Terima kasih untuk tanggapannya saudara Ronny...
Saya sangat senang anda dapat bergabung untuk memberikan tanggapan anda, ini
memang sudah saya nanti-nantikan.
Anda mengatakan saya fundamentalis, apa definisi anda terhadap kata
"fundamentalis" itu sendiri?
Tampaknya anda tidak membaca awal tulisan saya... tapi gak papa... saya
mengerti kalau anda adalah seorang yang sibuk. Tolong di baca dulu awal
tulisan saya saudara Ronny, di awal tulisan saya menulis bahwa banyak hal
yang saya tidak setuju. Apakah seorang yang kebetulan tidak sependapat
dengan anda dan kebetulan juga belum pernah menjawab tanggapan di mailing
list ini bisa dikatakan TIDAK PERNAH MEMBACA tanggapan dari saudara yang
lain.

>memang vihara berbeda dengan kelenteng dari satu sisi, tapi di sisi lain
kelenteng adalah sarana umat Tridharma dalam menjalankan aktivitas
>keagamaan baik itu berasal dari Tao, Khonghucu dan Buddha. di Indonesia
agama Buddha berkembang dengan pesat  dan kebanyakan berasal dari daratan
tiongkok dengan kelenteng sebagai ciri khasnya. dan beberpa bikkhu pun
berasal dari kelenteng,ini tidak dapat anda pungkiri.makanya baca buku
sejarah  ok :-))).
>klo anda mau menyalahkan , salahkan leluhur kita yang membawa budaya koq
>campur-campur hehehehehe

Tampaknya stok buku sejarah anda masih kurang tuh... Apakah anda tidak
mengetahui bagaimana di Indonesia bisa terdapat Tridharma ? Bagaimana awal
terjadinya Tridharma ? Tampaknya malah anda yang perlu beli buku sejarah
lagi untuk di baca saudara Ronny. Tampaknya anda bukan orang yang U-Hau,
anda senang sekali menyalahkan leluhur kita, tetapi tidak melihat fakta yang
terjadi pada leluhur kita. Anda perlu lebih banyak ke lapangan dan melihat
fakta yang terjadi saudara Ronny daripada banyak sembahyang tapi suka
menyalahkan.... itu tidak baik untuk kesehatan anda  hehehe...

> mengapa anda tidak suka???? apakah agama buddha mengekang anda untuk
> melakukan aktivitas anda dalam beribadah. klo iya dimana??? dan kapan???
>klo saya pikir malah agama Buddha bisa masuk ke suatu budaya tanpa
>meninggalkan kebudayaan asalnya koq. karena ajaran toleransinya sangat2
>tinggi. sekarang klo anda tidak suka lalu apa tindakan anda??? klo memang
>tujuan anda ingin mencantumkan kata2 'Tao' atau 'Khonghucu', itu baik tapi
>tolong perjuangan anda salah arah, bukan kemilis ini tapi ke pemerintah
yang >masih gamang dalam mengesahkan dua agama itu menjadi agama yang sah.
>contohlah saudara Bingky yang dengan getol memperjuangkan agar >khonghucu
di akui sbg agama. perjuangan anda itu sudah kuno dan >ketinggalan jaman.
klo yang lebih ngetrend saat ini adalah penghapusan agama >di KTP sehingga
tidak ada pengkotak-kotakan dan pembeda-bedaan >agama.krn agama adalah hak
pribadi tiap2 orang
Perjuangan itu tidak harus di kehidupan nyata saudara Ronny.... Jika sudah
mengetahui tidak bisa dilaksanakan apakah masih ngotot berjuang secara
membabi buta? Peranglah jika kamu yakin menang... apakah anda tidak pernah
mendengar kata-kata ini... karena saya bukan penganut buddha makanya saya
tidak masuk ke mailing list buddha saudara Ronny... untuk itulah saya hanya
tertarik pada mailing list ini... tetapi.... saya kecewa dengan oknum di
mailing list ini. Penghapusan agama di KTP itu tidak menyelesaikan masalah
saudara Ronny... Anda sendiri sangat bangga dengan kata-kata buddha makanya
anda memberikan tanggapan anda kepada saya kan??? jadi apakah itu merupakan
suatu penyelesaian atau malah hanya suatu TREND kata anda???

