nabi adam lahir, asana mah memeh kang oca gumelar, hehehe

2010/10/14 Roza R. Mintaredja <[email protected]>

>
>
> ari hari lahirna nabi adam iraha?
>
>
> 2010/10/13 <[email protected]>
>
>
>>
>> Saentos presidenna urang sunda
>>
>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>> ------------------------------
>> *From: * ahmad sahidin <[email protected]>
>> *Sender: * [email protected]
>> *Date: *Wed, 13 Oct 2010 17:11:10 +0800 (SGT)
>> *To: *kisunda milis<[email protected]>
>> *ReplyTo: * [email protected]
>> *Subject: *[kisunda] Menimbang Hari Jadi Jawa Barat
>>
>>
>>
>>
>> Hari jadi atau hari ulang tahun, baik seseorang, organisasi, pemerintahan,
>> wilayah, maupun aktivitas, biasanya mengacu pada sebuah peristiwa
>> mahapenting, berkesan, memiliki nilai yang patut dikenang, bahkan mengandung
>> unsur historis yang membanggakan. Lalu kapan hari jadi Provinsi Jawa Barat
>> akan ditetapkan?
>>
>> Secara historis, istilah Jawa Barat atau West Java dapat dilacak secara
>> samar-samar dari pengelompokan Alfred Russel Wallace yang menyebut West Java
>> dalam buku yang berisi kisah perjalanannya pada 1861. Kemudian, pada 1879,
>> Coolsma menerbitkan buku yang yang juga mencantumkan West Java untuk
>> menggambarkan bahwa Pulau Jawa dibagi ke dalam dua bagian, yaitu Jawa Barat
>> (West Java) dan Jawa Timur (Oost Java).
>>
>> Pembagian wilayah Pulau Jawa ke dalam wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan
>> Jawa Timur dimulai pada masa pemerintah kolonial Belanda. Ketika Perang
>> Diponegoro (1825-1830), Pulau Jawa dibagi menjadi tiga daerah militer, yaitu
>> Daerah Militer I, West Java; Daerah Militer II, Midden Java; dan Daerah
>> Militer III, Oost Java. Pembagian Pulau Jawa ke dalam tiga daerah militer
>> itu, terus digunakan hingga saat ini; Jawa Barat di bawah Komando Daerah
>> Militer (Kodam) Siliwangi; Jawa Tengah, Kodam Diponegoro; dan Jawa Timur,
>> Kodam Brawijaya.
>>
>> Jawa Barat dalam pengertian istilah administratif mulai digunakan pada
>> 1925, ketika pemerintah kolonial membentuk Provincie West Java sebagai
>> pelaksanaan dari perubahan pemerintahan atau Bestuuuurshervormingwet Tahun
>> 1922. Pemerintah kolonial membentuk kesatuan administrasi pemerintahan
>> setingkat provinsi sebagaimana tertuang dalam Staatsblad No. 285 dan 378
>> Tahun 1925. Pulau Jawa dibagi ke dalam tiga provinsi. Provinsi yang pertama
>> kali dibentuk adalah Jawa Barat atau Provincie West Java pada 1 Januari 1926
>> yang meliputi wilayah Karesidenan Banten, Batavia, Bogor, Priangan, Cirebon,
>> dan enam kotapraja. Namun, dengan datangnya pemerintah pendudukan Jepang
>> (1942-1945), pembagian wilayah administrasi itu, dihapuskan.
>>
>> Setelah Proklamasi Kemerdekaan, pada sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan
>> Indonesia (PPKI) 19 Agustus 1945, ditetapkan, NKRI terdiri atas delapan
>> provinsi yang dikepalai oleh gubernur. Kedelapan provinsi itu adalah Jawa
>> Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra, Borneo, Sulawesi, Maluku, dan Sunda
>> Kecil. Mr. R. Sutardjo Kartohadikusumo diangkat sebagai Gubernur Jawa Barat
>> pertama yang berkantor di Jakarta. Pada September 1945, kedudukan Gubernur
>> Jawa Barat dipindahkan ke Bandung. Sejak itu, Bandung menjadi pusat
>> pemerintahan Provinsi Jawa Barat.
>>
>> Pasca-Perang Kemerdekaan (1945-1949), negara Republik Indonesia Serikat
>> (RIS) yang lahir pada 17 Desember 1949 dan berakhir pada 17 Agustus 1950,
