wah pak...ini seh bukan ketua RW-nya aja yang parah (). Polisi-nya juga (). Lah 
wong udah tau bakal di gelar didepan masjid, malah di kasi izin. masak masih 
harus rujuk dulu ama undang2 atau perda. emank gak ada tempat lain ya...MUI 
harus bertindak neh... 

--- Pada Rab, 17/6/09, Hariyawan <[email protected]> menulis:


Dari: Hariyawan <[email protected]>
Topik: Re: [Ar-Royyan-9007] [Fwd: Ya Ampun, Dangdut Erotis Depan Masjid]
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 17 Juni, 2009, 11:48 AM


ketua rw yang sangat tolol


2009/6/16 A. Yahya Sjarifuddin <[email protected]>



-------- Original Message -------











Kompas - Minggu, Juni 14
SERANG,KOMPAS.com-Acara dangdut yang diisi penampilan seronok penyanyi 
berlangsung depan sebuah masjid di Serang, Banten, nyaris dibubarkan namun 
karena pembubaran tidak mempunyai dasar hukum maka polisi hanya memberikan 
imbauan.
"Apa dasar hukumnya acara itu dibubarkan?" kata Kepala Satuan Intelijen (Kasat 
Intel) Polres Serang, Edi Gultom disela acara pentas dangdut di Desa Lebak 
Gempol Kecamatan Cipocok, Kota Serang Minggu (13/6) dini hari.
Polisi mengaku tidak membubarkan acara dangdutan yang menampilkan biduan 
berpenampilan seronok di pesta pernikahan anak seorang Ketua RW di Desa Lebak 
Gempol karena tidak ada peraturan daerah yang melarang pentas dangdut depan 
Masjid. "Kami bertindak selalu berpedoman pada hukum yang berlaku.  Kalau kami 
dibubarkan dan pemilik hajat protes lalu menuntut kami, kami harus jawab apa?" 
tanyanya.
Kasat Intel Polres Serang mengungkapkan, penyelenggara hajat sudah mengantongi 
izin mengadakan pentas dangdut dari aparat kepolisian Polsek Cipocok, dan meski 
di depan masjid tidak ada satupun warga berkeberatan dengan acara itu. "Kalau 
Pemerintah Kota Serang sudah punya perdanya, kami akan menertibkan, jangan 
undang-undang lah, perda aja dulu," kata Edi.
Dari pantauan ANTARA, pentas dangdut itu tepat diselenggarakan depan Mesjid 
Desa Lebak Gempol, sebelum aparat kepolisian menegur penyanyi agar sopan 
berpenampilan, termasuk dalam berpakaian.
Para biduan dangdut tersebut mengganti pakaiannya dengan yang lebih sopan 
dengan memakai celana panjang dan tarian mereka pun tidak sensual lagi. "Maaf 
para penonton, saya goyangannya sedikit saja, tadi tidak boleh bergoyang panas 
panas," kata seorang biduan dari atas panggung kepada para penonton yang 
umumnya anak-anak dan remaja.
Namun setelah polisi dan Satpol PP meninggalkan pesta itu, para biduan itu 
memakai lagi pakaian yang memamerkan auratnya, sementara anak-anak yang semula 
menjauhi panggung kembali merapat ke panggung berukuran 6X8 


------------------------------------------------------------------ - Milis 
Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - - Website 
http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - Rasulullah SAW 
bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. 
Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga. (Artinya, mengenalnya dan 
melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari) 



      
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke