hehehe, pundungan, timburuan, katambah ogoan geura eta teh panyawat kurang percaya diri padahal urang Sunda mah bejana teuneung ludeung, gede wawanen
2011/2/22 <[email protected]> > > > Tos pundungan ayeuna Timburuan.... > Mani kumplit > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * [email protected] > *Sender: * [email protected] > *Date: *Tue, 22 Feb 2011 13:54:16 +0000 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [kisunda] Tokoh - Jatnika Tukang Imah Awi? > > > > Boa2 bi uti geugeutna mah ka mang hasan ? > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * [email protected] > *Sender: * [email protected] > *Date: *Tue, 22 Feb 2011 13:52:28 +0000 > *To: *[email protected]<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [kisunda] Tokoh - Jatnika Tukang Imah Awi? > > > > Euleuh... Bah Imun bade keproknya. > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * [email protected] > *Sender: * [email protected] > *Date: *Tue, 22 Feb 2011 13:40:50 +0000 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [kisunda] Tokoh - Jatnika Tukang Imah Awi? > > > > Nyandak bah jebe sareng bi uti kanggo tameng, moal aya nu wanieun pastina > oge > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * Aschev Schuraschev <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Tue, 22 Feb 2011 21:37:14 +0800 (SGT) > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [kisunda] Tokoh - Jatnika Tukang Imah Awi? > > > > Atanapi dikadek ku nu gaduhna. > > > > --- On *Tue, 2/22/11, JeBe <[email protected]>* wrote: > > > From: JeBe <[email protected]> > Subject: Re: [kisunda] Tokoh - Jatnika Tukang Imah Awi? > To: [email protected] > Date: Tuesday, February 22, 2011, 8:11 AM > > > > Sok geura.. Dijamin ditewak pulisi > :D > > Sent from MobilePhone® > ------------------------------ > *From: * [email protected] > *Sender: * [email protected] > *Date: *Tue, 22 Feb 2011 12:51:46 +0000 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [kisunda] Tokoh - Jatnika Tukang Imah Awi? > > > > Ka kebon awi we kang, nyandak bedog, keun wae kebon batur ge, tuaran, terus > damel bumi.. Sok geura > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * Aschev Schuraschev <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Tue, 22 Feb 2011 20:49:48 +0800 (SGT) > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [kisunda] Tokoh - Jatnika Tukang Imah Awi? > > > > Deuh eta rumah bambu. Kaimpi-impi haya boga imah tina awi. Hanjakal can > katedunan impian teh. > > > > --- On *Tue, 2/22/11, Ki Hasan <[email protected]>* wrote: > > > From: Ki Hasan <[email protected]> > Subject: [kisunda] Tokoh - Jatnika Tukang Imah Awi? > To: "Ki Sunda" <[email protected]>, "Baraya Sunda" < > [email protected]> > Date: Tuesday, February 22, 2011, 7:33 AM > > > > Jatnika, dengan Bambu Menembus Dunia > > > KONTAN > Jumat, 18 Februari 2011 | 15:32 WIB > > *KOMPAS.com - *Dari bambu, Undagi Jatnika Nagamiharja yang juga Ketua > Yayasan Bambu Indonesia mampu melanglang buana, mulai dari ke hampir seluruh > wilayah Indonesia hingga mancanegara. Lelaki kelahiran Sukabumi, Jawa Barat > ini populer dengan rumah bambu buatannya. Ia sudah membangun 3.441 rumah > bambu di Indonesia dan negara lain. > > Bambu sudah menjadi bagian hidup dari Undagi Jatnika Nagamiharja. Dari > tanaman rumpun ini, namanya terkenal sampai ke mancanegara. Dari bambu pula, > ia memperoleh sumber penghidupan. > > Jatnika memulai bisnis bambu sejak 1996. Dia mewarisi ilmu sang ayah yang > berprofesi