Menurut pendapat saya berhala itu bisa ada pada siapa saja apapun agamanya. Terkadang orang begitu berhati hati dengan perangkat ibadahnya atau meja leluhurnya.
Suatu hari di rumah paman saya seorang pembantu baru melihat meja leluhur keluarga kami kotor. Dia berinisiatif membersihkan debu dengan mengangkat seluruh papan arwah dan peralatan lainnya. Setelah semuanya tersusun rapih tapi susunan papan arwahnya yang totalnya sekitar 20 an tentu tidak sesuai sebelumnya barulah paman saya mengetahuinya. Dia bingung setengah mati. "wah nanti bagaimana?" Saya bilang para leluhur tidak akan marah. Toh si pembantu berniat baik dan paman saya yang beragama Katolik tersebut juga berniat baik dengan tetap memelihara meja leluhur tersebut. Saya pikir memang meja leluhur tersebut harus selalu dibersihkan, bukannya setahun sekali saja. Kalau selalu berfikir "wah nanti bagaimana" itu sama saja dengan memberhalakan meja leluhur. Biasanya diatas meja leluhur terdapat papan arwah orang orang yang generasinya diatas kita dan memiliki hubungan silsilah. Tapi di mena leluhur kami menurut cerita sebagian adalah titipan saudara/kenalan. Ada yagn bisa menjelaskan mengenai aturan aturannya ? Apakah memang dibolehkan ? ===== Salam, Anton Widjaja 84 www.geocities.com/pempek_d9 www.genealogy.com/users/w/i/d/Gerald-xavier-Widjaja/ __________________________________ Do you Yahoo!? SBC Yahoo! DSL - Now only $29.95 per month! http://sbc.yahoo.com --------------------------------------------------------------------- Jangan Lewatkan! SiuTao.com - http://www.siutao.com Jelajahi Tao dengan Suka Cita Kelenteng.com - http://www.kelenteng.com Jalankan Kebajikan dengan Penuh Kesadaran --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