> > Kalo kita menyembah Tuhan,Buddha,dewa-dewi,Thian dll itu kan >>ibaratnya
teori,kita menyembahyangi sesuatu yang tidak ada tapi ada,(punya saudara
Jeny)
>yang dimaksud sdr jeny adalah mereka semua sudah tidak ada sekrg tapi
>dulunya ya ada. makanya baca ya baik2 tanggapan orang
Bagaimana anda dapat mengatakan demikian, nampaknya anda sangat memahami
pikiran saudara Jeny... saya salut pada anda. Saudara Jeny tidak hanya
mengatakan buddha, dewa-dewi, tetapi juga Thian dan Tuhan... Apakah anda
sudah membaca tulisan saudara Jeny ??? saya jadi ragu dengan anda, anda
sangat menantang dalam tanggapan anda tapi sepertinya tidak membaca komentar
saudara jeny secara keseluruhan... Apakah anda tahu Tuhan dan Thian dulu
PERNAH HIDUP di dunia ini, di BUMI ini ??? saya salut untuk loyalitas anda
pada sesama buddha, tapi BACALAH terlebih dahulu secara keseluruhan.

>klo masalah baca membaca buku jangan men 'cap' orang dari agamanya tapi
>orangnya. anda sendiri mungkin nggak baca buku lain selain buku anda
>sendiri. saya rasa tidak makanya pemikiran anda menjadi sempit dan tidak
>berkembang. anda mungkin berkilah bahwa buku2 pengetahuan lain nggak
>penting tapi apa salahnya membaca dan mengerti sehingga anda tidak seperti
>katak di bawah tempurung, yang tahunya hanya budaya sendiri tapi budaya
>lain tidak tahu
Saya tidak pernah menulis buku bagaimana saya hanya membaca buku saya
sendiri... semua buku yang saya baca adalah tulisan orang lain. Orang yang
"Bodoh" saja yang selalu menunjukkan kalau dia sudah mempelajari ilmu ini
dan ilmu itu karena itu sama dengan menunjukkan kelemahannya. Apakah saya
harus mengatakan kepada anda saya sudah membaca buku "A" sampai "Z" baru
anda mengatakan kalau pemikiran saya tidak sempit dan berkembang ??? Anda
sangat percaya diri... kalau anda sudah mengetahui budaya anda sendiri,
sedangkan budaya anda sendiri tidak akan pernah bisa dipelajari habis dalam
sekejab mata... dan karena anda mengatakan kalau anda banyak sekali membaca
buku ... apakah ini juga anda ketahui???

>hal ini tidak terlepas dari karma, bagaimana dengan orang krist.... yang
>membakar dan menghancurkan sembahyang nenek moyang tapi koq tambah >kaya.
anda orang sby pasti tahu besarnya graha bethany.
Hahaa.. anda benar-benar tidak pernah melihat kejadian yang terjadi pada
orang kristen maupun orang yang beragama lain termasuk buddha, Khonghucu,
dan Tao.. terutama leluhur mereka... dan tampaknya anda belum pernah
mempunyai buku tentang Feng Shui, saran saya cepat-cepatlah beli dan BACA
terlebih dahulu baru anda tanyakan kalau tidak mengerti. Orang itu tidak
bisa dilihat waktu sekarang saja, tetapi harus dilihat juga leluhurnya...
terutama posisi dan letak makam leluhur mereka. Belum lagi dilihat dari
letak dan posisi rumahnya.... letak kepala waktu tidur, posisi pintu utama
.. banyak sekali. Saya malas menjelaskan pada anda karena pasti percuma...
yah... saran saya baca dulu ya bukunya... ada kok buku bagi yang tidak
percaya Feng Shui (maksud saya ada contoh dari karya leluhur waktu jaman
kekaisaran dulu maupun contoh dari orang-orang yang sudah mencobanya)...
cari aja di Gramedia... dekat kan dengan rumah anda!!!

>mereka semua nggak percaya leluhur dan menginjak-injak leluhurnya, tapi apa
>hasilnya, tambah kaya dan tambah makmur aja
Jadi apakah anda tertarik masuk dan merubah keyakinan anda ???.

