bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem 

Sebelum kita terburu-buru menghujat dan mencaci maki saudara kita sendiri ttg 
kasus hkbp di Bekasi, ada baiknya simak dulu klarifikasi dari FPI Bekasi 
berikut ini: 
Eramuslim: Klarifikasi FPI Soal Insiden HKBP 

Kamis, 16/09/2010 17:20 WIB 







Setelah lima hari pasca insiden yang disebut sebagian besar media massa sebagai 
tindak kekerasan ormas Islam tertentu terhadap pendeta dan jamaat HKBP, 
akhirnya Front Pembela Islam Bekasi Raya mengeluarkan sejumlah klarifikasi. 




Di antara isi klarifikasi insiden yang akhirnya menyudutkan FPI sebagai 
tertuduh adalah sebagai berikut: 




1. Selama dua puluh tahun, umat Islam Bekasi telah menunjukkan KETINGGIAN SIKAP 
TOLERANSI dan KEBESARAN JIWA terhadap Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) 
dengan membiarkan jemaatnya melakukan kebaktian setiap Ahad di rumah tinggal 
seorang warga perumahan Mustika Jaya – Ciketing – Bekasi. 




Dua puluh tahun, umat Islam Bekasi tidak pernah keberatan, apalagi usil dan 
mengganggu ibadah Jemaat HKBP di tempat tersebut. 




Dua puluh tahun, umat Islam Bekasi tetap tidak protes dengan adanya Jemaat HKBP 
yang datang dari luar perumahan, bahkan luar Bekasi, ke tempat tersebut. 




Namun, setelah dua puluh tahun, seiring dengan makin banyaknya Jemaat HKBP yang 
datang ke tempat tersebut dari berbagai daerah, maka Jemaat HKBP mulai tidak 
terkendali. Bahkan Jemaat HKBP mulai arogan, tidak ramah lingkungan, tidak 
menghargai warga sekitar yang mayoritas muslim, seenaknya menutup jalan 
perumahan untuk setiap kegiatan mereka, bertingkah bak penguasa, merusak 
tatanan kehidupan bertetangga, menciptakan berbagai problem sosial dan hukum. 
Puncaknya, HKBP ingin menjadikan rumah tinggal tersebut sebagai GEREJA LIAR. 




Setelah dua puluh tahun, umat Islam Bekasi, khususnya warga perumahan Mustika 
Jaya – Ciketing, mulai gerah dan merasa terganggu dengan pola tingkah Jemaat 
HKBP yang semakin hari semakin arogan, bahkan nekat memanipulasi perizinan 
warga sekitar untuk GEREJA LIAR mereka. 

Sekali pun kesal, kecewa dan marah, umat Islam Bekasi tetap patuh hukum dan 
taat undang-undang. GEREJA LIAR HKBP di Ciketing diprotes dan digugat melalui 
koridor hukum yang sah, sehingga akhirnya GEREJA LIAR tersebut disegel oleh 
Pemkot Bekasi. Tapi HKBP tetap ngotot dengan GEREJA LIAR nya, bahkan solusi 
yang diberikan Pemkot Bekasi untuk dipindahkan ke tempat lain secara sah dan 
legal pun ditolak. 




2. HKBP menebar FITNAH bahwa umat Islam Bekasi melarang mereka beribadah dan 
mengganggu rumah ibadah mereka. Lalu secara demonstratif jemaat HKBP setiap 
Ahad keliling melakukan KONVOI RITUAL LIAR dengan berjalan kaki, dari GEREJA 
LIAR yang telah disegel ke lapangan terbuka dalam perumahan di depan batang 
hidung warga muslim Ciketing, dengan menyanyikan lagu-lagu gereja, tanpa 
mempedulikan perasaan dan kehormatan warga muslim disana. 




Akhirnya, terjadi insiden bentrokan antara HKBP dengan warga muslim Ciketing 
pada Ahad 8 Agustus 2010, tiga hari sebelum Ramadhan 1431 H. Dalam insiden 
tersebut, dua pendeta HKBP sempat mengeluarkan PISTOL dan menembakkannya. 




