Haha... Terima kasih sekali anda mau berkomentar saudara jeny, walaupun ini tidak dapat dikatakan berkomentar tetapi bertanya. >saya tidak tau apa yang membuat anda sampai emosi. > yang saya pengen tau apa yang membuat anda bisa emosi???????? Sebenarnya banyak sekali, tapi okelah... salah satunya adalah kata "buddha". kenapa saya bisa emosi? sebelum saya menjawab sayapun mau bertanya kepada yang punya mailing list ini kenapa menggunakan kata "kelenteng" dan bukan "vihara". Menurut saya, sekali lagi ini menurut sepengetahuan saya di lapangan ... vihara bukan dan tidak dapat disamakan dengan kelenteng, kelenteng dan vihara mempunyai banyak sekali perbedaan apalagi jika cuma dilihat dari yang memimpin doa. Saya malah heran waktu saya membaca kata-kata anda diatas dan saya malah jadi tahu kalau anda belum mengerti perbedaan kelenteng dengan vihara. Tetapi tidak apa-apa, saran saya hanya seringlah ke lapangan untuk melihat perbuatan orang-orang vihara maupun kelenteng, dari sana anda akan dapat mengerti perasaan saya. >apa anda bukan orang yang beragama Buddha??????? terus terang setelah saya keluar dari kekangan pikiran kristen saya sangat bangga dengan kata "buddha" di KTP saya, tetapi ya seperti yang saya katakan di atas tadi... sering-seringlah ke lapangan dan anda akan mengetahui apa yang berbeda dan mengapa saya malah menjadi tidak suka dengan kata "buddha" dan sangat-sangat ingin di KTP saya menjadi kata "Khonghucu" atau " Tao". > Saya tidak pernah mendengar orang mengatakan menyembah dewa2 dan thian > lebih penting daripada menyembahyangi leluhurnya,(sebenarnya kita tidak > dapat mengatakan mana yg lebih penting,kedua2nya sama pentingnya karena > Tuhan yg melahirkan Roh kita sedangkan Orang tua yang melahirkan > jasmani kita.)baru pertama kali aku membaca kata2 seperti ini,kenapa > anda bisa berpikir demikian????? Apakah segala sesuatu harus didengar dulu??? anda lahir tahun berapa? rasanya anda sudah terpengaruh dengan pemimpin di Indonesia, pemimpin Indonesia itu ya begitu... dengar dulu dari bawahannya baru tahu kalau terjadi sesuatu itupun kata-kata asal bapak / ibu senang. Perbuatanlah yang harus dilihat... sudah saya katakan dan akan saya katakan lagi kepada anda kalau anda harus sering ke lapangan, orang jaman sekarang itu dirumahnya sudah jarang bahkan ada yang tidak lagi menyembahyangi keluarganya yang sudah meninggal. Mereka lebih sering ke tempat ibadah untuk sembahyang Thian dan dewa-dewa, mengharapkan yang baik untuk mereka tetapi tidak pernah dan jarang untuk "sekedar menghormati" orang sudah meninggal. Thian dan leluhur sama penting? wah.. wah.. wah... anda pasti tidak percaya dan belum pernah membaca tentang Feng Shui. Mungkin anda perlu membaca dulu buku tentang Feng Shui... gak usah jauh-jauh kok nyarinya, di Gramedia pasti ada... coba deh baca ya !! kalau sudah baca dan masih ingin bertanya (berkomentar kata anda) gak papa, saya siap kok mendengar dulu pertanyaan anda. > Kalo kita menyembah Tuhan,Buddha,dewa-dewi,Thian dll itu kan ibaratnya > teori,kita menyembahyangi sesuatu yang tidak ada tapi ada,sedangkan > prakteknya misalnya terhadap keluarga sendiri,karena mereka ,bisa kita > rasakan,pegang dan lihat. Hahaa... jelas sekali kalau anda masih belum mengerti sejarah. Bagaimana orang bisa mengenal buddha, dewa-dewi? Itukan karena mereka memang ada dan pernah hidup di dunia yang kita sebut BUMI ini. Apakah Kwan Kong bukan dewa? kalau anda mengatakan Kwan Kong itu bukan dewa ya kenapa banyak yang menyembahyangi ? apakah anda tidak pernah membaca sam kok? kalau belum ya wajar karena anda penganut "buddha". > Kita berdoa kepada tuhan dan para Buddha untuk