On Fri, Jun 20, 2003 at 06:05:45PM +0700, Syafril Hermansyah wrote: > > tapi terus terang saya heran. di perusahaan IT ada orang yang > > email saja gak ngerti. > > Wong kerja sbg supir, buat apa harus ngerti e-mail ? > Dia dinilai perusahaan bukan dari pengetahuannya soal email.
weleh kok jadi gitu argumentasinya? :-) ya kalau memang tidak perlu email ya ndak usah dikasih akses email. > Makai email satu hal, tp kalau harus expert di email itu soal lain (krn > blm tentu perlu, dan butuh waktu ngajarinnya), lihat-2x prioritasnyalah. ke kantor untuk kerja. kalau untuk kerja harus ngerti email, dia harus expert soal email! (tidak harus expert soal MTA, kalau boleh menegaskan). dan nggak susah (gampang sekali!) membuat orang jadi expert soal email. yang susah kan mencegah orang yang dengan sengaja memelihara kebodohan orang lain. dan susah sekali menasehati orang bahwa dia tidak mungkin dengan IQ-nya yang super jenius bisa menjamin bahwa tak satu pun virus bisa lolos. kalau saya kerja di satu rumah sakit jantung ternama dengan alat-alat mutakhir. saya HARUS bisa jadi expert dengan alat-alat tsb. kalau tidak nyawa taruhannya. dan itu prioritas, karena itu bagian dari pekerjaan saya. Salam, P.Y. Adi Prasaja -- Right or wrong my list. Unsubscribe option is currently unavailable. Indeed, it's available upon request .. but: cepek dulu donk!
