Hadits tersebut dijelaskan oleh an-Nawawi yang kira-kira maknanya sebagai berikut: kabar yang diterima seseorang bisa jadi merupakan kebohongan. Jika dia turut menyebarkan semua berita yang didengarnya termasuk kebohongan tersebut maka ia dapat dikatakan sebagai pendusta.
(terimakasih dengan penjelasan diatas saya mengerti dan paham) Hadits tersebut diriwayatkan oleh Muslim pada bagian awal kitab shahihnya yang di dalamnya beliau mengumpulkan keterangan-keterangan mengenai pentingnya meriwayatkan dari orang-orang terpercaya dan meninggalkan riwayat dari orang-orang yang tercela. >trus yg kedua.... >bukan kah dalam perawian hadis ato kesahihan sebuah hadis dari perawi justru.......(dipotong) klo yg ini saya kira bukan OOT saya bermaksud seperti yg anda jelaskan diatas saudaraku, maksud saya lebih seperti ini saya membandingkan jika perawi merawikan hadis hendaknya adalah apa yg ia dengar sendiri ato seperti yg saudara ahmad jelaskan diatas (memiliki hapalan yg sempurna) nah dari situ saya compare lgsg (saya ambil semua dan saya sampaikan / apa yg saya hapal) sayang saya tidak ngecek dlu apakah itu benar ato tidak (disini saya salah...), dan apa yg saudara bilang itu benar, saya dapat dikatakan termasuk org yg berdusta... (tapi saya tidak OOT bukan ??) Sesuai dengan isi hadits tersebut, jelaslah bahwa kita harus memperhatikan validitas suatu berita. Jika sudah jelas suatu kabar merupakan kebohongan maka tidak sepatutnya seseorang menyebarkan kabar tersebut kecuali untuk memberitahukan bahwa kabar itu dusta. Dengan demikian hadits tersebut relevan bagi kita semua. Allahu a'lam. (saya terima hadis itu cocok utk kasus ini, karena saya tidak melakukan validasi atas info yg saya forward sendiri) Secara ringkas, hadits sahih adalah hadits yang diriwayatkan oleh orang yang adil, memiliki hafalan yang sempurna, sanadnya muttashil (berhubungan dengan yang lainnya) lagi tidak mu’allal (tercela/bercacat) dan tidak pula syadz (menyendiri/bertentangan). (klo yg ini saya pernah baca, ingat tapi tidak hapal, terimakasih utk mengingatkan kembali) Allahu a'lam. Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, -- Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim (l. 1980M/1400H) ini tanggapan yg saya potong dari saudara saya utk pencerahannya, tulisannya juga banyak memberi makna (maaf mas temie sengaja saya potong bukan bermaksud utk memberitahu org yg tidak berhak tahu) Bismillahir rahmanir rahiem Bagi kita yang awam, barangkali tipis sekali perbedaan antara menyembunyikan apa yang kita ketahui dengan berdusta. Akan tetapi justru disitulah letak kepakaran seorang mukmin dalam mewujudkan perintah Allah dan ajaran Rasul-Nya. Jangan dusta, tapi jangan pula mengatakan semua apa yang kita tahu kepada orang2 yang tidak berhak mengetahuinya, termasuk di dalamnya adalah perkara aib dan perkara yang memang mesti dirahasiakan. Sekali lagi, jangan se-kali2 mengatakan semua apa yang kita tahu kepada orang2 yang tidak berhak mengetahuinya. Subhanallah. Wassalam, Temie Iswanto sebelum saya tutup yg ingin saya tanyakan adalah ada yg bilang postingan emailnya benar dan ada yg bilang hoax..mungkin saya kembalikan ke orgnya ...karena belum sampe pengetahuan saya ke arah situ seperti yg saya kutip (ini yg membenarkan) Benar… dan untuk menjelaskan suatu yang benar juga mesti dengan kaedah dan cara yang benar. (tlg diklarifikasi kebenarannya mas temie , biar saudara ahmad dan laiinya jadi tahu) Wassalam, Temie Iswanto (dan ini yg meragukannya ) Memang sangat benar kalau kita tidak boleh durhaka terhadap orang tua kita, dan kita juga yakin Alloh berkuasa untuk melakukan ini. Tapi apakah berita ini benar? http://www.roslynoxley9.com.au/artists/31/Patricia_Piccinini/249/34973 Salam Ari terimakasih saudara2 ku Islam akan jaya jika umatnya tidak berslisih melainkan utk kebaikan, bukannya perpecahan sebagaimana yg diinginkan umat lainnya to mod maaf jika topik email ini menyimpang dari tujuan milis ini (mungkin topik ini bagus jika diangkat di milis [EMAIL PROTECTED] Hemat bandwith. Hapus pesan yang tidak perlu. Subscribe milis: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe milis: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kasma1/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
