At 10:30 30/06/03 +0700, 
ronny :
>ini lah yang saya takutkan dari kapan hari, kelihatannya mereka balas dendam
> dan sebagai sasarannya adalah anak-anak kita, iya di kota besar kayak
>Jakarta ada sekolah Buddhis, klo daerah lain gimana ya????
==================================================================
analise :
Salam kenal bung Ronny.
Hemat saya sekolah yg dimaksud oleh bung Tjing Wen adalah sekolahan yg
didirikan oleh yayasan kristiani - Katolik atau Kristen? Dari sejak dulu
sebelum ada UU Sisdiknas (SPN), yayasan sekolah kristiani memang membuat
aturan seluruh murid2nya mengikuti pendidikan agama kristiani (Katolik a/
Kristen) tanpa kecuali. Maka itu lahirlah UU SPN karena banyak dari
saudara2 Muslim yg keberatan anaknya dididik agama kristiani.
Demikian pula sekolah yg didirikan oleh yayasan muslim, mereka menggunakan
aturan2 dan pendidikan sesuai dengan ajaran agama mereka.
Sepintas, tulisan bung Tjing Wen mengesankan sekolah kristiani 'balas
dendam' karena adanya UU SPN. Pada hal keadaan tersebut sudah lama terjadi
dan bukan baru sekarang ini.


ronny :
>lalu bagaimana dengan sekolah muslim ya, apa mereka melakukan hal yang
>sama???
==========================================================
analise :
Saya kira dahulu (sebelum UU SPN) juga melakukan hal yg sama dgn sekolahan
kristiani. Lihat saja hampir semua murid putri sekolah muslim memakai
jilbab. Mungkin kalau anak putri saya sekolah disana juga harus pakai
jilbab biarpun anak saya sembahyang di Kelenteng :-(


ronny :
>klo mereka melakukan hal yang sama maka hancur dong, tapi klo enggak(dan
>harus endak krn mereka juga yang getol memperjuangkannya) maka inilah salah
>satu alternatif kita untuk menyekolahkan anak kita, karena pendidikan
>disekolah muslimpun nggak kalah dengan sekolah nasrani,dalam hal
>toleransipun mereka  lebih baik dari org nasrani
======================================================
analise :
Maaf bung Ronny, apa bung Ronny mengikuti dgn seksama sejarah UU SPN, sejak
awal masih RUU sampai disahkan menjadi UU. Kalau anda mengikuti dgn cermat,
pasti anda tidak akan mengkuatirkan masalah pendidikan keagamaan bagi anak2
kita.
Menurut pengamatan saya, UU SPN sangat penuh dgn muatan politik yg
bertujuan menarik simpati golongan tertentu dalam pemilu nanti. UU
pendidikan sudah berbelok menjadi UU pendidikan keagamaan yg bernuansa
politik.

Pada dasarnya gejolak UU SPN hanya terjadi dikota kota besar aja.
Didesa/pelosok, sejak dulu sekolah Katolik sudah tidak mengajarkan agama
Katolik tapi mengajarkan Ketuhanan YME. Sebab apa ? Muridnya yg Katolik
cuma 10-20%. Sedangkan sekolah Kristen dipelosok sulit ditemui, mungkin
umat yg mau membayar persepuluhan tidak banyak... ha.ha.ha.ha

Saya saat SMP bersekolah di sekolah Negeri. Menurut aturan, maka di sekolah
negeri harus ada pendidikan agama lain selain agama Islam. Tapi nyatanya
saya dididik agama Islam. Karena sekolahan saya tidak menyediakan guru dari
agam2 lain selain agama Islam. Nah, apakah sekolah yg berbasis agama Islam
dan didirikan oleh yayasan Islam akan menyediakan guru agama lain? Nanti
dulu ! :-(

Memang para demonstrans boleh 'bengok' dan nulis dispanduk dgn tulisan
gede2 bahwa sekolahan muslim akan menyediakan guru2 agama lain. Itu kan
kata para demostrans - yg tidak ikut punya yayasan pendidikan :-D