NB: Saudara Ronny....
Saya harap persahabatan kita tidak menjadi renggang hanya karena perbedaan
prinsip dan keyakinan pada diri kita masing-masing.... :))
PEACE  FOREVER !!!

Khongliauw

----- Original Message -----
From: ronny winarto <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, March 21, 2003 10:41 AM
Subject: Re: [Kelenteng] Emosi yang tak tertahankan dari saya!!


> Namo Buddhaya,
>
> kelihatannya kita mendapat seorang fundamentalis baru, dan fundamentalis
> satu ini kelihatannya agak2 ('sorry') ngawur dalam berbicara hehehe. di
> satu sisi ada orang yang fundamentalis terhadap vihara dan di sisi yg lain
> di milis ini ada seorang fundamentalis terhadap budayanya sendiri, dan
tidak
> pernah membaca email tanggapan dari beberapa teman kapan hari mengenai
> vihara dan kelenteng. ok akan aku tanggapi tulisan anda
>
> tulisan anda:
> '..................vihara bukan dan tidak dapat disamakan dengan
kelenteng,
> kelenteng dan
> vihara mempunyai banyak sekali perbedaan apalagi jika cuma dilihat dari
yang
> memimpin doa.....................'
>
> memang vihara berbeda dengan kelenteng dari satu sisi, tapi di sisi lain
> kelenteng adalah sarana umat Tridharma dalam menjalankan aktivitas
keagamaan
> baik itu berasal dari Tao, Khonghucu dan Buddha. di Indonesia agama Buddha