sebagai perajin anyaman dan mebel bambu. Pertama kali menjalankan > usaha, Jatnika hanya membuat anyaman dan mebel bambu. > > Sekarang, Jatnika juga membuat rumah bambu. "Saya masih memproduksi mebel > untuk desain interior rumah bambu yang saya buat," katanya. > > Mebel-mebel bambu buatan Jatnika sudah menembus pasar ekspor, seperti > Spanyol, Amerika Serikat, Taiwan, dan Jerman. Begitu juga dengan rumah bambu > bikinannya. > > Itu sebabnya, Jatnika mengatakan, rumah bambu punya prospek yang cerah. > Selain memiliki pangsa pasar luas, perajin rumah bambu masih sedikit. > Makanya, pesanan rumah bambu yang terus mengalir. > > Sampai saat ini, Jatnika sudah membangun 3.441 rumah bambu di seluruh > Indonesia. Mulai dari rumah tinggal, rumah peristirahatan, rumah makan, > gazebo, sampai musala. Di pasar ekspor, rumah bambu buatan Jatnika sudah > berdiri di Malaysia, Brunei Darusssalam, Arab Saudi, serta Uni Emirat Arab. > > Salah satu faktor yang menyebabkan banyak orang memesan rumah bambu ke > Jatnika adalah daya tahan buatannya. Aneka rumah bambu buatan Jatnika bisa > bertahan hingga 30 tahun. > > Keawetan rumah bambu bikinan Jatnika berkat proses penebangan hingga > perendaman bambu. Karakteristik rumah bambu yang tahan gempa juga menjadi > alasan orang berminat memiliki bangunan tersebut. > > Setiap bulan, pesanan yang datang ke Jatnika sebanyak 20 rumah bambu. > Namun, ia hanya mengerjakan dua pesanan setiap bulan. Tujuannya untuk > menjaga kualitas rumah bambu buatannya. "Kalau hanya memikirkan keuntungan, > bisa saja saya ambil semuanya, tapi nanti kualitasnya tidak bagus," ujarnya. > > Jatnika memang tidak hanya mengejar keuntungan semata, namun juga kepuasan > batin. Apalagi, sejak 1995, dia dipercaya menjadi Ketua Harian Yayasan Bambu > Indonesia yang didirikan oleh istri mantan Wakil Presiden Try Sutrisno. > > Selain untuk melestarikan bambu, yayasan ini juga dibentuk untuk > mengembangkan dan memanfaatkan bambu Indonesia. Para perajin pun dilatih > untuk mengenal produk-produk kerajinan yang bisa dihasilkan dari bambu. > > Sebab, banyak sekali produk kerajinan yang bisa dibuat dari bambu. "Ada > ribuan jenis. Untuk alat musik saja ada sekitar 41 jenis yang bisa dibuat > dari bambu, seperti angklung dan suling," kata Jatnika. > > Makanya, pelestarian bambu wajib hukumnya. Pada 1997, Yayasan Bambu > Indonesia melakukan penanaman bambu di lahan seluas 11,5 hektare milik > Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bambu yang ditanam tak hanya satu > jenis, namun beraneka macam. Karena, lahan ini juga berfungsi sebagai museum > bambu. > > Yayasan ini juga giat melakukan penyuluhan penanaman bambu di lahan milik > warga yang ada di daerah Pelabuhan Ratu, Sakawayana, dan Cikedang, Kabupaten > Sukabumi. Yayasan Bambu Indonesia pun menjadi pelopor dalam upaya penanaman > anggota subfamilia rumput ini di sepanjang bantaran Kali Ciliwung Cisadane, > Krukut, Grogol, dan Pesanggrahan. Soalnya, "Bambu bisa sebagai penahan > tebing, penahan erosi serta juga penghimpun air," ungkap Jatmika. Selain > semua manfaat itu, penulis buku Rumah Bambu: Aksitektur Khas Jawa Barat ini > menambahkan, bambu bisa menjadi obat untuk bermacam penyakit termasuk > penyakit liver.* (Dharmesta/Kontan)* > > <http://www1.kompas.com/printnews/xml/2011/02/18/1532002/Jatnika..dengan.Bambu.Menembus.Dunia#> > > *Dapatkan artikel ini di URL:* > > http://www.kompas.com/read/xml/2011/02/18/1532002/Jatnika..dengan.Bambu.Menembus.Dunia > > > > > >
