Sebenarnya yang harus selektif itu yang punya hajat dan hal ini sangat 
dipengaruhi oleh kadar keimanan dalan hatinya
dan secara tidak langsung hal itu sudah jelas seberapa besar kadar keimanannya 
si empunya gawe
sudah tahu tinggal deket masjid, yang diundang untuk hiburan dangdutan; kita 
kan tahu musik dangdut ala tangerang
bahkan inul ato sapa itu kan pernah dilarang manggung di Tangerang tooooooooo
mungkin kalo betawi ya gambang kromong; jawa campursari de el el....
  ----- Original Message ----- 
  From: A. Yahya Sjarifuddin 
  To: [email protected] ; [email protected] 
  Sent: Tuesday, June 16, 2009 1:46 PM
  Subject: [Ar-Royyan-9007] [Fwd: Ya Ampun, Dangdut Erotis Depan Masjid]



  -------- Original Message -------



          Kompas - Minggu, Juni 14
        SERANG,KOMPAS.com-Acara dangdut yang diisi penampilan seronok penyanyi 
berlangsung depan sebuah masjid di Serang, Banten, nyaris dibubarkan namun 
karena pembubaran tidak mempunyai dasar hukum maka polisi hanya memberikan 
imbauan.

        "Apa dasar hukumnya acara itu dibubarkan?" kata Kepala Satuan Intelijen 
(Kasat Intel) Polres Serang, Edi Gultom disela acara pentas dangdut di Desa 
Lebak Gempol Kecamatan Cipocok, Kota Serang Minggu (13/6) dini hari.

        Polisi mengaku tidak membubarkan acara dangdutan yang menampilkan 
biduan berpenampilan seronok di pesta pernikahan anak seorang Ketua RW di Desa 
Lebak Gempol karena tidak ada peraturan daerah yang melarang pentas dangdut 
depan Masjid. "Kami bertindak selalu berpedoman pada hukum yang berlaku.  Kalau 
kami dibubarkan dan pemilik hajat protes lalu menuntut kami, kami harus jawab 
apa?" tanyanya.

        Kasat Intel Polres Serang mengungkapkan, penyelenggara hajat sudah 
mengantongi izin mengadakan pentas dangdut dari aparat kepolisian Polsek 
Cipocok, dan meski di depan masjid tidak ada satupun warga berkeberatan dengan 
acara itu. "Kalau Pemerintah Kota Serang sudah punya perdanya, kami akan 
menertibkan, jangan undang-undang lah, perda aja dulu," kata Edi.

        Dari pantauan ANTARA, pentas dangdut itu tepat diselenggarakan depan 
Mesjid Desa Lebak Gempol, sebelum aparat kepolisian menegur penyanyi agar sopan 
berpenampilan, termasuk dalam berpakaian.

        Para biduan dangdut tersebut mengganti pakaiannya dengan yang lebih 
sopan dengan memakai celana panjang dan tarian mereka pun tidak sensual lagi. 
"Maaf para penonton, saya goyangannya sedikit saja, tadi tidak boleh bergoyang 
panas panas," kata seorang biduan dari atas panggung kepada para penonton yang 
umumnya anak-anak dan remaja.

        Namun setelah polisi dan Satpol PP meninggalkan pesta itu, para biduan 
itu memakai lagi pakaian yang memamerkan auratnya, sementara anak-anak yang 
semula menjauhi panggung kembali merapat ke panggung berukuran 6X8 
       





  ------------------------------------------------------------------ - Milis 
Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - - Website 
http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - Rasulullah SAW 
bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. 
Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga. (Artinya, mengenalnya dan 
melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari) Legal disclaimer
-------------------------
This email may contain confidential and/or legally privileged information. 
If you are not the intended recipient (or have received this email by error), 
please notify the sender immediately and delete this email. 
Any unauthorized copying, disclosure, or distribution of the material in this 
email is strictly forbidden.
 
Legal disclaimer
-------------------------
This email may contain confidential and/or legally privileged information. 
If you are not the intended recipient (or have received this email by error), 
please notify the sender immediately and delete this email. 
Any unauthorized copying, disclosure, or distribution of the material in this 
email is strictly forbidden.

Kirim email ke