Enya Kang. Tapi kumaha lamun nu nyieun kawijaksanaan ieu teh (Bupati 
Pandeglang) kungsi disorot ku media soal moralna? Ieu aya wartos tina 
Gatra Edisi 25, taun 2004 :

Pak Bupati Disodok Video Testimoni

PEREMPUAN belia itu, Sinta namanya, sungguh cantik menarik. Matanya 
indah, hidung bagus. Bibir dan bodi, ehm, seksi. Saat berkeluh kesah 
pun, dia masih terlihat menggemaskan. Pantaslah banyak perjaka 
kesengsem padanya. Tapi pilihan gadis itu jatuh pada lelaki beristri 
dan punya anak: Dimyati Natakusumah.

Maklum saja, si lelaki tadi ganteng, orang top pula: menjabat sebagai 
Bupati Pandeglang, Banten. Kata Sinta, Pak Bupati yang dipanggilnya 
Aa 
itu merespons cintanya dengan hangat. Kalau saja gadis itu tidak 
berkoar-koar, mungkin Pandeglang tak sampai heboh. Percintaan kurang 
elok itu, kalaupun memang terjadi, cukup mereka berdua yang tahu.

Tapi cewek 17 tahun jebolan kelas II SMU Pandeglang itu telanjur 
berceloteh. Tak kepalang tanggung, ia serius merekam celotehannya 
perihal hubungan asmaranya dengan Dimyati. Juga soal 
tuntutannya. "Saya 
ingin dinikahi di KUA. Keluarga saya tahu, keluarga Aa juga tahu. 
Pernikahannya besar-besaran," kata Sinta dalam rekaman video itu.

Ahad lalu, keping video itu diputar beberapa kali, disaksikan tokoh 
masyarakat dan pemuda di Desa Cibodas, Pandeglang. Penonton geger. 
Sesekali terdengar sorak-sorai bila Sinta berceloteh soal aktivitas 
seks. Ada yang percaya, ada yang setengah tak percaya. Sebagian 
bersimpati pada keberanian Sinta mengungkap dugaan hubungan gelap itu.

Kehebohan pun berkembang lantaran tayangan itu dipublikasi media 
massa. 
Sepanjang pekan ini, kasus VCD testimoni itu menjadi gunjingan panas 
masyarakat di sana. Warga membahasnya di angkot, warung kopi, bahkan 
di 
pasar tradisional. Sosok Sinta jadi ngetop, disebut sebagai kekasih 
gelap Pak Bupati.

Geger dugaan jalinan asmara ini menyeruap sebulan silam. Masyarakat 
sudah mendengarnya. Malah, mereka pun tahu, celotehan Sinta sudah ada 
dalam bentuk VCD. Rupanya, Sinta yang merasa dikecewakan "yayangnya" 
itu mengadu ke LSM Justitia Masyarakat Banten (JMB).

Atas inisiatif JMB, dibuatlah rekaman videonya, 22 Maret. Belakangan, 
video itu ditayangkan di hadapan masyarakat. Sontak isu hubungan 
asmara 
tadi menjadi demikian terbuka. Koran yang memuat berita itu habis 
diserbu pembeli. Fotokopian artikelnya laris manis dijual Rp 2.000 
selembar.

Pengakuan Sinta dalam VCD berdurasi sekitar 30 menit itu cukup 
mencengangkan masyarakat Pandeglang yang agamis. Tanpa sungkan dia 
mengungkapkan jalinan asmara dengan sang bupati, sampai pada hal-hal 
paling pribadi. Adegan dibuka dengan memperkenalkan Sinta sebagai 
klien 
LSM JMB yang akan mengadukan masalahnya. Ekspresi gadis itu cukup 
tenang, meski kentara berkeluh kesah.