>> memicu keluarnya UU Darurat No. 11 tertanggal 8 Maret 1950. Sejak itu, mulai
>> Maret dan April 1950, dicapai kesepakatan, semua bekas daerah RIS bergabung
>> kembali ke dalam negara Republik Indonesia. Hal itu berdampak pula pada
>> ditetapkannya kembali Provinsi Jawa Barat pada 4 Juli 1950.
>> Dari ketiganya, terjadi kebimbangan manakah tanggal yang tepat untuk
>> menjadi titimangsa yang tepat lahirnya Provinsi Jawa Barat?
>>
>> Terdapat beberapa pertimbangan interpretasi yang layak dirujuk. Pertama,
>> interpretasi logis dan faktual. Secara logis dan faktual, ketiga tanggal itu
>> memang dapat dipertanggung jawabkan. Ketiganya didasarkan pada pernyataan
>> administrasi dan politik, baik oleh pemerintah kolonial Belanda maupun oleh
>> pemerintah Republik Indonesia.
>>
>> Kedua, interpretasi teknis. Pembentukan Provinsi Jawa Barat jika merujuk
>> pada provinsi yang berada di bawah naungan negara Republik Indonesia---bukan
>> negara jajahan---secara teknis lebih tepat didirikan sejak proklamasi
>> kemerdekaan. Bukan merujuk pada wilayah provinsi yang dibentuk oleh
>> pemerintah jajahan dan untuk kepentingan kolonial.
>>
>> Ketiga, interpretasi historis. Jika mengacu pada 1 Januari 1926, Provinsi
>> Jawa Barat dibentuk oleh pemerintah kolonial Belanda. Nilai historis dari
>> tanggal ini, hanyalah catatan pembagian wilayah administratif pemerintahan
>> kolonial, yang notabene membentuk provinsi ini untuk kepentingan negara
>> jajahan. Unsur nilai kesejarahan, kejuangan, dan emosional dari rakyat dan
>> Pemprov Jawa Barat, tidak tampak bahkan cenderung inferior jika mengambil
>> tanggal ini.
>>
>> Berbeda dengan 19 Agustus 1945, nilai historis, emosional, dan kejuangan
>> sangat terasa. Negara Republik Indonesia baru dua hari merdeka. Provinsi
>> Jawa Barat berada di bawah NKRI yang baru merdeka pula. Provinsi Jawa Barat
>> juga dibentuk oleh pemerintahan yang sah dan berdaulat dan pertama kali
>> dibentuk di era proklamasi kemerdekaan.
>>
>> Sementara titimangsa 4 Juli 1950, hanyalah sebatas pernyataan penetapan
>> kembali Provinsi Jawa Barat yang ditetapkan sebelumnya. Penetapan ini
>> dilatarbelakangi kondisi politik dalam periode perang kemerdekaan 1945-1949
>> dan didorong kembalinya RIS menjadi NKRI.
>>
>> Dari ketiga tanggal tersebut, sesungguhnya penentu kebijakan tinggal
>> memilih tanggal mana yang memiliki makna simbolik, historis, dan monumental
>> bagi masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Karena Jawa Barat
>> merujuk pada wilayah administratif dalam perjalanan sejarah politik
>> ketatanegaraan, tanggal manakah yang paling memberi makna terhadap
>> perkembangan sejarah politik ketatanegaraan di Indonesia.
>>
>> Kita berharap tentu tidak hanya melegakan semua pihak, tetapi dari
>> berbagai sisinya dapat dipertanggungjawabkan dengan tepat dan jelas. Secara
>> pribadi---kalau boleh memilih---saya lebih cenderung memilih 19 Agustus 1945
>> sebagai hari jadi Provinsi Jawa Barat karena memiliki nilai kesejarahan,
>> kejuangan, patriotisme, dan emosional, sekaligus sejarah politik
>> ketatanegaraan di Indonesia sebagai provinsi yang berdiri di negara yang
>> baru merdeka dan berdaulat. Wallahu`alam.***
>> (H. Dadan Wildan, Staf Ahli Menteri Sekretaris Negara RI.)
>> http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=159793
>>
>> www.ahmadsahidin.wordpress.com
>>
>>
>  
>

Kirim email ke