Waktu itu, 21-Jun-2003, kamu (adi) menulis: > > contoh yang sudah jelas kan rezim medis. dengan penisilin > saja sudah dianggap dewa penyelamat, sehingga mengangkat > jenis pekerjaan mereka menjadi sebuah profesi. lah sekarang > pola penyakit sudah bergeser dari pola penyakit infektif ke > pola penyakit degeneratif (DM, jantung, ginjal, artritis, > kanker/tumor), yang mana obat dewa mereka jadi nggak laku > lagi. demi menjaga penampilan meningkatkan mutu, maka muncullah: > kedokteran keluarga, kedokteran olah raga, kedokteran kesehatan > kerja dll. yang membelokkan mereka dari takdir mereka yang > biasanya melakukan segala sesuatu secara 'bedside'. >
Katanya yang beginian namanya mencari ceruk pasar. Mungkin seperti produk susu yang dulu satu susu untuk semua, sekarang ada susu untuk 3 bulan, 6 bulan, 1-3 tahun, 3-5 tahun, susu untuk ibu-ibu dst. > kalau teman saya bilang: bisnis sing ono saiki mung bisnis > lambe (bisnis yang ada sekarang cuman bisnis bibir). bukan > yang pinter yang survive, tapi yang sudah super spesialis > yaitu pinter ngomong :-) > Memang iya.. apalagi yang modal dengkul. Kadang dalam omongan terselip banyak kebohongan demi membangun image 'you can trust me' Btw itu bukan hanya jaman sekarang.. tapi dari dulu.. Biangnya yahudi, disono pusat modernitas amerika sono. Waktu di Inggris ada teman yang cerita joke; Jika ingin membuat sebuah project, ambil orang inggris untuk menyusun konsepnya, orang yahudi untuk negosiasi, dan orang jerman untuk melaksanakannya.. hehe.. -- fade2bl.ac -- Right or wrong my list. Unsubscribe option is currently unavailable. Indeed, it's available upon request .. but: cepek dulu donk!
