kalao saya lihat itu disebab beda dimensi, mas. penolakan/penerimaan utk 
kalo gak pake helm yg korban adlh dirinya sendiri (personal/individu), 
bukan khlayak banyak.

sdgkan APP itu bisa jama'ah: aktor parno & yg anti. sayangnya penengahnya 
adlh golongan setan yg cenderung membela si parno dgn usung kebebasan 
berekspresi.


salam,
Fahru


________________________________
From: Moeid Zahid GM <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Fri, April 9, 2010 4:50:33 AM
Subject: Re: [Is-lam] helm SNI aman....

Ketika RUU APP digulirkan, para pejuang HAM kebakaran jenggot, karena 
memandang kebebasan ber-ekspresi karena toh tidak mengganggu orang lain. 
Mereka juga menuntut penghapusan UU Penodaan Agama, karena kebebasan 
ber-ekspresi dan pemahaman agama seseorang adalah hak privati.

Sekarang ketika UU ber-helm ria diterapkan kok tidak ada pemikiran seperti 
itu, dimana ini pejuang-pejuang HAM, kok pada diem. Bukankah memakai helm 
itu adalah hak privati, yang akibatnya tidak ada hubungannya dengan orang 
lain.

Mestinya pemerintah tidak perlu mewajibkan pakai helm, karena pakai helm 
maupun nggak pakai juga nggak mengganggu orang lain yakni tidak 
mengakibatkan orang lain celaka gara-gara seseorang nggak pakai helm.

Melindungi diri dari kecelakaan yang lebih fatal dengan memakai helm adalah 
salah satu cara dan bukan satu-satunya, jadi sebaiknya pemakaian helm 
hanyalah sebuah imbauan.

Sangat kentara sekali bahwa perjuangan HAM ada tendensi untuk memojokkan 
umat Islam.

Ibnu Zahid Abdo el-Moeid
http://moeidzahid.site90.net



----- Original Message ----- 
From: "Dewa Gede Permana" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, April 08, 2010 6:45 PM
Subject: Re: [Is-lam] helm SNI aman....


> Amien...
>
> PPKS/M = Pulang Pergi Kehujanan Siang/Malam
>
> :))))
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> [mailto:[email protected]] On Behalf Of si Nung
> Sent: Thursday, April 08, 2010 6:47 AM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [Is-lam] helm SNI aman....
>
> On 8 Apr 2010 at 3:17, Dewa Gede Permana wrote:
>
>> Sebelum semakin banyak terjadi kecelakaan bagusnya sih jalur roda dua
>> dipisahkan saja dari roda empat. Denger2 katanya proyek pembangunan
>> Subway (bawah tanah) sudah dimulai di jakarta dan katanya rencana siap
>> pakai dlm waktu 6 " 10 tahun mendatang.
>> Berhubung jumlah roda dua lebih banyak dari roda empat maka usul saya
>> lajur busway itu buat kendaraan roda dua aja.
>> Kalo naik mobil sy kadang suka sebal juga kalo
>> tiba2 bikers main potong mendadak, tetapi ketika sebagai bikers
>> terkadang juga merasa jengkel ketika jalan mampet tertutup oleh body
>> mobil yg tdk mau mengalah, yg seharusnya utk 3 baris mobil kog
>> bisa-bisanya dipaksakan jadi 4 bahkan 5 mobil berjejer?! kog ya maksa
>> amit . Kan ga ada ceritanya 1 motor bisa menutup banyak mobil
>> dibelakangnya; yang sering itu 1 mobil menutup buanyak motor|. udah
>> macet disuguhi asap knalpot, diesel pula| dah gitu pake helmnya yg
>> model helm prajurit gak naik2 pangkat| apes deh.
>> Makanya jalur busway dibolehin buat motor aja deh| dan busway +
>> kendaraan umum lainnya dipindah ke subway aja| JJ
>
>
> suara hati para pengendara kendaraan sepeda/motor (ppks/m) :)
>
> semoga didengar dan diperhatikan oleh petinggi dan yang maha tinggi
>
>
> sinung
>
>
>
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke