Aya dua pendekatan (model)
1.  Agama bagian dari Budaya
2. Agama bukan bagian dari Budaya.

Dalam Al Qur'an kalau ditinjau dari pendekatan budaya jelas  ada yang namanya 
perbudakan dan rajam. Perbudakan sendiri sejarahnya sangat panjang, jejak 
langkah pada masa kini bisa terlihat
dari diskriminasi warna kulit atau rasial. Dalam realitas ke kinian, Afrika 
Selatan saja baru bebas dari diskriminasi rasial pada tahun 1990 yang lalu 
ketika Nelson Mandela dibebaskan, Amerika saja sekitar tahun 1967-an.

Maksudnya, kalau agama[islam] ditinjau dari pendekatan budaya mengenai soal 
perbudakan atau rajam, maka mau tidak mau, secara jujur ada unsur "Telenges tur 
keji" yang tidak ada dalam budaya Sunda. Namun kalau ditinjau dari kacamata 
Agama bukan bagian dari Budaya, maka
Jelas dalam Al Qur'an sendiri, Allohughofurrochim, Alloh itu Maha Pengampun, 
kenapa manusia jadi suka menghukum pada sesama ??

Jeung naha deui urang make bahasa Indonesia ???

Duka teuing atuh.
Wassalam
mz




________________________________
From: Abbas <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sat, July 24, 2010 3:34:18 PM
Subject: [kisunda] Re: (unknown)

  
Tapi seueur US lebet ka na agama eta , kunaon nya ?

--- In [email protected], richadiana kartakusuma 
<richadianakartakus...@...> wrote:
>
> nu aya mah BUDAYA SUNDA mah hanteu TELENGES TUR KEJI 


      

Kirim email ke