Bacaannya harus benar dan bagus sesuai ilmu tajwid. 2. Sholatnya benar sesuai tuntunan Allah dan Rosul 3. Kalau 2 orang bacaan sama bagus maka yang lebih lama masuk Islamlah yang berhak. 4. Kalau ketiga kriteria tersebut sama maka dipilih yang lebih tua umurnya Kalau ada warga LDII tidak mau makmum kepada orang lain kemungkinan karena ia tahu bacaan imamnya tidak bagus. Terus ikutilah situs kami http://ldii-sidoarjo-jawatimur.blogspot.com/ untuk mengetahui aktivitas warga LDII yang sebenarnya. Demikian, terima kasih --- On Sun, 11/29/09, andryansyah rivai <[email protected]> wrote: a >From: andryansyah rivai <[email protected]> >Subject: Re: [Is-lam] LDII Menegakkan Kemurnian Agama Islam di Indonesia >To: [email protected] >Date: Sunday, November 29, 2009, 10:45 PM > > >Maaf kalau salah, mau tanya.... > >Pengikut LDII ini apakah yang kalau sholat maunya jadi imam dan tidak pernah >mau menjadi makmum bila imamnya bukan pengikut LDII? >Juga, apakah yang kalau sholat punya masjid sendiri, ogah kalau di masjid yang >bukan milih pengikut LDII.... > >Jadi di mana letak > menegakkan kemurnian itu............. > >andry > > > > ________________________________ From: Budi Waluyo <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Mon, November 30, 2009 12:44:54 AM >Subject: [Is-lam] LDII Menegakkan Kemurnian Agama Islam di Indonesia > > > > >Menegakkan >kemurnian Agama Islamadalah salah satu misi Lembaga Dakwah Islam Indonesia >(LDII). >Firman Alloh yang Maha Luhur >Qur’an Surat Al Bayinah ayat >5 >“Dan >mereka tidak diperintah kecuali menyembah Alloh dengan cara memurnikan Agama >dengan >niat karna Alloh dengan condong …”. > >Qur’an Surat Al Ghofar ayat 14 >“Maka >menyembahlah kalian kepada Alloh dengan memurnikan agama karena Alloh walaupun >orang-orang kafir benci”. > >Kemurnian Agama Islam bisa >diukur dari 3 aspek: >1. >Murni pedomannya yaitu Al Qur’an dan Al >Hadist >2. >Murni pengamalannya, tidak dicampuri bid’ah, >syirik, tahyul, dan kemaksiatan/pelanggaran >3. >Murni niatnya, niat karena Alloh; semata-mata >bertujuan ingin masuk Surga selamat dari neraka >Dalam >Al Qur’an dan Al Hadist telah dimuat ketentuan-ketentuan, hukum-hukum dan >peraturan-peraturan yang berkaitan dengan perintah atau larangan, halal atau >harom, >pahala atau dosa dan surga atau neraka. >Umat Islam>yang beribadah kepada Alloh dengan berpedoman murni pada Al Qur’an >dan Al >Hadist tidak dicampuri dengan perbuatan >syirik, khurofat, tahayul dan maksiat serta didasari niat karena Alloh, >semata-mata tujuan mencari Surga Alloh dan takut akan sik sa Alloh berupa >Neraka dijamin; >PASTI BENAR, >PASTI SAH, >PASTI DITERIMA OLAH ALLOH dan >PASTI MASUK SURGA > >I. >Murni >Pedomannya: Al Qur’an dan Al Hadist >Al Qur’an dan Al Hadist >adalah pedoman agama Islam yang diakui oleh seluruh umat Islam di dunia. >Al Qur’an >adalah >firman Alloh > >Al >Hadist >adalah sunnah Rosululloh yang terdiri dari >semua ucapan dan perbuatan Rosululloh >SAW dan semuanpengakuan terhadap ucapan dan perbuatan para shabat dan yang >dicita-citakan oleh Rosululloh SAW. >Firman >Alloh yang Maha Luhur >1. >Qur’an >Surat Al An’am ayat 153 >“Dan sesungguhnya ini (Al >Qur’an) adalah jalanKu yang benar maka ikutilah, dan janganlah mengikuti setiap >jalan, maka akan tersesat kamu sekalian dari jalan Alloh”. > >2. Qur’an Surat Azzuhruf ayat 43 >“Maka berpegang teguhlah >dengan apa-apa yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad), sesungguhnya engkau >berada di jalan yang benar”. > >3. >Qur’an >Surat Al Hasr ayat 7 >“Dan >apa-apa (peraturan) yang Rosul datangkan pada kalian maka ambillah, dan apapa >yang Rosul melarang maka jauhilah”. > >4. >Qur an Surat An Nisa’ ayat 13 >“Demikian itu undang-undang Alloh. >Barang siapa taat kepada Alloh dan Utusannya Alloh akan memasukkannya ke dalam >Surga yang mengalir dari sekitar Surga beberapa sungai, mereka kekal di >dalamnya. Demikian itu keuntungan yang luar biasa besar”. >Sabda >Rosululloh SAW >1. “Aku(Nabi) >telah meninggalkan kepada kamu sekalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat >(pasti benarnya) selagi berpegang teguh pada keduanya. Yaitu Kitabillah (Al >Qur’an) dan sunah Nabi (Al Hadist)”. >Hadist riwayat Malik > >2. “Maka >sesunguhnya ini Al Qur’an ujungnya yang satu di tangan Alloh dan ujung satunya >di tangan kalian, maka berpegang teguhlah pada Al Qur’an. Maka sesungguhnya >kalian tidak akan rusak selamanya (pasti selamat) dan tidak akan tersesat >(pasti benar) bila berpegang teguh pada Al Qur’an”. >Hadist riwayat Thobroni > >3. “Mencari >ilmu itu kewajiban bagi setiap orang Islam”. >Hadist riwayat Nasa’I dar Anas bin Malik > >4. “Ilmu >(yang wajib di cari) itu ada tiga, adapun selain dari tiga itu merupakan >lebihan (tidak wajib dicari); ayat yang muhkam (Al Qur’an) Sunnah yang tegak >(Al Hadist) atau ilmu faroid yang adil >(ilmu pembagian waris)”. >Hadist riwayat Abu Dawud dari Abdulloh >bin U’mar bin A’sh > >II. >Murni >Amalannya: Tidak Bid’ah, Tidak Syirik, Tidak Tahayul, Tidak Maksiat > Tidak Bid’ah >Bid’ahmenurut Imam >Syaathibi adalah semua perbuatan yang diada-adakan, yang menyerupai syariat >Agama Islam dengan tujuan untuk mengepolkan ibadah kepada Alloh namun tidak ada >dasar hukum dalam Syariat Agama Islam dalam Al Qur’an dan Al Hadist yang >memperbolehkan. >Sabda >Rosululloh SAW >1. “Dan >sejelek-jeleknya perkara (agama) adalah barunya >perkara dan semua perkara baru dalam agama adalah bid’ah, dan semua bid’ah >itu sesat dan semua kesesatan itu ke neraka”. >Hadist riwayat Nasa’I dari Jabi bin >Abdulloh > >2. “Barang >siapa yang memperbaharui perkara di dalam perkara agamaKu ini dengan sesuatu >yang tidak ada di dalam perkara agama (tidak ada contoh/perintah dalam Al >Qur’an dan Al Hadist) maka orang tersebut ditolak amalannya”. >Hadist Riwayat Bukhori dari Aisah > >3. “Alloh >tidak menerima amalan orang yang masih mengerjakan bid’ah sampai ia >meninggalkan bid’ahnya”. >Hadist Ibnu Majjah dari Abdulloh bin >A’bas > >4. “Sesungguhnya >barang siapa hidup setelh Aku (Nabi) maka ia akan menjumoai banyak >perselisihan. >Maka tetapilah sunahKu (Nabi)dan Sunahnya para Kholifah yang mendapatkan >petunjuk dan benar. Berpegang teguhlah pada sunah-sunah tersebut dan gigitlah >dengan gigi geraham(pegang teguh dengan kuat)”. >Hadist Riwayat Abu Dawud >Tidak Syirik >Syirikadalah menyekutukan >Alloh (menyamakan) Alloh dengan apapun dalam bentuk ucapan, amalan maupun >keyakinan, Keyakinan bahwa ada kekuatan selain Alloh yang dapat mempengaruhi >kehidupan manusia termasuk syirik. >Termasuk >perbuatan syirik adalah: >Khurofat >Cerita-cerita bohong yang dianggap benar yang >tidak ada dasarnya dalam Al Qur’an dan Al Hadist. >Tahayul >Cerita-cerita mistis, horror hasil >angan-angan yang dijadikan kepercayaan dan keyakinan > >Firman >Alloh yang Maha Luhur >1. >Qur’an >Surat Azzumr ayat 65 > > >“Dan >sesungguhnya telah diwahyukan padamu (Muhammad) dan pada orang-orang (para >Rosul) sebelumMu, sesungguhnya jika engkau syirik maka amalanmu akan lebur dan >engkau tergolong orang yang rugi”. > >2. >Qur’an >Surat Al Maidah ayat 72 > > >“Sungguh-sungguh >kafir orang yang mengatakan bahwa Allah adalah Isa Al Masih putra Maryam dan >Isa Al Masih mengatakan, “ Hai Kaum Bani Isroil sembahlah Allah Tuhanku dan >Tuhanmu. Sesungguhnya barang siapa yang berbuat syirik pada Alloh maka >sungguh-sungguh Alloh mengharamkan padanya masuk Surga dan tempat orang >tersebut adalah di neraka dan tidak ada penolong bagi orang-orang zalim” > >3. >Qur’an >Surat Al An’am ayat 88 >“Dan >seandainya mereka berbuat syirik maka niscaya amal perbuatan mereka lebur”. > >4. >Qur’an >Surat An Nisa’ ayat 116 >“Sesungguhnya >Alloh tidak akan mengampuni jika mereka menyekutukan padaNya ( Alloh) dan Alloh >akan mengampuni dosa-dosa selain syirik pada orang yang dikehendaki dan barang >siapa yang menyekutukan pada Alloh maka benar-benar dia sesat dengan sesat yang >jauh”. > >III. >Murni >Niatnya, Karna Alloh; Tujuan Semata-mata Ingin Masuk Surga Selamat dari Siksa >Neraka >Firman >Alloh yang Maha Luhur >1. >Qur’an >Surat Al Lail ayat 19-21 >“Dan >tidak ada bagi seseorang yang dibalas dengan kenikmatan Alloh (Surga) di sisi >Alloh. Kecuali (amalannya) karena mencari wajah Alloh Tuhannya yang Maha Mulya. >Dan mereka akan senantiasa berbahagia”. > >2. >Qur’an >Surat Al Isro ayat 57 >Dan >mereka mengharapkan rohmatNya (Alloh) dan mereka takut akan siksaNya (Alloh)”. >Sabda >Rosululloh SAW >1. >“Sesungguhnya Alloh tidak akan menerima suatu >amalan kecuali amalan itu murni dan didasari niat mencari wajahNya (Alloh)”. >[ Hadist riwayat Nasa i dari Abi Amamah >] > >2. “Sesungguhnya >yang paling Aku (Nabi) khawatirkan terhadap umatku adalah syirik pada Alloh. >Ingatlah sesungguhnya tidak aku katakan mereka menyembah matahari, rembulan >atau berhala akan tetapi beberapa amalan yang dikerjakan dengan niat tidak >karna Alloh dan ada >keinginan yang tersembunyi (samar)”. >[ Hadist riwayat Thobroni ] > >3. “Barang >siapa mempelajari suatu ilmu yang semestinya ditujukan untuk mencari wajah >Alloh Azza wa Jalla namun ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan >kekayaan dunia maka dia tidak akan mencium bau wanginya Surga pada hari >kiamat”. >[ Hadist riwayat Ahmad dari Abi Huroiroh >] > > >-----Inline Attachment Follows----- > > >_______________________________________________ >Is-lam mailing list >[email protected] >http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam >
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