> berkembang dengan pesat  dan kebanyakan berasal dari daratan tiongkok
dengan
> kelenteng sebagai ciri khasnya. dan beberpa bikkhu pun berasal dari
> kelenteng,ini tidak dapat anda pungkiri.makanya baca buku sejarah  ok
:-))).
> klo anda mau menyalahkan , salahkan leluhur kita yang membawa budaya koq
> campur-campur hehehehehe
>
> tulisan anda:
> "........saya sangat
> bangga dengan kata "buddha" di KTP saya, tetapi ya seperti yang saya
katakan
> di atas tadi... sering-seringlah ke lapangan dan anda akan mengetahui apa
> yang berbeda dan mengapa saya malah menjadi tidak suka dengan kata
"buddha"
> dan sangat-sangat ingin di KTP saya menjadi kata "Khonghucu" atau "
> Tao"....'
>
> mengapa anda tidak suka???? apakah agama buddha mengekang anda untuk
> melakukan aktivitas anda dalam beribadah. klo iya dimana??? dan kapan???
klo
> saya pikir malah agama Buddha bisa masuk ke suatu budaya tanpa
meninggalkan
> kebudayaan asalnya koq. karena ajaran toleransinya sangat2 tinggi.
> sekarang klo anda tidak suka lalu apa tindakan anda??? klo memang tujuan
> anda ingin mencantumkan kata2 'Tao' atau 'Khonghucu', itu baik tapi tolong
> perjuangan anda salah arah, bukan kemilis ini tapi ke pemerintah yang
masih
> gamang dalam mengesahkan dua agama itu menjadi agama yang sah. contohlah
> saudara Bingky yang dengan getol memperjuangkan agar khonghucu di akui sbg
> agama. perjuangan anda itu sudah kuno dan ketinggalan jaman. klo yang
lebih
> ngetrend saat ini adalah penghapusan agama di KTP sehingga tidak ada
> pengkotak-kotakan dan pembeda-bedaan agama.krn agama adalah hak pribadi
> tiap2 orang
>
> tulisan anda
> "....Hahaa... jelas sekali kalau anda masih belum mengerti sejarah.
> Bagaimana
> orang bisa mengenal buddha, dewa-dewi? Itukan karena mereka memang ada dan
> pernah hidup di dunia yang kita sebut BUMI ini. Apakah Kwan Kong bukan
dewa?
> kalau anda mengatakan Kwan Kong itu bukan dewa ya kenapa banyak yang
> menyembahyangi ? apakah anda tidak pernah membaca sam kok? kalau belum ya
> wajar karena anda penganut "buddha".......'
>
> yang dimaksud sdr jeny adalah mereka semua sudah tidak ada sekrg tapi
> dulunya ya ada. makanya baca ya baik2 tanggapan orang
> apakah orang tidak membaca samkok berarti orang BUddha.sya aja samapai
baca
> berkali-kali koq,  agama Buddha tidak pernah dan tidak melarang
penganutnya
> untuk tidak membaca atau mempelajari kitab atau buku suci agama lain. lain
> dengan agama samawi, makanya baca sejarah dong, bagaimana raja Asoka
> menuliskan prasasti yang sampai sekrg ada dimana disitu tertulis mengenai
> toleransi, dimana di salah satu tulisannya tertulis bahwa toleransi itu
> termasuk mau mempelajari yang lain, pernahkah anda tahu, mungkin nggak
tahu
> wong yang anda baca cuman budaya anda sendiri koq, main2 aja kermhku nanti
> aku kasih tahu ok. saya pikir 2 lucu sekali pendapat anda ini. bagaimana
> dengan orang2 barat yg menerapkan taktik samkok dalam perang mereka???.
> harap diketahui, pernah saya berdebat di milis ini dengan sdr TDL (yg saya
> anggap mengerti betul masalah agama TAO), yang mati-matian membela
Kwankong
> karena saya waktu itu memakai kisah sam kok untuk memberikan tanggapan ke
> anggota lain. dia nggak terima klo Kwankong itu seperti yang ada di Buku
> samkok krn dia berfikir bahwa buku itu adalah roman dan klo roman maka
> banyak nggak benernya dibanding benernya. klo masalah baca membaca buku
> jangan men 'cap' orang dari agamanya tapi orangnya. anda sendiri mungkin
> nggak baca buku lain selain buku anda sendiri. saya rasa tidak makanya
> pemikiran anda menjadi sempit dan tidak berkembang. anda mungkin berkilah
> bahwa buku2 pengetahuan lain nggak penting tapi apa salahnya membaca dan
> mengerti sehingga anda tidak seperti katak di bawah tempurung, yang
tahunya
> hanya budaya sendiri tapi budaya lain tidak tahu
>
> tulisan anda;
> '.....cobalah
> untuk memaki leluhur anda dan saya berani menjamin kalau anda akan
merasakan
> akibatnya...."
>
> hal ini tidak terlepas dari karma, bagaimana dengan orang krist.... yang
> membakar dan menghancurkan sembahyang nenek moyang tapi koq tambah kaya.
