Salam damai, ----- Original Message ----- From: Handi <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, 22 November, 2002 5:24 Malam Subject: RE: [Kelenteng] Menyembah berhala
> ------- cut ------- > Mengenai menyembah Kwan Kong jika sebatas ingin mengamalkan suri tauladannya > dan benar - benar menerapkannya dalam kehidupan sehari - hari itu bukan > menyembah berhala, tapi melanjutkan tradisi. Tradisi? Mengapa disebut dgn "melanjutkan tradisi"? Dimana letak ke-tradisi-annya? Mohon bung Handi bisa menjelaskan. > Namun akan berbeda jika Kwan Kong di puja - puja dan mengharapkan > mendapatkan mujizat dari penyembahan itu. Apalagi secara berlebihan, > misalnya dengan meletakkan berbagai sajian di meja abu. Mungkin itu > merupakan penghormatan thd. Kwan Kong, apakah penghormatan harus selalu > dalam bentuk seperti itu dengan meletakkan makanan (mohon maaf karena saya > awam). Meletakkan makanan adalah penghormatan kepada Kwankong? Saya pribadi setuju dgn hal itu. Apakah penghormatan selalu dgn meletakkan makanan? Menurut saya tidak. Terserah pada kita sendiri, penghormatan itu dalam bentuk apa, yang penting adalah hati kita, rasa hormat kita, bukan makanannya. Apakah Dewa itu perlu dgn makanan yang kita sajikan? Jelas tidak perlu. Dewa tidak diberi sajian juga nggak akan menuntut kok .. :-). Setiap agama dan keyakinan mempunyai caranya sendiri utk menghormati Tuhan/Allah/Dewanya. Apakah penghormatan dgn menyajikan makanan itu salah? Relatif, tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Kalau kita pandang dari keyakinan/agama lain mungkin salah. Jangankan dari agama/keyakinan lain, dari satu agama saja banyak terdapat perbedaan yang kadang2 menimbulkan benturan yang keras. > -------- cut -------- > Sebagai bahan sharing : > > Yang saya dapatkan tidak, kita ditekankan untuk meminta permohonan kepada > Kwan Kong dan menyembahnya. Ini bagi saya sudah menularkan keberhalaan yang > selama ini dimiliki olehnya, misalnya oleh Paman saya kepada saya. Karena > Paman saya ternyata memang sangat memujanya untuk mendapatkan berkah dan > bukan mengikuti suri tauladannya. Dan, bgmana cara paman bung Handi memuja Kwankong? Berkah apakah yang diperoleh oleh paman bung Handi? Kesehatan atau kekayaan atau ilmu2 atau ...? Saya kira permohonan yang kita ucapkan layak atau tidak hanya kita sendiri yang bisa menilai. Karena akibat yang timbul juga kita sendiri yang menjalani dan menanggungnya. Kembali ke karma lagi (menurut tridharma lho ... kalau yang lain saya nggak tahu ... :-)). > Akhirnya saya diajarkan untuk menyembah Yang Maha Kuasa dan Maha Pengasih > secara langsung tanpa melalui perantaraan Kwan Kong, ataupun lainnya. Dan > tentunya dengan mengikuti suri tauladan yang notabene sama dengan kisah Kwan > Kong, namun bukan untuk menyembahnya/menghormatinya. Namun menerapkannya > dalam kehidupan sehari - hari. Betul, menurut saya yang terpenting adalah menerapkan dalam laku kita sehari2, apapun ajaran dan apapun yang disembahnya. Mau Kwankong, mau Yang Maha Kuasa, mau Allah Subanawataallah (kalau nggak salah nulisnya ... :-)), atau mau Sang Hyang Widi. Sama saja. Mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan. Salam, kris. > > Quiz hari ini : > Buat apakah jalan Tol dibangun ? > Saya nantikan jawabannya, yang jawabannya tepat akan mendapatkan kupon > gratis menonton F4 di TV Anda masing - masing :) > > Salam, > Handi Kowan > ---------------------------------------------------------------------------- Ikuti polling TELKOM Memo 166 di www.plasa.com dan menangkan hadiah masing-masing Rp 250.000 tunai ---------------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
