---------- Forwarded message ----------
From: wawan wahyu <[email protected]>
Date: Jan 5, 2009 1:20 PM
Subject: Jihad yang terbesar memerangi hawa nafsu?
To: milis_iqra <[email protected]>

*Tanya :

*Bagaimana status hadits : Kita kembali dari jihad yang kecil menuju jihad
yang besar ? Apakah shahih ?

*Jawab : *

Hadits tersebut tidak ada asalnya, sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul-Islam
Ibnu Taimiyyah dalam kitab Al-Furqaan Baina Auliyaair-Rahmaan wa
Auliyaaisy-Syaithaan. Beliau berkata :


*فلا أصل له ولم يروه أحد من أهل المعرفة بأقوال النبي صلى الله عليه وسلم
وأفعاله وجهاد الكفار من أعظم الأعمال
*

"Hadits ini tidak ada asalnya. Tidak pernah diriwayatkan oleh satupun ahli
ma'rifah (ulama) dari perkataan atau perbuatan Nabi shallallaahu 'alaihi
wasallam. Adapun jihad melawan orang-orang kafir merupakan amal yang paling
besar (dalam Islam)" [selesai].


Apa yang dikatakan oleh Ibnu Taimiyyah adalah benar, karena berkesesuaian
dengan sabda Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam :


*رأس الأمر الإسلام وعموده الصلاة وذروة سنامه الجهاد
*
"Pokok urusan adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncak tertingginya
adalah jihad" [HR. Ahmad 5/237 no. 22121, At-Tirmidzi no. 2616, dan Ibnu
Majah no. 4044; shahih lighairihi].

Kata "jihad" di sini disebut secara mutlak tanpa taqyid sifat-sifat
tertentu. Maka jihad yang dimaksud adalah jihad dengan pedang fii
sabiilillah meninggikan kalimat Allah melawan kuffar.

Adapun Al-Hafidh Ibnu Hajar mengatakan bahwa hadits ini (yaitu hadits : Kita
kembali dari jihad yang kecil menuju jihad yang besar) hanyalah perkataan
Ibrahim bin 'Ablah saja.

Sebagai satu peringatan, Al-Ghazali telah membawakan hadits tersebut dalam
kitabnya : Ihyaa 'Uluumiddin dengan menyandarkan pada Nabi shallallaahu
'alaihi wasallam (marfu') (3/7 dan 3/66). Ia (Al-Ghazali) berkata : "Dan
telah bersabda Nabi kita shallallahu 'alaihi wasallam kepada satu kaum yang
baru datang dari peperangan :


*مرحباًَ بكم ! وقدمتم من الجهاد الأصغر إلى الجهاد الأكبر. قيل : يا رسول
الله، وما الجهاد الأكبر؟ قال : جهاد النفس
*

"Selamat datang ! Kalian telah datang dari jihad yang kecil menuju jihad
yang besar". Dikatakan kepada beliau : "Wahai Rasulullah , apa itu jihad
yang besar ?". Beliau menjawab : Jihadun-Nafs (Jihad melawan hawa nafsu)"..

Ini adalah salah satu contoh beberapa kesalahan Al-Ghazaly dalam kitab
Al-Ihyaa' yang banyak memuat hadits dla'if, palsu, bahkan tidak ada asalnya
(la ashla lahu) [1]. Al-Ghazaly sendiri mengakui bahwa pengetahuannya di
bidang hadits adalah minim sebagaimana perkataannya :


*بِضَاعَتِيْ فِيْ عِلْمِ الْحَدِيْثِ مُزْجَاةٌُ
*
"Pemahamanku di dalam ilmu hadits adalah sedikit" [Qanun Ta'wil hal. 16].

Semoga Allah merahmati dan memafkan semua kesalahan beliau. Wallaahu a'lam.


Abul-Jauzaa'


Catatan kaki :

[1] Telah berkata berberapa ulama Ahlus-Sunnah (ahlul-hadits) mengenai
Al-Ghazaly dan kitab Al-Ihyaa'-nya :

Al-Mazari (w. 536 H) berkata : "Dan di dalam kitab Al-Ihyaa' sangat banyak
terdapat riwayat-riwayat yang lemah. Kebiasaan orang-orang yang
berhati-hati, tidak akan mengatakan Imam Malik telah bekata atau Imam
Asy-Syafi'i telah berkata dalam pekara-perkara yang tidak shahih dari
mereka. Dia (Al-Ghazaly) juga menganggap baik banyak perkara berdasarkan
apa-apa yang tidak ada hakekatnya......." [Siyaaru A'laamin-Nubalaa' juz 19
hal. 340].

Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah (w. 728 H) berkata : "Abu Hamid (Al-Ghazaly)
tidaklah mempunyai ilmu tentang atsar-atsar (hadits-hadits) Nabi dan
(riwayat-riwayat) As-Salafush-Shalih seperti yang dimiliki oleh orang-orang
yang ahli dalam bidang ini. Yaitu orang-orang yang dapat memisahkan antara
yang shahih dan yang dla'if. Oleh karenanya dia menyebutkan hadits-hadits
dan riwayat-riwayat yang palsu dan dusta di dalam kitab-kitabnya. Seandainya
dia mengetahui bahwa itu merupakan kedustaan, niscaya dia tidak akan
menyebutkannya" [Dar'ut-Ta'arudl juz 8 hal 149].

Ibnu Katsir (w. 774 H) berkata : "Dalam masa ini ini, dia (Al-Ghazaly)
menyusun kitab Ihyaa' 'Ulumiddin. Sebuah kitab yang mengherankan, memuat
banyak ilmu-ilmu syar'i, dan dicampuri dengan banyak perkara-perkara bagus
dari tashawwuf dan amalan-amalan hati. Tetapi dalam kitab ini terdapat
banyak hadits yang aneh, munkar, dan palsu..." [Al-Bidaayah wan-Nihaayah juz
12 hal. 174].



Diambil dari :

http://abul-jauzaa.blogspot.com/2008/11/hadits-kita-kembali-
dari-jihad-yang..html<http://abul-jauzaa.blogspot.com/2008/11/hadits-kita-kembali-dari-jihad-yang.html>

Kirim email ke