Wajah bungsu dari empat bersaudara ini mirip almarhum penyanyi Nike 
Ardilla. Kulitnya bersih terawat. Rambutnya dikuncir dan dijepit. 
Bicaranya lancar, menjawab pertanyaan Cecep Solihin, Ketua JMB. 
Rekaman 
itu dibuat di kantor LSM tersebut, sekitar pukul 14.00. Usai 
melontarkan pertanyaan standar tentang kesehatan kliennya, Cecep 
menanyakan pula apakah pengakuan ini dipaksa atau tidak. Sinta 
menjawab 
tidak.

"Saya sudah pertimbangkan. Saya ingin memperlihatkan bahwa saya 
sekarang sedang menghadapi masalah besar," kata Sinta. Lalu ia 
menuturkan, pertama kali bertemu Aa Dimyati pada 7 Agustus 2003. Sore 
itu, dia sedang main basket dengan teman-temannya di Alun-alun 
Pandeglang, di depan kediaman bupati. Ada orang yang menghampirinya, 
mengatakan bahwa bupati ingin berkenalan. "Saya tentu saja senang," 
ujar Sinta, warga Gunung Karang, Kebon Cawu, Pandeglang.

Sinta tak menceritakan rinci perihal pertemuannya di pendopo bupati 
itu. Ia cuma mengatakan bahwa perkenalan itu berlanjut. Sepekan 
kemudian, Sinta diajak Dimyati jalan-jalan ke Jakarta, mampir ke 
Hotel 
Citraland. Di kamar 909 hotel ini, Sinta mengaku bersebebadan dengan 
Dimyati. Kilat juga prosesnya. "Tadinya saya menolak. Tapi dia merayu 
terus dengan janji akan menikahi saya," kata Sinta.

Hubungan itu terus terjalin. Sinta menuturkan, Dimyati membelikannya 
handphone Nokia 2100 untuk memudahkan mereka berkomunikasi. Dimyati 
rajin mengirim SMS mesra. Seminggu sekali mereka bercinta. Biasanya 
di 
Citraland, atau Hotel Imperial di Tangerang, Banten. "Saya disuruh 
pakai alat KB. Kata Aa, kalau saya hamil, Pandeglang bisa geger," 
kata 
Sinta, yang dalam tayangan itu berani bersumpah akan kebenaran 
ceritanya.

Nah, romantisme itu mulai memudar akhir November lalu. Entah apa 
musababnya, saat di Hotel Citraland, tahu-tahu Sinta disuruh pulang 
oleh Dimyati. Padahal, kata Sinta, Dimyati yang mengajaknya janjian 
bertemu di hotel milik pengusaha Ciputra itu. "Saya terhina," kata 
Sinta. Sejak itu, Sinta mengaku sulit menghubungi yayangnya.

Merasa ditinggalkan sang kekasih, Sinta kemudian mengadu ke kantor 
JMB, 
pertengahan Maret. "Saya kesel. Saya nyeselin sikapnya yang tak mau 
bertanggung jawab. Dia tak konsekuen," kata Sinta. Saat didatangi 
Sinta 
dengan permasalahannya, Cecep Solihin sempat kaget. Untuk berjaga-
jaga, 
Cecep memutuskan merekam pengakuan Sinta. Sinta tak keberatan.

Semula Cecep menyimpan rapat kasus ini. Dia berusaha mengontak 
Dimyati 
untuk menyelesaikan persoalan secara baik-baik. Tapi Dimyati mengaku 
tak mengenal Sinta. Dan menuduh pengakuan itu hanyalah rekayasa untuk 
menjatuhkannya. Dimyati, kata Cecep, berjanji membahasnya usai 
pemilu. 
Tapi, kata Cecep pula, Pak Bupati terkesan menghindar dan makin sulit 
dihubungi.

Sementara kasus ini mulai jadi gunjingan di masyarakat. Entah dari 
mana 
informasinya, sejumlah elemen dan tokoh masyarakat di Banten paham 
bahwasanya Cecep menyimpan VCD pengakuan Sinta itu. Mereka pun ramai-
ramai mengancam Cecep bila memetieskan kasus tersebut. "Saya dituduh 
menerima hadiah Toyota Kijang agar kasus ini tak mencuat," kata Cecep.

Apa boleh buat, VCD itu pun diputar Cecep di depan khalayak. Tak 
ayal, 
kegemparan ini juga berimbas pada keluarga Sinta. Keluarga pedagang 
onderdil mobil ini shock. Rumahnya terkunci rapat. Ibu Sinta 
dikabarkan 
amat tertekan dan harus berobat di luar kota. Tak diketahui di mana 
Sinta berada.

Bupati Dimyati membantah ada hubungan khusus dengan Sinta. Namun ia 
mengakui pernah tiga kali bertemu gadis itu selama tiga bulan ini. 
Yaitu pada acara MTQ dan turnamen basket putri antarpelajar 
Pandeglang. 
Suatu pertemuan resmi, katanya. Ia menyatakan, kesaksian Sinta 
tersebut 
adalah fitnah. "Saya terpukul," kata Dimyati, yang berencana menuntut 
Cecep dan JMB yang menjadi kuasa hukum Sinta.

Sejumlah tokoh masyarakat Pandeglang berusaha bersikap netral dan 
menjunjung asas praduga tak bersalah. Tapi ada pula yang pro-kontra. 
Lukman Hakim, Sekretaris Majelis Pemuda Indonesia Pandeglang, 
menyatakan mendukung secara moral langkah LSM JMB. Agar persoalan ini 
tak berlarut-larut, Lukman menyarankan DPRD Pandeglang proaktif, 
menggunakan hak bertanya.

Ketua Front Pembela Rakyat Banten, R. Kirtam Sanjaya, curiga kasus 
itu 
buah rekayasa untuk tujuan tertentu. Kirtam mencium upaya pemerasan 
Rp 
2 milyar terhadap bupati. Tapi, kata Cecep, duit tersebut adalah 
kehendak Sinta. "Dia membuat surat pernyataan dan minta Dimyati 
menikahinya dengan mas kawin uang segitu," kata Cecep. Mas kawin itu, 
kata Sinta dalam videonya, dimaksudkan untuk biaya hidupnya kelak. 
Banyak sekali, ya.

Heboh skandal asmara ini tampaknya terus bergulir. Cecep menyatakan 
siap menghadapi Dimyati secara hukum. Secara perdata, menuntut 
Dimyati 
menikahi kliennya dengan mas kawin Rp 2 milyar. Pidananya, mengadukan 
Dimyati ke polisi. Cecep melihat telah terjadi pelecehan seks, 
perzinaan, dan adanya iming-iming menikahi korban.

Sembari menempuh jalur hukum, Cecep siap pula menantang Dimyati 
disumpah pocong bersama Sinta di depan 40 ulama Pandeglang. "Kalau 
terbukti klien saya bohong, saya bertanggung jawab. Saya akan 
menyerahkan diri untuk ditahan tanpa perlu diproses hukum," kata 
Cecep.

Di luar sumpah pocong, Cecep menyebut masih punya senjata ampuh. 
Yakni 
seorang saksi dan dua bukti yang dipegang kliennya. Saksinya adalah 
seorang rekan Sinta yang mengantar Sinta ke Citraland saat bertemu 
Dimyati. Sedangkan satu bukti berupa sebuah kartu check-in hotel 
tersebut atas nama Dimyati Natakusumah.

Bukti satunya lagi, ini yang cukup mencengangkan, Sinta mengaku 
menyimpan sperma Dimyati yang dibungkus dalam plastik. "Sperma yang 
nempel di perut saya itu saya simpan untuk kenang-kenangan," kata 
Sinta 
dalam videonya.

Jangan-jangan Sinta terinspirasi Monica Lewinsky, selingkuhan Bill 
Clinton, yang membiarkan sperma Presiden Amerika Serikat itu menempel 
di gaunnya? Cecep mengangkat bahu. Tapi dia berharap, sel cairan 
kelamin itu kelak bisa diandalkan untuk mengungkap kebenaran. Nah, lo.

Taufik Alwie, dan Taufik Abriansyah (Bandung)


--- In [email protected], Mr rido olala <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> satuju... emang kedahna kitu atuh...
> 







PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke