Keur ngaramekeun, kuring meunang wartos dihandap ieu ti millis sabeulah. Sapertos wartos nu difwd ku kang Engkus Ruswana, wartos ieu sumberna ti koran "BANGSA" nu medal di Surabaya. Katingalina gerakan ieu, mimiti lebet ka Jawa Timur. Tapi Jatim, rada benten jeung di Jabar, didinya mah aya kaum Nahdiyin (NU) anu kuat pisan. Jadi meureun wartos nu dipublikasikeun ku koran BANGSA ieu (sigana koran ieu afilasina ka PKB) eunteung tina reaksi penolakan ti kalangan NU (pangpangna di Jatim) kana gerakan ieu. Wartosna nyanggakeun:
Hasyim Muzadi: Khilafah Islamiyah bukan Gerakan Agama, tapi Politik http://www.harianbangsa.com/main.php? aksi=berita&categories=Aktual&idnews=65 07 Rabu 6 September 2006 13:48:33 WIT Khilafah Islamiyah bukan Gerakan Agama, tapi Politik Jakarta-HARIAN BANGSA Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi meminta warga nahdliyyin (sebutan untuk warga NU) dan umat Islam pada umumnya untuk waspada atas munculnya wacana Khilafah Islamiyah yang kerap dihembuskan kelompok Islam radikal. Wacana itu pada dasarnya tak lebih dari gerakan politik, bukan gerakan keagamaan. "Khilafah Islamiyah itu sebenarnya gerakan politik, bukan gerakan agama. Karena di situ lebih kental aspek politiknya daripada aspek agama, ibadah, ubudiyah-nya. Yang difokuskan itu kan sistem kenegaraan, bukan bagaimana membuat madrasah, masjid, menciptakan kesejahteraan umat, dan sebagainya," ungkap Hasyim saat bersilaturrahim dengan para petinggi Pimpinan Pusat (PP) Lembaga Dakwah (LD) NU di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (5/9). Kiai Hasyim, begitu panggilan akrab Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur itu, sistem ketatanegaraan berikut sistem kepemimpinannya, sebagaimana tertuang dalam konsep Khilafah Islamiyah, cukuplah mengacu pada sistem yang berlaku di negara masing-masing. "Siapapun yang jadi kepala negara, yang telah diproses secara sah, baik menurut ukuran agama maupun negara, ya dia itu kholifah (pemimpin, red). Nggak usah cari model-model yang lain," tegasnya. Dalam kesempatan itu, Hasyim juga mencermati tumbuh-suburnya kelompok-kelompok Islam radikal berikut gerakannya di Indonesia. Padahal, katanya, hampir di sebagian besar negara-negara di Eropa dan Timur Tengah, kelompok-kelompok Islam garis keras itu tidak menemukan tempat, bahkan dilarang hidup. "Di Eropa, Timur Tengah, seperti Yordania dan Syria, mereka (kelompok Islam radikal, red) nggak punya tempat. Tapi di Indonesia, mereka bisa hidup leluasa dan semakin merajalela," tuturnya. Kepada para pimpinan LDNU, mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur ini mengingatkan, persoalan yang cukup mengkhawatirkan itu harus segera mendapat sikap dari NU. LDNU, katanya, sebagai sebuah wadah yang memiliki tugas mendakwahkan serta menyosoialisasikan paham Ahlussunnah Wal Jama'ah (Aswaja) ala NU, dituntut tanggungjawabnya. Jika tidak, maka NU akan terikut ke dalam arus gerakan kelompok Islam radikal itu. Tak Mampu Bikin Masjid Sendiri Pengamatan Hasyim juga tak luput dari fenomena diambilalihnya sejumlah masjid milik warga nahdliyin oleh kelompok Islam ekstrim "kanan". Menurutnya, hal itu dilakukan karena kelompok yang kerap dengan mudah mem-bid'ah-kan bahkan mengkafirkan warga nahdliyyin itu tak mampu membangun masjid sendiri. Sehingga kemudian mengambilalih masjid- masjid yang selama ini dibangun dan dikelola oleh warga nahdliyyin berikut takmir masjid dan tradisi ritual peribadatannya. "Karena mereka tidak mampu membuat masjid sendiri, kemudian mengambilalih masjid milik orang lain (masjid milik warga nahdliyyin, red), terus dipidatoin di situ untuk politisasi. Kan maksudnya begitu. Yang dirugikan akhirnya kan NU," terang Hasyim. --- In [email protected], Kang Maman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bagea Mang Engkus. > > Punten sim kuring nambihan "Mang", atanapi "Mamang", > sanes kunanaon asa ka dulur we. > Pon kitu deui, sim kuring aya embel-embel "Kang" teh > sanes hayang di akang-akang, teu aya maksad naon-naon > mung sakadar ku hoyong katingali kaSundaana wungkul. > > Leres kitu pisan naon anu dibenjerbeaskeun ku Mang > Engkus teh sami sareng anu digunem caturkeun dina > acara > TV Global tea. > > Salam Baktos > mz > > PENTING..! attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member. dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa pencabutan membership. terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu mengupdate antivirusnya. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
