Moal aya saayeunaeun mah
Tong boro ngahijikeun urang sunda sakabeh nu loba keneh nu resep ewang2an, 
dalah ngahijikeun salembur ge hese geura sok

Sent from MobilePhone®

-----Original Message-----
From: Agus Pakusarakan <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 8 Nov 2010 18:51:15 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [kisunda] Sunda Wani vs Sunda Edan merlukeun Sunda Eling?

he he he sarua aredan kabeh meuren kang...tah iyeu urang pereluna aya hiji 
puncuk pimpinan kasundaan seacara umum..mun aya gantar kakaitan antar ormas 
sunda bisa diurus.. model MK na mun di RI mah..nya eta Dewan Budaya dan Adat 
Sunda, anu eusini perwakilan di wewengkon2 kasundaan jeung organiasi kasundaan 
model DPR na urang sunda bisa oge disebut... atawa naon we lah ngarana mah...

Agus Pakusarakan

+62812 8377 662
+62818 0617 0432
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
http://www.garutleather.com




--- On Tue, 11/2/10, oman abdurahman <[email protected]> wrote:

From: oman abdurahman <[email protected]>
Subject: [kisunda] Sunda Wani vs Sunda Edan merlukeun Sunda Eling?
To: [email protected]
Date: Tuesday, November 2, 2010, 12:40 PM















 
 



  


    
      
      
      Baraya, Kumaha ieu teh, naha jaradi parasea mamawa ngaran "Sunda"? Cikan 
sugan aya info sejenna ngeunaan hal ieu?


manar

 Pemuda Sundawani Pukuli Kelompok Sunda Edan 
                                 Kamis, 28 Oktober 2010 | 18:02 WIB
                                
                                        Besar
                                        Kecil
                                        Normal
                                
                                 
                                
                                        TEMPO Interaktif,
 Cianjur - Aksi peringatan
 Hari Sumpah Pemuda di Cianjur, Kamis  (28/10), diwarnai aksi pemukulan.
 Pemukulan dilakukan kelompok pemuda  yang berasal dari organisasi 
Sundawani Cianjur terhadap peserta aksi  dari kelompok mahasiswa dan 
aktivis yang menamakan diri grup Sunda Edan.
 
 Selain memukuli 
peserta aksi, kelompok penyerang juga menyerang kantor  Yayasan Lembaga 
Bantuan Hukum Cianjur (YLBHC). Mereka memukuli beberapa  aktivis YLBHC 
serta merusak kantor dan perlengkapan YLBHC.
 
 Adi Supriadi, 
Koordinator Aksi Sunda Edan, mengaku tidak paham dengan  penyerangan 
yang dilakukan terhadap aksi mereka. Aksi yang dilakukan di  Bundaran 
Tugu Ngaos Mamaos Maenpo Cianjur ini, kata Adi, merupakan aksi  
peringatan Hari Sumpah Pemuda.
 
 "Saya tidak mengerti kenapa jadi
 sasaran pemukulan dan penyerangan? Apa salah kami?" ujar Adi di 
Cianjur, Kamis (28/10).
 
 Adi dan beberapa mahasiswa menjadi 
sasaran pemukulan. Aksi pemukulan  dilakukan di depan Pos Polisi 
sehingga aparat langsung mengamankan para peserta  aksi yang menjadi 
korban pemukulan.
 
 Tak puas dengan itu, kelompok penyerang 
menggeruduk ke kantor YLBHC,  sekitar 1 kilometer dari lokasi aksi. 
"Mereka mencari para aktivis yang  melakukan aksi, tapi mereka juga 
melakukan pengrusakan kantor kami,"  kata Ketua YLBHC, Oden Muharram 
Djunaedi.
 
 Oden mengaku telah melaporkan aksi penyerangan 
terhadap kantor YLBHC ke  polisi. Menurut Oden, dia tidak terima dengan 
aksi penyerangan tersebut.  "Ini bentuk intimidasi yang dilakukan 
terhadap lembaga, bukan lagi  persoalan individu," tutur Oden, 
menyesalkan.
 
 Sementara itu, Endang Oki, Humas Sundawani 
Cianjur, mengatakan,  peristiwa kekerasan tersebut terjadi lantaran ada 
ketersinggungan.  Menurut dia, beberapa anggota Sundawani merasa 
tersinggung dengan aksi  yang menamakan diri Sunda Edan.
 
 
"Sebagai orang Sunda kami tersinggung dengan aksi mereka yang menamakan 
 diri Sunda Edan. Itu bentuk penghinaan terhadap etnis Sunda," kata  
Endang melalui telepon, Kamis (28/10).
 
 Endang menambahkan, 
ketersinggungan juga terjadi karena para aktivis  melakukan aksi dengan 
menggunakan atribut kaos bertuliskan Sunda Edan  dan Bujang Bangkawarah.
 "Mereka juga mencabuti bendera dan atribut milik  kami," imbuh Endang.

 
 DEDEN ABDUL AZIS
Sumber: 
http://www.tempointeraktif.com/hg/bandung/2010/10/28/brk,20101028-287924,id.html




    
     

    
    


 



  











      

Kirim email ke