Rupiah Sekarang Masuk 10 Mata Uang Sampah

Kamis, 05 Agustus 2010 | 11:15 WIB
*TEMPO Interaktif*, *Jakarta* - Mata uang rupiah termasuk 10 alat tukar di
dunia yang tak berharga. Saat ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika
Serikat mencapai Rp 9.000 an. Seperti tidak bernilai bila dibandingkan
dengan mata uang kawasan seperti ringgit sebesar 3,16 per dolar, Bath
Thailand 32,205 per dolar, peso Philipina 45,115 per dolar, serta dolar
Singapura hanya 1,351 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Farial Anwar mengatakan nilai tukar rupiah yang mencapai
9.000 per dolar Amerika ini sama seperti nilai tukar negara miskin di benua
Afrika. “Sehingga mata uang rupiah ini masuk dalam 10 uang sampah (garbage
money) karena sudah sangat tidak bernilai,” paparnya kepada Tempo.

Dengan adanya redenominasi dari Rp 1.000 menjadi Rp 1, maka nilai tukar
rupiah terhadap dolar Amerika nantinya akan setara dengan Rp 8,9
dibandingkan dengan sekarang Rp 8.900. Transaksi pun, kata dia, akan menjadi
lebih efisien.

Banyangkan menghitung Anggaran Belanja Negara yang mencapai Rp 910.
000.000.000.000 (15 dijit) pakai kalkulator, para anggota Dewan Perwakilan
Rakyat di Senayan tidak bisa menghitung pakai kalkulator karena digit angka
di kalkulator cuma sampai 12, kadang cuma 9.

Untuk membeli mobilpun nantinya juga hanya butuh beberapa lembar tidak
seperti sekarang bertumpuk-tumpuk uang. Biaya operasional moneter juga akan
lebih murah karena nantinya untuk mencetak uang tidak akan sebanyak
sekarang. Uang yang beredar juga tidak akan sebanyak sekarang “Jadi intinya
akan lebih efisien,” ujarnya.

Inilah daftar mata uang tak laku itu dibanding dolar Amerika Serikat:

1 Vietnam Dong 19.095 per dolar
2 Sao Tome and Príncipe Dobra 18.655 per dolar
3 Turkmenistan * Manat 14.250 per dolar
4 Iran Rial 10.000 per dolar
5 Indonesia Rupiah 8.957 per dolar
6 Laos Kip 8.243 per dolar
7 Guinea Franc 5.150 per dolar
8 Paraguay Guarani 4.770 per dolar
9 Zambia Kwacha 4.870 per dolar
10 Cambodia Riel 4.233 per dolar

VIVA B. KUSNANDAR | *usd.exchangerates24.com

http://www.tempointeraktif.com/hg/perbankan_keuangan/2010/08/05/brk,20100805-268953,id.html

Kirim email ke