Ikutan dikit ya. Hadits yang dikutip mengacu ke penyampaian hadits, seseorang harus tau derajat hadits yang akan disampaikan. Membuat/menyampaikan hadits yang tidak jelas keshahihannya (terutama yang berstatus maudhu) sanksinya seperti tersebut.
Dongeng-dongeng tidaklah memalsukan hadits. Kebanyakan dongeng berasal dari jaman pra-Islam. Dongeng biasanya mempunyai tujuan pendidikan dan hiburan. IMHO, dengan semakin kritisnya anak-anak, orang tua harus cerdas memperbarui metode pendidikan anak, misalnya, tidak jamannya lagi menakut-nakuti anak dengan cerita-cerita/dongeng serem. Masih banyak kisah-kisah nyata dari sejak jaman Rasulullah sampai jaman-nya sahabat dan ulama salaf yang bisa menjadi contoh bahan didikan. Beragama bukanlah masalah mudah atau susah, selagi sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan Sunnah Rasul-Nya. Banyak memang hal-hal dalam kehidupan kita di Minang yang masih belum 100% "nyambung" dengan Syara'... Implementasi "Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah", dan "Syara' mangato, Adat mamakai" belum menyeluruh dalam adat Minang. Mengubah perilaku masyarakat tidak gampang memang, Imam Bonjol saja yang dengan semangat Wahabi-nya, harus dengan perang untuk menerapkannya, dan itupun belum tuntas sampai sekarang. p.s.: Kalau ada yang tau rincian sejarah ini, tolong di-share juga. Teguh R. Eve wrote: > gimana nih uda uda? udahan?? kok ngga ada lanjutannya? > jika memang uda mengetahui ada hadist yang secara "tegas" dan "keras" > seperti yang uda tulis diemail sebelumnya : > "Barang siapa berdusta atas namaku, maka dia telah mempersiapkan tempat > duduknya dalam api neraka." (HR. al-Bukhari & Muslim dari Abu Hurairah), > bahkan dengan dusta dengan tujuan kebaikan adalah haram, bagaimana > halnya dengan cerita cerita rakyat yang sebagian besar adalah > bertujuan untuk pengajaran dan didikan? > Contoh kecil cerita malin kundang. menurut uda uda cerita ini beneran > terjadi atau hanya karangan orang orang tua jaman dulu sebagai salah > satu cara mendidik anaknya. kalo memang malin kundang adalah benar > terjadi, berarti selamatlah para orang tua kita. Tapi apabila cerita > malin kundang hanyalah bohong belaka hasil bikinan manusia, maka > jutaan orang tua minang punya tempat di api neraka. begitu da?? > Kalo menurut pendapat awak pribadi, ajaran agama itu tidak susah dan > tidak pula mudah, tidak untuk dipersulit dan tidak untuk dipermudah. > Selama masih sesuai dengan akal sehat, hati nurani yang elok dan > tujuannya jelas murni untuk kebaikan, sampaikanlah berita yang anda > dengar. > salam > Jessevint Oliver > > > > */andri <[EMAIL PROTECTED]>/* wrote: > > Hadits tersebut dijelaskan oleh an-Nawawi yang kira-kira maknanya > sebagai berikut: kabar yang diterima seseorang bisa jadi merupakan > kebohongan. Jika dia turut menyebarkan semua berita yang didengarnya > termasuk kebohongan tersebut maka ia dapat dikatakan sebagai pendusta. > > (terimakasih dengan penjelasan diatas saya mengerti dan paham) > > Hadits tersebut diriwayatkan oleh Muslim pada bagian awal kitab > shahihnya yang di dalamnya beliau mengumpulkan keterangan-keterangan > mengenai pentingnya meriwayatkan dari orang-orang terpercaya dan > meninggalkan riwayat dari orang-orang yang tercela. > > >trus yg kedua.... > >bukan kah dalam perawian hadis ato kesahihan sebuah hadis dari perawi > justru.......(dipotong) > > klo yg ini saya kira bukan OOT saya bermaksud seperti yg anda jelaskan > diatas saudaraku, maksud saya lebih seperti ini > saya membandingkan jika perawi merawikan hadis hendaknya adalah > apa yg ia > dengar sendiri ato seperti yg saudara ahmad jelaskan diatas (memiliki > hapalan yg sempurna) nah dari situ saya compare lgsg (saya ambil > semua dan > saya sampaikan / apa yg saya hapal) sayang saya tidak ngecek dlu > apakah itu > benar ato tidak (disini saya salah...), dan apa yg saudara bilang > itu benar, > saya dapat dikatakan termasuk org yg berdusta... (tapi saya tidak > OOT bukan > ??) > > Sesuai dengan isi hadits tersebut, jelaslah bahwa kita harus > memperhatikan validitas suatu berita. Jika sudah jelas suatu kabar > merupakan kebohongan maka tidak sepatutnya seseorang menyebarkan kabar > tersebut kecuali untuk memberitahukan bahwa kabar itu dusta. Dengan > demikian hadits tersebut relevan bagi kita semua. Allahu a'lam. > > (saya terima hadis itu cocok utk kasus ini, karena saya tidak > melakukan > validasi atas info yg saya forward sendiri) > > > Secara ringkas, hadits sahih adalah hadits yang diriwayatkan oleh > orang > yang adil, memiliki hafalan yang sempurna, sanadnya muttashil > (berhubungan dengan yang lainnya) lagi tidak mu’allal > (tercela/bercacat) > dan tidak pula syadz (menyendiri/bertentangan). > (klo yg ini saya pernah baca, ingat tapi tidak hapal, terimakasih utk > mengingatkan kembali) > > Allahu a'lam. > > Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, > > -- > Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim > (l. 1980M/1400H) > ini tanggapan yg saya potong dari saudara saya utk pencerahannya, > tulisannya > juga banyak memberi makna > (maaf mas temie sengaja saya potong bukan bermaksud utk > memberitahu org yg > tidak berhak tahu) > > Bismillahir rahmanir rahiem > > Bagi kita yang awam, barangkali tipis sekali perbedaan antara > menyembunyikan apa yang kita ketahui dengan berdusta. Akan tetapi > justru > disitulah letak kepakaran seorang mukmin dalam mewujudkan perintah > Allah > dan ajaran Rasul-Nya. Jangan dusta, tapi jangan pula mengatakan semua > apa yang kita tahu kepada orang2 yang tidak berhak mengetahuinya, > termasuk di dalamnya adalah perkara aib dan perkara yang memang mesti > dirahasiakan. Sekali lagi, jangan se-kali2 mengatakan semua apa yang > kita tahu kepada orang2 yang tidak berhak mengetahuinya. Subhanallah. > > Wassalam, > Temie Iswanto > > sebelum saya tutup yg ingin saya tanyakan adalah ada yg bilang > postingan > emailnya benar dan ada yg bilang hoax..mungkin saya kembalikan ke > orgnya > ...karena belum sampe pengetahuan saya ke arah situ > seperti yg saya kutip > > (ini yg membenarkan) > Benar… dan untuk menjelaskan suatu yang benar juga mesti dengan > kaedah dan > cara yang benar. > > (tlg diklarifikasi kebenarannya mas temie , biar saudara ahmad dan > laiinya > jadi tahu) > > Wassalam, > > Temie Iswanto > > (dan ini yg meragukannya ) > > Memang sangat benar kalau kita tidak boleh durhaka terhadap orang > tua kita, > > dan kita juga yakin Alloh berkuasa untuk melakukan ini. Tapi > apakah berita > ini benar? > > http://www.roslynoxley9.com.au/artists/31/Patricia_Piccinini/249/34973 > > Salam > > Ari > > > terimakasih saudara2 ku Islam akan jaya jika umatnya tidak berslisih > melainkan utk kebaikan, bukannya perpecahan sebagaimana yg > diinginkan umat > lainnya > > to mod > maaf jika topik email ini menyimpang dari tujuan milis ini > (mungkin topik > ini bagus jika diangkat di milis [EMAIL PROTECTED] > > > > > > Hemat bandwith. Hapus pesan yang tidak perlu. Subscribe milis: > [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe milis: > [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > > Hemat bandwith. Hapus pesan yang tidak perlu. Subscribe milis: > [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe milis: > [EMAIL PROTECTED] > > > > ------------------------------------------------------------------------ > YAHOO! GROUPS LINKS > > * Visit your group "kasma1 <http://groups.yahoo.com/group/kasma1>" > on the web. > * To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > * Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of > Service <http://docs.yahoo.com/info/terms/>. > > > ------------------------------------------------------------------------ > Hemat bandwith. Hapus pesan yang tidak perlu. Subscribe milis: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe milis: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kasma1/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
