Saya setuju. Menulis ass wr wb bukan berarti pengucapannya pun bisa seperti itu. Itu hanya metoda penulisan saja. Penulisan hanya simbol saja, yang paling penting adalah pengungkapannya.
Sama halnya ketika orang menyalin tulisan arab ke bentuk latin, maka akan banyak sekali huruf yang dalam bahasa arab ada, tetapi ketika latin akan hilang. Seperti kalimat yang memiliki alif lam syamsiyyah. Akhirnya, setiap amal yang kita lakukan tergantung pada niat dan implementasinya. ----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Friday, May 02, 2008 10:36 AM Subject: Re: [Ar-Royyan-7647] Hukum Menyingkat Salam dengan ASS WR WB > > > > > > Ass. Ww > Penyingkatan dimaksudkan untuk simbol penulisan tetapi tidak untuk > menyingkatkan pengucapannya. > Ass. Ww tidak dibaca "ASS W W", tetapi para pembaca akan tetap membaca > Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarakatuh. > Penyingkatan itu juga biasa digunakan dalam sms dan untuk keperluan praktis > yang lain dimana banyak simbol penyingkatan digunakan agar banyak pesan > dapat diterima dengan ruang yang pendek. Yang jelas niat anda akan > mempengaruhi hasil pekerjaan anda. Seluruh rangkaian peringatan saya > menggunakan Ass. Ww dan masalah ini tidak mengurangi arti penting dari isi > rangkaian peringatan itu. Jadi jawaban tersebut masih dapat diperdebatkan. > Wassalam. > Djarot > > alamat email: [EMAIL PROTECTED] > > > > Achmad Yahya > Sjarifuddin > <[EMAIL PROTECTED] To > > [email protected] > cc > 05/02/2008 10:18 [EMAIL PROTECTED] > AM Subject > [Ar-Royyan-7647] Hukum Menyingkat > Salam dengan ASS WR WB > Please respond to > [EMAIL PROTECTED] > om > > > > > > > > Hukum Menyingkat Salam dengan ASS WR WB > > 6 Maret 08 oleh Abu Umar > > Oleh: Asy Syaikh Wasiyullah Abbas > (Ulama Masjidil Haram, pengajar di Ummul Qura) > > Soal: > > Banyak orang yang menulis salam dengan menyingkatnya, seperti > dalam Bahasa Arab mereka menyingkatnya dengan s+- r+-b+. Dalam > bahasa Inggris mereka menyingkatnya dengan "ws wr wb" (dan dalam > bahasa Indonesia sering dengan "ass wr wb" - pent). Apa hukum > masalah ini? > > Jawab: > > Tidak boleh untuk menyingkat salam secara umum dalam tulisan, > sebagaimana tidak boleh pula menyingkat shalawat dan salam atas > Nabi kita shallallahu `alaihi wasallam. Tidak boleh pula > menyingkat yang selain ini dalam pembicaraan. > > Diterjemahkan dari www.bakkah.net untuk http://ulamasunnah.wordpress.com > > -- A. Yahya Sjarifuddin > > ------------------------------------------------------------------ > - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - > - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - > > Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah > Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR. > Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di > dalam gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman. > (Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi) > > > > ------------------------------------------------------------------ > - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - > - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - > > Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR. Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di dalam gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman. (Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi) > ------------------------------------------------------------------ - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR. Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di dalam gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman. (Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi)