> anda orang sby pasti tahu besarnya graha bethany.
>
> mereka semua nggak percaya leluhur dan menginjak-injak leluhurnya, tapi
apa
> hasilnya, tambah kaya dan tambah makmur aja.
>
>
> ok itu tanggapan saya
>
>
>
> ronny
> -------Original Message-------
>
> From: [EMAIL PROTECTED]
> Date: Friday, March 21, 2003 06:50:51
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [Kelenteng] Emosi yang tak tertahankan dari saya!!
>
> Haha... Terima kasih sekali anda mau berkomentar saudara jeny, walaupun
ini
> tidak dapat dikatakan berkomentar tetapi bertanya.
> >saya tidak tau apa yang membuat anda sampai emosi.
> > yang saya pengen tau apa yang membuat anda bisa emosi????????
> Sebenarnya banyak sekali, tapi okelah... salah satunya adalah kata
"buddha".
> kenapa saya bisa emosi? sebelum saya menjawab sayapun mau bertanya kepada
> yang punya mailing list ini kenapa menggunakan kata "kelenteng" dan bukan
> "vihara".
> Menurut saya, sekali lagi ini menurut sepengetahuan saya di lapangan ...
> vihara bukan dan tidak dapat disamakan dengan kelenteng, kelenteng dan
> vihara mempunyai banyak sekali perbedaan apalagi jika cuma dilihat dari
yang
> memimpin doa. Saya malah heran waktu saya membaca kata-kata anda diatas
dan
> saya malah jadi tahu kalau anda belum mengerti perbedaan kelenteng dengan
> vihara.
> Tetapi tidak apa-apa, saran saya hanya seringlah ke lapangan untuk melihat
> perbuatan orang-orang vihara maupun kelenteng, dari sana anda akan dapat
> mengerti perasaan saya.
> >apa anda bukan orang yang beragama Buddha???????
> terus terang setelah saya keluar dari kekangan pikiran kristen saya sangat
> bangga dengan kata "buddha" di KTP saya, tetapi ya seperti yang saya
katakan
> di atas tadi... sering-seringlah ke lapangan dan anda akan mengetahui apa
> yang berbeda dan mengapa saya malah menjadi tidak suka dengan kata
"buddha"
> dan sangat-sangat ingin di KTP saya menjadi kata "Khonghucu" atau " Tao".
> > Saya tidak pernah mendengar orang mengatakan menyembah dewa2 dan thian
> > lebih penting daripada menyembahyangi leluhurnya,(sebenarnya kita tidak
> > dapat mengatakan mana yg lebih penting,kedua2nya sama pentingnya karena
> > Tuhan yg melahirkan Roh kita sedangkan Orang tua yang melahirkan
> > jasmani kita.)baru pertama kali aku membaca kata2 seperti ini,kenapa
> > anda bisa berpikir demikian?????
> Apakah segala sesuatu harus didengar dulu??? anda lahir tahun berapa?
> rasanya anda sudah terpengaruh dengan pemimpin di Indonesia, pemimpin
> Indonesia itu ya begitu... dengar dulu dari bawahannya baru tahu kalau
> terjadi sesuatu itupun kata-kata asal bapak / ibu senang. Perbuatanlah
yang
> harus dilihat... sudah saya katakan dan akan saya katakan lagi kepada anda
> kalau anda harus sering ke lapangan, orang jaman sekarang itu dirumahnya
> sudah jarang bahkan ada yang tidak lagi menyembahyangi keluarganya yang
> sudah meninggal. Mereka lebih sering ke tempat ibadah untuk sembahyang
Thian
> dan dewa-dewa, mengharapkan yang baik untuk mereka tetapi tidak pernah dan
> jarang untuk "sekedar menghormati" orang sudah meninggal.
> Thian dan leluhur sama penting? wah.. wah.. wah... anda pasti tidak
percaya
> dan belum pernah membaca tentang Feng Shui. Mungkin anda perlu membaca
dulu
> buku tentang Feng Shui... gak usah jauh-jauh kok nyarinya, di Gramedia
pasti
> ada... coba deh baca ya !! kalau sudah baca dan masih ingin bertanya
> (berkomentar kata anda) gak papa, saya siap kok mendengar dulu pertanyaan
> anda.
> > Kalo kita menyembah Tuhan,Buddha,dewa-dewi,Thian dll itu kan ibaratnya
> > teori,kita menyembahyangi sesuatu yang tidak ada tapi ada,sedangkan
> > prakteknya misalnya terhadap keluarga sendiri,karena mereka ,bisa kita
> > rasakan,pegang dan lihat.
> Hahaa... jelas sekali kalau anda masih belum mengerti sejarah. Bagaimana
> orang bisa mengenal buddha, dewa-dewi? Itukan karena mereka memang ada dan
> pernah hidup di dunia yang kita sebut BUMI ini. Apakah Kwan Kong bukan
dewa?
> kalau anda mengatakan Kwan Kong itu bukan dewa ya kenapa banyak yang
> menyembahyangi ? apakah anda tidak pernah membaca sam kok? kalau belum ya
> wajar karena anda penganut "buddha".