bersyukur,memohon dll. > Sedangkan berdoa untuk keluarga itu sekedar mengingat dan mengenang > mereka saja(seperti makan kacang yang tidak lupa kulitnya). Sekedar mengingat dan mengenang ?. Wah wah wah... anda pasti belum pernah di datangi dan dipamiti oleh keluarga anda yang sudah meninggal, mungkin belum ada yang meninggal ya? beruntunglah anda....karena mereka masih hidup. seperti makan kacang yang tidak lupa kulitnya? apakah anda makan kacang juga dengan kulitnya?. coba anda tawari makan kacang tanah anak orang yang baru meninggal, setelah itu lihatlah keluarganya... apakah mereka bertengkar dengan hebat, apakah mereka memperebutkan warisan atau apapun itu namanya?. kenapa orang yang meninggal selalu ada kacang untuk tamu? kenapa????. kalau anda sering ke lapangan anda akan mendapati semua itu adalah benar. > berbakti kepada orang tua dan keluarga itu yang paling penting adalah > semasa mereka hidup bukannya setelah meninggal lalu kita sembahyang2i > dengan barang yang berlebihan,apa kita tau mereka menerima apa yang > kita beri???? Ah... pikiran anda seperti orang kristen saja. Apakah anda berpikir kalau anda mengalami kecelakaan fatal dan ternyata anda hanya luka ringan adalah pertolongan Thian ataupun dewa-dewi? itu karena anda telah memberi leluhur anda sandan pangan dan segala sesuatunya yang membuat mereka kuat untuk menjaga anda yang tidak lain adalah keturunannya. tidak percaya?? cobalah untuk memaki leluhur anda dan saya berani menjamin kalau anda akan merasakan akibatnya. > Pertanyaanmu tentang apakah menyembah dewa2 dan Thian itu apakah lebih > penting dari pada makan 3x sehari???????? > menurutku itu sama pentingnya.Dapatkah orang menjelaskan mana yang > lebih penting?????? > saya rasa anda pasti uda tau jawabannya Tentu saja saya tahu jawabannya. saya malah ingin bertanya kepada anda, kalau anda tidak makan apakah anda bisa tekun dan nyaman serta tenang dalam menyembahyangi mereka. Orang-orang tua selalu mengatakan Te It Kho Pak To, Te Ji Koh Hut Cho (artinya pertama jagalah perutmu, kedua baru jaga Thian). Mungkin orang tuamu tidak pernah mengajarkan anda ya?. Dari kata-kata diatas saya mengatakan pada anda kalau yang paling penting adalah isilah perutmu terlebih dahulu sebelum anda sembahyang, ini sekaligus menjawab pertanyaan anda, manakah yang lebih penting? tentu saja makan dulu...
Khongliauw ----- Original Message ----- From: jeny <[EMAIL PROTECTED]> To: Mailing list kelenteng <[EMAIL PROTECTED]>; Khongliauw <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, March 20, 2003 1:24 PM Subject: Re: [Kelenteng] Emosi yang tak tertahankan dari saya!! > hallo..... > saya ingin sedikit berkomentar tentang pertanyaan anda,bukan mengkritik > anda;) > saya tidak tau apa yang membuat anda sampai emosi. > yang saya pengen tau apa yang membuat anda bisa emosi???????? > Dan kenapa juga harus emosi??????? > apa anda bukan orang yang beragama Buddha??????? > Dan kenapa anda bisa bertanya apakah orang yang menyembah dewa2 dan > Thian apa juga pernah bersembahyang untuk keluarganya yang uda > meninggal? > Setau saya orang lain dan juga saya sendiri yang menyembah Tuhan dan > Para Buddha pasti juga menyembahyangi para leluhurnya. > Saya tidak pernah mendengar orang mengatakan menyembah dewa2 dan thian > lebih penting daripada menyembahyangi leluhurnya,(sebenarnya kita tidak > dapat mengatakan mana yg lebih penting,kedua2nya sama pentingnya karena > Tuhan yg melahirkan Roh kita sedangkan Orang tua yang melahirkan > jasmani kita.)baru pertama kali aku membaca kata2 seperti ini,kenapa > anda bisa berpikir demikian????? > kalo ada yang berpikir demikian itu sama sekali tidak benar. > Kalo kita menyembah Tuhan,Buddha,dewa-dewi,Thian dll itu kan ibaratnya > teori,kita menyembahyangi sesuatu yang tidak ada tapi ada,sedangkan > prakteknya misalnya terhadap keluarga sendiri,karena mereka ,bisa kita > rasakan,pegang dan lihat. > Jika ada seorang yang mengatakan dia sangat taat dan beriman kepada > Tuhan tapi kenyataannya dia tidak pernah berbakti kepada orang tua > itu sangat munafik sekali.berbakti kepada orang tua n keluarga yang > tiap hari kita lihat saja tidak bisa bgmn dia dapat mengatakan dirinya > taat dan orang yang beriman kepada Tuhan sedangkan Tuhan sendiri > apakah ada yang pernah melihatnya,Sebenarnya kedua2nya perlu dan > penting untuk kita sembahyangi. > Kita berdoa kepada tuhan dan para Buddha untuk bersyukur,memohon dll. > Sedangkan berdoa untuk keluarga itu sekedar mengingat dan mengenang > mereka saja(seperti makan kacang yang tidak lupa kulitnya). > berbakti kepada orang tua dan keluarga itu yang paling penting adalah > semasa mereka hidup bukannya setelah meninggal lalu kita sembahyang2i > dengan barang yang berlebihan,apa kita tau mereka menerima apa yang > kita beri???? > Pertanyaanmu tentang apakah menyembah dewa2 dan Thian itu apakah lebih > penting dari pada makan 3x sehari???????? > menurutku itu sama pentingnya.Dapatkah orang menjelaskan mana yang > lebih penting?????? > saya rasa anda pasti uda tau jawabannya. > > sorry jika ada kata2 yang kurang tepat,tapi saya rasa pertanyaan itu > tidak perlu ditanyakan. > > thank's. > > > > -----Original Message----- > From: "Khongliauw" <[EMAIL PROTECTED]> > To: "Mailing list kelenteng" <[EMAIL PROTECTED]> > Date: Thu, 20 Mar 2003 08:29:46 +0700 > Subject: [Kelenteng] Emosi yang tak tertahankan dari saya!! > > >Saya membaca banyak sekali kliping maupun pertanyaan dari mailing list > >ini, tapi semakin dibaca semakin meningkat emosi saya. > >banyak hal yang saya tidak setuju, sebenarnya sayapun tidak ingin > >mengetik dan mengirimkannya ke mailing list ini. hari ini saya hanya > >ingin bertanya pada anda semuanya. > > > >Kalian tentunya adalah orang-orang yang boleh dibilang sangat taat dan > >kuat imannya. Kalian setiap hari menyembah pada dewa dan Thian. Setiap > >hari kalian membaca Nama-Nama Buddha atau Keng, setiap bulan tanggal 1 > >dan 15 (tanggalan China) pasti ke Klenteng untuk menyembah. Semuanya > >untuk dewa-dewa dan Thian, TETAPI apakah kalian pernah dan sering > >menyembah untuk keluarga kalian yang sudah meninggal???. Kalian > >tentunya mengerti arti kata U-Hau dan U-Liong (berbakti pada orang > >yang lebih tua dan berbakti pada negara). Apakah menyembah dewa maupun > >Thian lebih penting daripada keluarga sendiri???. Apakah menyembah > >dewa maupun Thian lebih penting dari mencari makan 3 X sehari???. Itu > >sama saja dengan kehidupan sehari-hari anda yang memuji dan memuja > >orang yang kaya, kharismatik dan sebagainya tetapi sesampainya dirumah > >anda tidak pernah berbuat hal yang sama pada keluarga anda sendiri. > > > >Memang berbuat kebajikan itu penting, memang menyembah dewa dan Thian > >itu penting. Tapi lebih penting lagi untuk berbuat kebajikan pada yang > >kelihatan dan berada di dekat anda daripada sengaja pergi ke Tuban > >maupun daerah lain yang sangat jauh hanya untuk menyembah dewa maupun > >Thian dan beramal di sana. > > > >Cobalah pikirkan lebih dahulu.... baru anda mengritik saya. > >Terima kasih atas perhatiannya. > > > >Khongliauw > > > > > > --------------------------------------------------------------------- > Milis Kelenteng - Quan Shui > URL: http://lists.quanshui.org > Posting, email: [EMAIL PROTECTED] > Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
