sami2 ABAh Abbas abdi ge nyuhunkeun dihapunten samudaya kalepatan kaluputan bubuhan sami jalma kumelendang di buana.....sami2 gaduh teu wasa sanes pedah dumeh istuning kumpul kukumpul, tawis galih sasat tunggal ngahiji galih paduduluran sidarengan lenggangna ku silih asuh
pun sampun TAbe nu kasuhun nun AMBU ________________________________ From: Abbas Amin <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, November 14, 2008 1:09:09 PM Subject: Re: [kisunda] HARGA UNTUK SEORANG ABBAS AMIN AA: Nuhun pisan atuh ambu, ku penjelasan ieu rada kabuka tah naon nu disebat Agama Sunda eh. Nuhun, sareng sih hapuntenna wae, uapami patarosan abdi tos nigeung manah ambu. Da Manusa mah ngan tiasa menta dihampura, mun ngarasa salah teh. Kitu oge panginten , da abdi mah asa biasa we naros teh; tapi upami katampina ku Ambu nyentug, tah hapuntenna we, nu kasuhun kulan. Manawi teh tumaros kitu mah biasa, da seueur oge kapan nu sok ngritik ka Islam ka diri pribadi abdi sorangan. Panginten maranehanan hoyongeun terang, nya satekah polah ku abdi dijentrekeun, tapi panginten aya oe nu kersa ditaros. Da ari cara naros mah, pajarkeun teh tong sok ngilik cara nanya, nu penting esensina ! Ku margi kitu, abdi oge ari naros naon2 ka jalmi teh nya esensina we nupenting mah. Ieu mah panginten di milis Sunda, jann kedah aya bentenna. Nuhun Ambu ka na kasaeanana masihan penjelasan. Abbas Amin --- On Fri, 11/14/08, richadiana kartakusuma <richadianakartakusu [EMAIL PROTECTED] com> wrote: From: richadiana kartakusuma <richadianakartakusu [EMAIL PROTECTED] com> Subject: [kisunda] HARGA UNTUK SEORANG ABBAS AMIN To: [EMAIL PROTECTED] .com Date: Friday, November 14, 2008, 1:42 AM ajaran kepercayaan leluhur bertumpu kepada MANUSIA DENGAN ALAMNYA (termasuk lingkungan, ekosistem) dengan berintikan pemahaman JIWA. manusia berada pada dan di dalam alam dan sekitarnya, bahkan berakar di dalam alam sekitar. Manusia berada dalam alam maka manusia melihat alsm dalam dirinya, juga berarti alam melihat diri manusia. Realitas manusia dan alam sekitarnya adalah KE-AKU-AN YANG SEJATI tetapi bukan berati EGO melainkan AKU yang telah diperoleh melalui penerangan langsung, saat menggali kedalaman kodratnya. sebagaimana disimbolkan Bhima ruci ketika mencari dirinya dengan mengaduk air lautan mencari amerta dan kembali kepada dirinya seagaimana yang disuratkan pada BATU KAWALI "... pakena keureuta bener pakena gawe rahayu pakeun nanjeur na juritan pakeun heubeul jaya dina buana.... bati peureu tingal nu atis tina rasa" mengetahui tentang diri dan dirinya dan mengetahui dirinya dengan alam nya adalah layaknya ingin tahu rasanya air, sorang manusia harus meminumnya dan baru bisa menyatakan tentangnya, demikian sebagaimana adanya, alam menjadi bagian dari ada manusia "manusia dalam alam dan alam dalam manusia" bukan hanya saling ambil bagian di dalamnya tetapi adalah perbedaan dan kesamaan antara alam dan manusia. maka menggali ke AKU an adalah melalui pengalaman kodratnya sendiri yang disebut "seeing into one's nature" bahwa tiap yang ada di alam memiliki aku atau objektivitasnya sendiri2. masing2 aku tidak hidup dalam dunia yang sama objektifnya dan dengan pola tingkahlaku yang tidak sama pula; juga tidak satupun aku yang memiliki lingkungan yang sama, maka setiap aku memiliki penerangannya sendiri2 dengan kediriannya. Begitupun setiap mahluk manusia terpaut dengan lingkungan alam sekitarnya sendiri2 di dalam memahami kodrat diri dan inti, Kodrat inti inilah yang terpeting dalam SUNDA yang adalah bidang kosong (sunyata) yang terdapat pada semua realitas atau tataran tathata atau suchnes yakni melihat sesuatu sebagaimana adanya, etapi sadar akan dirinya atau menjadi sadar tentang dirinya. Tathata telah ada dan telah terjadi sejak sebelum mengatakan atau menyebutkan apadari realitas itu ... ini atu itu. Inilah agama Sunda: memahami kodratnya sendiri dan tidak bisa lepas dimana seseorang makhluk disituasikan dalam kehidupan dan menjadi satu dengan alamnya, penyesuaian diri dengan alamnya sebagai objek sejati. sebagai objek sejati pada alamnya dengan perbedaa dan kesamaan itu tidak engandung peniadaan antara yang satu dengan yang lainnya. Diri sejati bukan meniadakan kenyataan tetapi mempertegas setiap yang didapat dan disentuhnya. Buka dicapai melalui analisis tetapi melaui kehidupan sehari-hari dimana seseorang meng IYA kan setiap kenyataan yakni LAKU TAPA menuju dan menjadi yang terang dan diterangi, melalui pendalaman dirinya sendiri dengan kehidupan dan pengalama konkritnya hingga benar2 paham dirinya siapa, dimana, bagaimana, mau kemana? "... we speak seeing into one's nature... but not of practising and seeking deliferance thereby..." ajaran ini tertulis nyata pada prasasti2 KAWALI janten jelerma teh gaduh tanggungjawab sorangan2 komo dina kayakinan mah.... dimana2 di dunya mana oge... lamun ngritik agama batur PASTI KASIGEUNG Tabe pun AMBU ________________________________