> > Kita berdoa kepada tuhan dan para Buddha untuk bersyukur,memohon dll.
> > Sedangkan berdoa untuk keluarga itu sekedar mengingat dan mengenang
> > mereka saja(seperti makan kacang yang tidak lupa kulitnya).
> Sekedar mengingat dan mengenang ?. Wah wah wah... anda pasti belum pernah
di
> datangi dan dipamiti oleh keluarga anda yang sudah meninggal, mungkin
belum
> ada yang meninggal ya? beruntunglah anda....karena mereka masih hidup.
> seperti makan kacang yang tidak lupa kulitnya? apakah anda makan kacang
juga
> dengan kulitnya?. coba anda tawari makan kacang tanah anak orang yang baru
> meninggal, setelah itu lihatlah keluarganya... apakah mereka bertengkar
> dengan hebat, apakah mereka memperebutkan warisan atau apapun itu
namanya?.
> kenapa orang yang meninggal selalu ada kacang untuk tamu? kenapa????.
kalau
> anda sering ke lapangan anda akan mendapati semua itu adalah benar.
> > berbakti kepada orang tua dan keluarga itu yang paling penting adalah
> > semasa mereka hidup bukannya setelah meninggal lalu kita sembahyang2i
> > dengan barang yang berlebihan,apa kita tau mereka menerima apa yang
> > kita beri????
> Ah... pikiran anda seperti orang kristen saja. Apakah anda berpikir kalau
> anda mengalami kecelakaan fatal dan ternyata anda hanya luka ringan adalah
> pertolongan Thian ataupun dewa-dewi? itu karena anda telah memberi leluhur
> anda sandan pangan dan segala sesuatunya yang membuat mereka kuat untuk
> menjaga anda yang tidak lain adalah keturunannya. tidak percaya?? cobalah
> untuk memaki leluhur anda dan saya berani menjamin kalau anda akan
merasakan
> akibatnya.
> > Pertanyaanmu tentang apakah menyembah dewa2 dan Thian itu apakah lebih
> > penting dari pada makan 3x sehari????????
> > menurutku itu sama pentingnya.Dapatkah orang menjelaskan mana yang
> > lebih penting??????
> > saya rasa anda pasti uda tau jawabannya
> Tentu saja saya tahu jawabannya. saya malah ingin bertanya kepada anda,
> kalau anda tidak makan apakah anda bisa tekun dan nyaman serta tenang
dalam
> menyembahyangi mereka. Orang-orang tua selalu mengatakan Te It Kho Pak To,
> Te Ji Koh Hut Cho (artinya pertama jagalah perutmu, kedua baru jaga
Thian).
> Mungkin orang tuamu tidak pernah mengajarkan anda ya?. Dari kata-kata
diatas
> saya mengatakan pada anda kalau yang paling penting adalah isilah perutmu
> terlebih dahulu sebelum anda sembahyang, ini sekaligus menjawab pertanyaan
> anda, manakah yang lebih penting? tentu saja makan dulu...
>
> Khongliauw
>
> ----- Original Message -----
> From: jeny <[EMAIL PROTECTED]>
> To: Mailing list kelenteng <[EMAIL PROTECTED]>; Khongliauw
> <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Thursday, March 20, 2003 1:24 PM
> Subject: Re: [Kelenteng] Emosi yang tak tertahankan dari saya!!
>
>
> > hallo.....
> > saya ingin sedikit berkomentar tentang pertanyaan anda,bukan mengkritik
> > anda;)
> > saya tidak tau apa yang membuat anda sampai emosi.
> > yang saya pengen tau apa yang membuat anda bisa emosi????????
> > Dan kenapa juga harus emosi???????
> > apa anda bukan orang yang beragama Buddha???????
> > Dan kenapa anda bisa bertanya apakah orang yang menyembah dewa2 dan
> > Thian apa juga pernah bersembahyang untuk keluarganya yang uda
> > meninggal?
> > Setau saya orang lain dan juga saya sendiri yang menyembah Tuhan dan
> > Para Buddha pasti juga menyembahyangi para leluhurnya.
> > Saya tidak pernah mendengar orang mengatakan menyembah dewa2 dan thian
> > lebih penting daripada menyembahyangi leluhurnya,(sebenarnya kita tidak
> > dapat mengatakan mana yg lebih penting,kedua2nya sama pentingnya karena
> > Tuhan yg melahirkan Roh kita sedangkan Orang tua yang melahirkan
> > jasmani kita.)baru pertama kali aku membaca kata2 seperti ini,kenapa
> > anda bisa berpikir demikian?????
> > kalo ada yang berpikir demikian itu sama sekali tidak benar.
> > Kalo kita menyembah Tuhan,Buddha,dewa-dewi,Thian dll itu kan ibaratnya
> > teori,kita menyembahyangi sesuatu yang tidak ada tapi ada,sedangkan
> > prakteknya misalnya terhadap keluarga sendiri,karena mereka ,bisa kita
> > rasakan,pegang dan lihat.
> > Jika ada seorang yang mengatakan dia sangat taat dan beriman kepada