Kalau ada sekolah muslim yg menyediakan guru agama lain. Paling2 cuma satu
atau dua sekolah muslim yg berbasis liberal dan moderat (di Jakarta).
Sekolah muslim macam inipun telah mendapat kecaman luar biasa dari sesama
muslim. Dengan alasan mereka membiarkan kekafiran tumbuh subur. Dimana
menurut "sebagian" orang muslim, orang kafir adalah halal untuk
disingkirkan yg dibuktikan dgn adanya pengeboman diberbagai tempat.
Sedangkan diluar Jakarta, sekolah muslim malah tertutup untuk umat bukan
muslim. Mau sekolah disana boleh, orang tua harus muslim.

Kita harus ingat, orang Buddhis/Konghucu/Tao adalah minoritas. Khusus etnis
Tionghua malah "double minoritas". Apakah anak2 etnis Tionghua kuat
di-Cino2-kan (minoritas) dan juga di-kafir2-kan (minoritas) disekolah muslim?

He.he.he... kalau pribumi yg Buddha, paling2 cuma dikafirkan aja :-(

Lihat Amrosi cs, mereka tidak merasa bersalah 'ngebom' orang kafir. Orang
kristiani dianggap kafir (biarpun mereka 'berdua' yakin kalau berasal dari
satu turunan Adam dan Hawa). 
Sedangkan kita (dgn sejujurnya saya tidak merasa sebagai keturunan Adam)
tidak mempunyai sejarah keagamaan yg bersumber dari Adam.

Masalah toleransi beragama, kita tidak boleh mengeneralisir. OK ?

Saya tidak bisa menyalahkan bung Ronny, kalau menilai orang Islam lebih
toleransi dari kaum Kristiani (Apa lagi setelah melihat demonstrasi
mengolkan RUU SPN). 
Alasan saya begini : kalau bung Ronny etnis Tionghua, maka anda akan
dioyak-oyak oleh kaum kristiani yg notabene juga beretnis sama. 
Pasti sama seperti saya sering disebut sebagai "Orang Belum Bertobat" dan
perlu ditobatkan ... hahahaha :-O 
[Sedangkan ayah saya adalah Tua-Tua - pentolan Gereja lho!]
Maka sdr Ronny, merasa orang kristiani sangat tidak toleransi, mungkin
orang Katolik tidak ngoyok begitukan :-)

Mari kita tengok orang beragama Islam (tentunya mayoritas pribumi).
Bagaimanakah mereka bisa "berniat/ingin" mengislamkan orang yg berbeda
etnis... kecuali camer :-) Coba orang Tionghua kumpul dgn Tionghua yg
beragam Islam, maka mereka juga akan berbuat hal yg sama - mengislamkan.

Sebaliknya seorang pribumi yg beragama Buddha/Kristiani - ho.ho.ho....,
sama aja bakal dioyak-oyak orang sekampung untuk menjadi Muslim :-)

Nabi Muhamad dan Nabi Yesus bisa toleransi, tapi umatnya... tergantung dari
"Kesadaran Spiritual" masing-masing.

Saya pernah mendapat pujian - sombong nih :-( dari seorang Pastor yg
menginap dirumah saya. Karena .... pada Altar sembahyang saya selain Tay
Sang Lau Cin dll, juga ada Yesus dan Maria. 
Tentu banyak yang herankan :-)
OK lain waktu saya cerita kegilaan saya :-(

Saya 'ngaku' sebagai Taois, maka saya menghormati Para Suci - dan
Yesus/Maria saya anggap sebagai Orang Suci yg patut dihormati. Untuk
menghormati Yesus, saya tidak harus jadi kristiani.... Sebab Yesus sendiri
bukan kristiani.

Salam Tao,
analise.


---------------------------------------------------------------------
Jangan Lewatkan!

SiuTao.com - http://www.siutao.com
Jelajahi Tao dengan Suka Cita

Kelenteng.com - http://www.kelenteng.com
Jalankan Kebajikan dengan Penuh Kesadaran

---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke