> -----Original Message-----
> From: butongpay - [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Tuesday, November 26, 2002 9:04 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [Kelenteng] Menyembah berhala
>
>
> Ikutan yah,
> yang di kagumi itu bukan Kwan Kong namun pribadi Kwan Kongnya yang
> menunjukkan TAO. Agama lain apakah sama ? Menurut saya adalah sama.
> Bukankah kita mencontoh teladan dari seorang yang disebut Nabi ?
> Apakah Kwan Kong minta dipuja ? Saya rasa tidak. Orang menghormati Beliau
> karena sifat luhurnya.( Coba deh baca sejarahnya ). Ok
> regards,
> butongpay
> Krisantio <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Salam damai,
>
[Handi] Memang benar dari orang terkenal kita bisa mengaguminya,
apakah dengan mengaguminya kita bergeser dengan memujanya ? Tentu tidak
bukan ?
> Tradisi? Mengapa disebut dgn "melanjutkan tradisi"? Dimana letak
> ke-tradisi-annya? Mohon bung Handi bisa menjelaskan.
>
> Meletakkan makanan adalah penghormatan kepada Kwankong? Saya pribadi
> setuju
> dgn hal itu. Apakah penghormatan selalu dgn meletakkan makanan? Menurut
> saya
> tidak. Terserah pada kita sendiri, penghormatan itu dalam bentuk apa, yang
> penting adalah hati kita, rasa hormat kita, bukan makanannya. Apakah Dewa
> itu perlu dgn makanan yang kita sajikan? Jelas tidak perlu. Dewa tidak
> diberi sajian juga nggak akan menuntut kok .. :-). Setiap agama dan
> keyakinan mempunyai caranya sendiri utk menghormati Tuhan/Allah/Dewanya.
> Apakah penghormatan dgn menyajikan makanan itu salah? Relatif, tergantung
> dari sisi mana kita melihatnya. Kalau kita pandang dari keyakinan/agama
> lain
> mungkin salah. Jangankan dari agama/keyakinan lain, dari satu agama saja
> banyak terdapat perbedaan yang kadang2 menimbulkan benturan yang keras.
>
> [Handi] Disinilah letal tradisi menurut pandangan saya, * Apakah Dewa
itu perlu dgn makanan yang kita sajikan? Jelas tidak perlu. Dewa
tidak
diberi sajian juga nggak akan menuntut kok .. :-) * Lalu siapakah
yang mempelopori sajian ini ? dan siapa yang melanjutkan, sejak kapan
dimulainya, apakah diajarkan makna sajian ini untuk penghormatan kepada
generasi penerusnya, kenapa yang beredar menjadi pemujaan ? Bukankah
pemujaan identik dengan sajian. Apakah penghormatan sama dengan pemujaan ?
---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]