> > Tuhan tapi kenyataannya dia tidak pernah berbakti kepada orang tua
> > itu sangat munafik sekali.berbakti kepada orang tua n keluarga yang
> > tiap hari kita lihat saja tidak bisa bgmn dia dapat mengatakan dirinya
> > taat dan orang yang beriman kepada Tuhan sedangkan Tuhan sendiri
> > apakah ada yang pernah melihatnya,Sebenarnya kedua2nya perlu dan
> > penting untuk kita sembahyangi.
> > Kita berdoa kepada tuhan dan para Buddha untuk bersyukur,memohon dll.
> > Sedangkan berdoa untuk keluarga itu sekedar mengingat dan mengenang
> > mereka saja(seperti makan kacang yang tidak lupa kulitnya).
> > berbakti kepada orang tua dan keluarga itu yang paling penting adalah
> > semasa mereka hidup bukannya setelah meninggal lalu kita sembahyang2i
> > dengan barang yang berlebihan,apa kita tau mereka menerima apa yang
> > kita beri????
> > Pertanyaanmu tentang apakah menyembah dewa2 dan Thian itu apakah lebih
> > penting dari pada makan 3x sehari????????
> > menurutku itu sama pentingnya.Dapatkah orang menjelaskan mana yang
> > lebih penting??????
> > saya rasa anda pasti uda tau jawabannya.
> >
> > sorry jika ada kata2 yang kurang tepat,tapi saya rasa pertanyaan itu
> > tidak perlu ditanyakan.
> >
> > thank's.
> >
> >
> >
> > -----Original Message-----
> > From: "Khongliauw" <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: "Mailing list kelenteng" <[EMAIL PROTECTED]>
> > Date: Thu, 20 Mar 2003 08:29:46 +0700
> > Subject: [Kelenteng] Emosi yang tak tertahankan dari saya!!
> >
> > >Saya membaca banyak sekali kliping maupun pertanyaan dari mailing list
> > >ini, tapi semakin dibaca semakin meningkat emosi saya.
> > >banyak hal yang saya tidak setuju, sebenarnya sayapun tidak ingin
> > >mengetik dan mengirimkannya ke mailing list ini. hari ini saya hanya
> > >ingin bertanya pada anda semuanya.
> > >
> > >Kalian tentunya adalah orang-orang yang boleh dibilang sangat taat dan
> > >kuat imannya. Kalian setiap hari menyembah pada dewa dan Thian. Setiap
> > >hari kalian membaca Nama-Nama Buddha atau Keng, setiap bulan tanggal 1
> > >dan 15 (tanggalan China) pasti ke Klenteng untuk menyembah. Semuanya
> > >untuk dewa-dewa dan Thian, TETAPI apakah kalian pernah dan sering
> > >menyembah untuk keluarga kalian yang sudah meninggal???. Kalian
> > >tentunya mengerti arti kata U-Hau dan U-Liong (berbakti pada orang
> > >yang lebih tua dan berbakti pada negara). Apakah menyembah dewa maupun
> > >Thian lebih penting daripada keluarga sendiri???. Apakah menyembah
> > >dewa maupun Thian lebih penting dari mencari makan 3 X sehari???. Itu
> > >sama saja dengan kehidupan sehari-hari anda yang memuji dan memuja
> > >orang yang kaya, kharismatik dan sebagainya tetapi sesampainya dirumah
> > >anda tidak pernah berbuat hal yang sama pada keluarga anda sendiri.
> > >
> > >Memang berbuat kebajikan itu penting, memang menyembah dewa dan Thian
> > >itu penting. Tapi lebih penting lagi untuk berbuat kebajikan pada yang
> > >kelihatan dan berada di dekat anda daripada sengaja pergi ke Tuban
> > >maupun daerah lain yang sangat jauh hanya untuk menyembah dewa maupun
> > >Thian dan beramal di sana.
> > >
> > >Cobalah pikirkan lebih dahulu.... baru anda mengritik saya.
> > >Terima kasih atas perhatiannya.
> > >
> > >Khongliauw
> > >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------------------------------------------
> > Milis Kelenteng - Quan Shui
> > URL: http://lists.quanshui.org
> > Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
> > Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Milis Kelenteng - Quan Shui
> URL: http://lists.quanshui.org
> Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
> Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Milis Kelenteng - Quan Shui
> URL: http://lists.quanshui.org
> Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
> Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>

---------------------------------------------------------------------
Jangan Lewatkan!
Pecinan.com - http://www.pecinan.com
Tionghoa dalam Budaya dan Tradisi

---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke