Menurut gue, setelah nyontek dan melakukan tehnik di videonya Jerry Paladino dan MSF:
1. satu atau dua jari di lever rem depan, mampu membuat perbedaan signifikan saat melakukan pengereman. Dalam kecepatan 60 km/saja, terlambat beberapa detik melakukan pengereman, akan ada perbedaan antara berhenti tepat waktu dan menabrak "tepat waktu" :D. 2. Mengenai tehnik pengereman depan, ini yang banyak salah kaprah. Baik Jerry Paladino maupun MSF menyarankan untuk tidak menggunakan rem depan pada saat melakukan tikungan maupun melakukan u-turn. Mengapa? Karena jika dalam keadaan menikung melakukan pengereman depan, kemungkinan besar ban depan akan sliding, mengurangi keseimbangan dan kedubraks. Hal yang sama juga saat u-turn/memutar. Bagi motor kopling, ada yang namanya friction zone. Gunakan itu, lalu pake rem belakang untuk mengurangi laju motor. Kombinasi friction zone dan rem belakang, akan mampu menjaga laju motor dan keseimbangan si pengendara. 3. Perhatikan para pembalap MotoGP. Sesaat sebelum memasuki tikungan, rem depan diberlakukan. Tapi saat mulai menikung, semua jari memegang throtle gas. Tidak ada satupun yang memegang tuas rem depan. Hal ini sering terlihat di embedded video motor pembalap tersebut. Jadi, gunakan rem depan sebelum menikung, bukan pada saat menikung. Hal yang sama juga diajarkan oleh instruktur motorcyclenews.com. Sekarang, setiap kali melakukan tikungan, atau putar balik, gue selalu melatih agar tuas rem depan tidak disentuh alias tangan full grip ke throttle. Setelah lepas dari u-turn/tikungan, baru kembali prepare di tuas rem depan. Tidak mudah memang, tapi bisa dilatih. Nah, perihal tehnik memegang grip seperti yang ditunjukkan oleh postingan pertama bro Berly, bisa dikatakan sebagai sebuah panduan. Bagi para pengendara dengan jari pendek, cukup kesulitan mondar-mandir antara pegang penuh grip dengan pencet sein, klakson ataupun pegang lever kopling. Bagi yang berjari panjang, mungkin tidak masalah. Jadi, tidak bisa dikatakan benar sepenuhnya, tapi juga tidak bisa disalahkan. Sebab, terlambat membunyikan klakson, apalagi dengan lalulintas padat seperti di Jabodetabek, akibatnya bisa cukup fatal. Jadi kadang-kadang "kesiagaan" jempol di tombol klakson, cukup diperlukan. sorry kepanjangan, daripada kependekan jawabnya kayak si bombay. *minum kopi mocca dulu, sambil nonton Road to Dakkar* smart bastard! http://bodats.wordpress.com --- Pada Sel, 2/2/10, [ andry ] <[email protected]> menulis: Dari: [ andry ] <[email protected]> Judul: Re: [karisma_honda] Cara pegang Stang ? Kepada: [email protected] Tanggal: Selasa, 2 Februari, 2010, 12:39 PM Yup bro. Tangan kanan. Grip kanan ya ? Biar ga salah njelasin. Siap2 atau stand by di tuas rem depan pada dasarnya tidak salah. Yang perlu di cermati oleh pengendara adalah mindset penggunaan rem. Kecepatan di bawah 30-40 km/jam idealnya tidak perlu ada pengereman dengan rem depan, kl kita terbiasa menaruh jari di tuas rem secara spontan setiap melihat bahaya tangan tadi akan lekas menarik rem, padahal belum tentu rem itu diperlukan. So silakan aja kalau ttp stand by asal kita dah punya sistem sendiri di otak kapan harus memilih menekan rem dan kapan tidak perlu menekan rem. Semua yang berhubungan dengan bahaya biasakan tidak dilakukan atas dasar spontanitas. Rgds. MARKETPLACE Going Green: Your Yahoo! Groups resource for green living Switch to: Text-Only, Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use . Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang! http://id.mail.yahoo.com