3. Di saat umat Islam Bekasi masih dalam suasana Idul Fithri, pada Ahad 3 
Syawwal 1431 H / 12 September 2010 M, Pendeta dan ratusan Jemaat HKBP kembali 
melakukan provokasi dengan menggelar KONVOI RITUAL LIAR sebagaimana yang dulu 
sering mereka lakukan. Sehingga, terjadilah insiden bentrokan antara 200 orang 
HKBP dengan 9 IKHWAN WARGA BEKASI yang berpapasan saat konvoi. Peristiwa 
tersebut DIDRAMATISIR oleh HKBP sebagai penghadangan dan penusukan pendeta. 




Media pun memelintir berita peristiwa tersebut, sehingga terjadi PENYESATAN 
OPINI. Akhirnya, banyak anggota masyarakat menjadi KORBAN MEDIA, termasuk 
Presiden sekali pun. 




4. Peristiwa Ahad 3 Syawwal 1431 H / 12 Sept 2010 M, BUKAN perencanaan tapi 
insiden, BUKAN penghadangan tapi perkelahian, BUKAN penusukan tapi tertusuk, 
karena 9 warga Bekasi yang dituduh sebagai pelaku adalah IKHWAN yang sedang 
lewat berpapasan dengan KONVOI RITUAL LIAR yang dilakukan 200 HKBP bersama 
beberapa pendetanya di lingkungan perkampungan warga muslim Ciketing. Lalu 
terjadi perkelahian, saling pukul, saling serang, saling tusuk dan saling 
terluka. 

Pendeta dan jemaat HKBP yang dirawat di Rumah Sakit dibesuk pejabat tinggi, 
mendapat perhatian khusus Presiden dan Menteri, namun siapa peduli dengan warga 
Bekasi yang juga terluka dan dirawat di Rumah Sakit? Bahkan salah seorang dari 
9 warga Bekasi tersebut, justru ditangkap saat sedang dirawat di sebuah Rumah 
Sakit akibat luka sabetan senjata tajam HKBP. 




Karena itu, mari gunakan LOGIKA SEHAT : Jika peristiwa tersebut PERENCANAAN, 
mana mungkin 9 ikhwan melakukannya secara terang-terangan dengan busana muslim 
dan identitas terbuka! Jika peristiwa tersebut PENGHADANGAN, mana mungkin 9 
orang menghadang 200 orang, apa tidak sebaliknya?! Jika peristiwa tersebut 
PENUSUKAN, mana mungkin 9 ikhwan lebam-lebam, luka, patah tangan, bahkan ada 
yang tertusuk juga ! 




5. Soal PENON-AKTIFAN Ketua FPI Bekasi Raya oleh DPP-FPI bukan karena salah, 
tapi untuk melancarkan roda organisasi FPI Bekasi Raya yang teramat BERAT 
tantangannya, sekaligus meringankan beban tugas sang Ketua yang sedang 
menghadapi UJIAN BERAT dalam menghadapi tuduhan dan proses hukum. Jadi, putusan 
tersebut sudah tepat. 




6. Ketua FPI Bekasi Raya, baru disebut-sebut namanya saja oleh pihak 
kepolisian, sudah dengan gagah langsung menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya 
secara sukarela didampingi DPP-FPI untuk diperiksa. Dan siap menjalani proses 
hukum bila dinilai bertanggung-jawab dalam insiden Bekasi, walau pun beliau 
tidak ada di lokasi kejadian. Bandingkan dengan SIKAP PENGECUT Pemred Palyboy 
Erwin Arnada yang melarikan diri dari VONIS DUA TAHUN PENJARA yang sudah 
ditetapkan Mahkamah Agung sejak 29 Juli 2009. 




7. Bagi segenap pengurus, anggota, aktivis, laskar dan simpatisan FPI dari 
Pusat hingga ke Daerah, bahwa Ketua FPI Bekasi Raya adalah PEJUANG bukan 
pecundang. Beliau TIDAK ADA DI LOKASI kejadian saat peristiwa. Beliau hanya 
kirim SMS AJAKAN kepada umat Islam untuk membela warga Ciketing beberapa hari 
sebelum peristiwa, tapi dituduh sebagai provokator, sedang Para Pendeta HKBP 
yang mengajak, membawa dan memimpin massa Kristen serta memprovokasi warga 
muslim dengan KONVOI RITUAL LIAR, tak satu pun diperiksa. 




mnh/fpi 



http://www.eramuslim.com/berita/nasional/klarifikasi-fpi-soal-insiden-hkbp.htm 

=== 

-muslim voice- 
______________________________________ 
BECAUSE YOU HAVE THE RIGHT TO KNOW 


_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke