gimana nih uda uda? udahan?? kok ngga ada lanjutannya?
jika memang uda mengetahui ada hadist yang secara "tegas" dan "keras" seperti yang uda tulis diemail sebelumnya :
"Barang siapa berdusta atas namaku, maka dia telah mempersiapkan tempat
duduknya dalam api neraka." (HR. al-Bukhari & Muslim dari Abu Hurairah),
duduknya dalam api neraka." (HR. al-Bukhari & Muslim dari Abu Hurairah),
bahkan dengan dusta dengan tujuan kebaikan adalah haram, bagaimana halnya dengan cerita cerita rakyat yang sebagian besar adalah bertujuan untuk pengajaran dan didikan?
Contoh kecil cerita malin kundang. menurut uda uda cerita ini beneran terjadi atau hanya karangan orang orang tua jaman dulu sebagai salah satu cara mendidik anaknya. kalo memang malin kundang adalah benar terjadi, berarti selamatlah para orang tua kita. Tapi apabila cerita malin kundang hanyalah bohong belaka hasil bikinan manusia, maka jutaan orang tua minang punya tempat di api neraka. begitu da??
Kalo menurut pendapat awak pribadi, ajaran agama itu tidak susah dan tidak pula mudah, tidak untuk dipersulit dan tidak untuk dipermudah. Selama masih sesuai dengan akal sehat, hati nurani yang elok dan tujuannya jelas murni untuk kebaikan, sampaikanlah berita yang anda dengar.
salam
Jessevint Oliver
andri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Hadits tersebut dijelaskan oleh an-Nawawi yang kira-kira maknanya
sebagai berikut: kabar yang diterima seseorang bisa jadi merupakan
kebohongan. Jika dia turut menyebarkan semua berita yang didengarnya
termasuk kebohongan tersebut maka ia dapat dikatakan sebagai pendusta.
(terimakasih dengan penjelasan diatas saya mengerti dan paham)
Hadits tersebut diriwayatkan oleh Muslim pada bagian awal kitab
shahihnya yang di dalamnya beliau mengumpulkan keterangan-keterangan
mengenai pentingnya meriwayatkan dari orang-orang terpercaya dan
meninggalkan riwayat dari orang-orang yang tercela.
>trus yg kedua....
>bukan kah dalam perawian hadis ato kesahihan sebuah hadis dari perawi
justru.......(dipotong)
klo yg ini saya kira bukan OOT saya bermaksud seperti yg anda jelaskan
diatas saudaraku, maksud saya lebih seperti ini
saya membandingkan jika perawi merawikan hadis hendaknya adalah apa yg ia
dengar sendiri ato seperti yg saudara ahmad jelaskan diatas (memiliki
hapalan yg sempurna) nah dari situ saya compare lgsg (saya ambil semua dan
saya sampaikan / apa yg saya hapal) sayang saya tidak ngecek dlu apakah itu
benar ato tidak (disini saya salah...), dan apa yg saudara bilang itu benar,
saya dapat dikatakan termasuk org yg berdusta... (tapi saya tidak OOT bukan
??)
Sesuai dengan isi hadits tersebut, jelaslah bahwa kita harus
memperhatikan validitas suatu berita. Jika sudah jelas suatu kabar
merupakan kebohongan maka tidak sepatutnya seseorang menyebarkan kabar
tersebut kecuali untuk memberitahukan bahwa kabar itu dusta. Dengan
demikian hadits tersebut relevan bagi kita semua. Allahu a'lam.
(saya terima hadis itu cocok utk kasus ini, karena saya tidak melakukan
validasi atas info yg saya forward sendiri)
Secara ringkas, hadits sahih adalah hadits yang diriwayatkan oleh orang
yang adil, memiliki hafalan yang sempurna, sanadnya muttashil
(berhubungan dengan yang lainnya) lagi tidak muÂ’allal (tercela/bercacat)
dan tidak pula syadz (menyendiri/bertentangan).
(klo yg ini saya pernah baca, ingat tapi tidak hapal, terimakasih utk
mengingatkan kembali)
Allahu a'lam.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
--
Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1980M/1400H)
ini tanggapan yg saya potong dari saudara saya utk pencerahannya, tulisannya
juga banyak memberi makna
(maaf mas temie sengaja saya potong bukan bermaksud utk memberitahu org yg
tidak berhak tahu)
Bismillahir rahmanir rahiem
Bagi kita yang awam, barangkali tipis sekali perbedaan antara
menyembunyikan apa yang kita ketahui dengan berdusta. Akan tetapi justru
disitulah letak kepakaran seorang mukmin dalam mewujudkan perintah Allah
dan ajaran Rasul-Nya. Jangan dusta, tapi jangan pula mengatakan semua
apa yang kita tahu kepada orang2 yang tidak berhak mengetahuinya,
termasuk di dalamnya adalah perkara aib dan perkara yang memang mesti
dirahasiakan. Sekali lagi, jangan se-kali2 mengatakan semua apa yang
kita tahu kepada orang2 yang tidak berhak mengetahuinya. Subhanallah.
Wassalam,
Temie Iswanto
sebelum saya tutup yg ingin saya tanyakan adalah ada yg bilang postingan
emailnya benar dan ada yg bilang hoax..mungkin saya kembalikan ke orgnya
...karena belum sampe pengetahuan saya ke arah situ
seperti yg saya kutip
(ini yg membenarkan)
BenarÂ… dan untuk menjelaskan suatu yang benar juga mesti dengan kaedah dan
cara yang benar.
(tlg diklarifikasi kebenarannya mas temie , biar saudara ahmad dan laiinya
jadi tahu)
Wassalam,
Temie Iswanto
(dan ini yg meragukannya )
Memang sangat benar kalau kita tidak boleh durhaka terhadap orang tua kita,
dan kita juga yakin Alloh berkuasa untuk melakukan ini. Tapi apakah berita
ini benar?
http://www.roslynoxley9.com.au/artists/31/Patricia_Piccinini/249/34973
Salam
Ari
terimakasih saudara2 ku Islam akan jaya jika umatnya tidak berslisih
melainkan utk kebaikan, bukannya perpecahan sebagaimana yg diinginkan umat
lainnya
to mod
maaf jika topik email ini menyimpang dari tujuan milis ini (mungkin topik
ini bagus jika diangkat di milis [EMAIL PROTECTED]
Hemat bandwith. Hapus pesan yang tidak perlu. Subscribe milis: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe milis: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kasma1/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Hemat bandwith. Hapus pesan yang tidak perlu. Subscribe milis: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe milis: [EMAIL PROTECTED]
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "kasma1" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
