semoga alloh membalas perbuatan tak beradab ini... "....Dan Alloh lebih dekat dibanding urat leher"
wassalam, adam radiman e-mail : [email protected] my web : radiman.wordpress.com ________________________________ Dari: Agus Wirabudiman <[email protected]> Kepada: Majalah Sabili <[email protected]>; muhammadiyah society <[email protected]>; pesantren daarut tauhid <[email protected]>; alumni darularqam <[email protected]>; [email protected]; kaulamuda NU <[email protected]>; [email protected]; forum lingkar <[email protected]>; persaatun pelajar <[email protected]>; [email protected]; insan cita <[email protected]>; Civil Society <[email protected]>; Forum Sosial Milist <[email protected]> Cc: cepi alhakim <[email protected]>; [email protected] Terkirim: Sel, 28 September, 2010 11:51:05 Judul: [kisunda] Re: [Urang Sunda] Gawat! Densus 88 Habisi Jamaah Sedang Shalat, Dua Tewas Wa'alaikumsalam Wr Wb Setuju kang Cepi.... "Stop menghakimi dan melanggar HAM atas nama pemberantasan Teroris" tambihan kang... "Stop Pengeboman, Perampokan, Kekerasan atas nama Agama/Islam" Wassalam Wr Wb --- On Tue, 9/28/10, Cepi Al Hakim <[email protected]> wrote: >From: Cepi Al Hakim <[email protected]> >Subject: [Urang Sunda] Gawat! Densus 88 Habisi Jamaah Sedang Shalat, Dua Tewas >To: "Majalah Sabili" <[email protected]>, "muhammadiyah society" ><[email protected]>, "pesantren daarut tauhid" ><[email protected]>, "alumni darularqam" ><[email protected]>, [email protected], >"kaulamuda >NU" <[email protected]>, [email protected], "forum >lingkar" ><[email protected]>, "persaatun pelajar" ><[email protected]>, "urang sunda" <[email protected]>, "insan >cita" <[email protected]>, "Civil Society" ><[email protected]>, >"Forum Sosial Milist" <[email protected]> >Cc: "cepi alhakim" <[email protected]> >Date: Tuesday, September 28, 2010, 10:35 AM > > > > > >Ass. Wr. Wb.Kita memang mengutuk keji kegiatan terorisme, apapun >bentuknya...tapi selama ini Islam selalu yang jadi sasaran. Stop menghakimi >dan >melanggar HAM atas nama pemberantasan Teroris, janga samapai membuat provokasi >dan ummat Islam marah dan menyebabkan hal-hal yang lebih mengarah pada dendam >dan menimbulkan masalah baru. > >Apakah tidak ada cara yang lebih persuasif dalam menangani tersangka Teroris, >selain memberondong dan menangkap orang yang salah. > >Wassalam, > Al Hakimc > > > > >Gawat! Densus 88 Habisi Jamaah Sedang Shalat, Dua TewasJPNN - Padang Today > > > >Ilustrasi > >Tindakan yang dilakukan Densus 88 terhadap Khairul Ghozali bersama 4 orang >jemaahnya saat shalat maghrib di Jalan Besar Medan-Tanjung Balai Asahan, >dinilai >sebagai tindakan yang biadab tidak berperikemanusiaan. > >Pernyataan tersebut ditegaskan Adil Akhyar Al Medani, didampingi putri kandung >ustadz Ghozali, Rabbaniyah (17) kepada Sumut Pos (grup Padang-Today.Com) Jumat >(24/9) di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Jalan Hindu Medan. > >"Biadab. Saat orang shalat dihabisi, seolah-olah negera ini bukan Negara >hukum. >Dalam penyerangan biadab itu, dua orang jemaah itu tewas di tempat akibat >ditembaki Densus 88, sedangkan seorang lagi dapat melarikan diri. Sementara >itu >abang saya, ustadz Ghozali itu terus dianiaya diinjak-injak densus, namun >abang >saya itu tetap terus shalatnya," tegas pemilik Pondok Pesantren Dkwah Daarul >Syifaa. > >Atas penyerangan yang tidak berprikemanusiaan itu, sambung Akhyar, diharapkan >agar presiden segera meninjau dan membubarkan Densus 88 karena telah melanggar >dan bertindak diluar hukum. > >"Saya minta agar presiden SBY agar memperhatikan konfrensi pers ini.Jangan >presiden hanya mendengarkan laporan sepihak dari Kapolri BHD.Kami juga meminta >pada komisi III DPR-RI, untuk segera mngusut tuntsa kasus ini, dan segera >meninjau kembali densus 88, karena sudah tidak berprikemanusiaan," tegas >Akhyar. > >Akhyar sendiri sudah mengetahui keberadaan abang kandungnya tersebut, ustadz >Ghozali yang saat ini info yang dia terima berada di Mebes Polri.Sementara itu >langkah hukum yang akan ditempuh keluarga besar Ghozali yakni sudah >melamporkan >kasus ini ke Amnesty Internasional. > >"Saat ini kami sudah memberikan keterangan pada Amnesty Internasional, laporan >tersebut sudah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, nah untuk keponakan saya >yang masih berumur beberapa bulan yang ditahan Polres Tanjung Balai, bersama >ibunya Kartini Panggabean, kami juga sudah melaporkan ke Komisi Perli Anak >Indonesia," beber pria berjubah putih ini. > >Akhyar juga menceritakan selamatnya Kartini Panggabean istri dari ustadz >Ghozali, karena Cici (Kartini Panggabean red) berada di ruangan lain. "Namun >usai penyerangan tersebut tidak berapa lama datang Polres Tanjung Balai, ke >kediaman abang saya seolah-olah tidak mengetahui penyerangan tersebut.Saat >itulah Kartini Panggabean bersama anaknya yang masih berumur beberapa bulan >diboyong ke Polres, dengan alasan polisi untuk diminta keterangannya," >terangnya. > >Sementara itu salah seorang putrid ustadz Ghozali, yakni Rabbaniyah, pelajar >Kelas 2 SMA Kelas Muhammdiyah 18 Kampung Lalang yang turut mendampingi >pamannya >Adil Akhyar Al Medani, di LBH Medan Jalan Hindu Medan, berharap orangnya >tuanya >tersebut segera pulang kerumah untuk berkumpul bersama keluarganya. > >"Saya berhaharap buya (ayah) pulang secepatnya untuk berkumpul bersama >keluarga >lagi.Saya yakin buya tidak bersalah untuk itu saya hanya hanya bisa >menyerahkan >dan berdoa pada Allah SWT," beber gadis manis berkerudung hijau ini. Walaupun, >ayahnya dicap teroris oleh Densus 88, namun Rabbaniyah tetap percaya pada >orang >tuanya dan tetap bersemangat untuk bersekolah. > >"Saya berharap kasus penganiayaan buya saya dilakukan Densus 88, saat >menjalankan ibadah shalat maghrib, dapat menjadi perhatian serius dari bapak >Presiden SBY, agar polisi-polisi itu segera ditindak tegas sesuai hukum yang >berlaku," tegas Rabbaniyah.(rud) > > >http://padang-today.com/index.php?today=news&id=21235 > > >
