Ngarah awet mah nya ulah diala
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "JeBe" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 22 Feb 2011 13:40:19 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [kisunda] Tokoh - Jatnika Tukang Imah Awi?

Abdi mah hayang ngala elmu kumaha cara ngawetkeun awi na. Di lembur gaduh 3 
rungkun wae mah awi teh, lumayan sugan kanggo eksperimen mah tah
Ngan can manggih skema ngokolakeun na soalna abdi na masih macul di jkt hehe
Ah saayeunaeun mah ngimpi weh heula, bari ngantosan dicoco bah Imun eeeh 
tumbila... :D
Sent from MobilePhone®

-----Original Message-----
From: Aschev Schuraschev <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 22 Feb 2011 21:36:22 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [kisunda] Tokoh - Jatnika Tukang Imah Awi?

Nyaeta sok ngimpen kitu oge. Sok nyipta-nyipta jaman bihari mangsa sagala 
ngaleuyah, mangsa jumlah manusa masih sakedik; hoyong nanaon oge nyampak 
tinggal ngala.
Kiwari mah, sagala kedah digaleuh boh tanahna boh awina, oge tanagi buruhna. 
Arawis deuih pangaosna teh.



--- On Tue, 2/22/11, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [kisunda] Tokoh - Jatnika Tukang Imah Awi?
To: [email protected]
Date: Tuesday, February 22, 2011, 7:51 AM















 
 



  


    
      
      
      












Ka kebon awi we kang, nyandak bedog, keun wae kebon batur ge, tuaran, terus 
damel bumi.. Sok geuraPowered by Telkomsel BlackBerry®From:  Aschev Schuraschev 
<[email protected]>
Sender:  [email protected]
Date: Tue, 22 Feb 2011 20:49:48 +0800 (SGT)To: 
<[email protected]>ReplyTo:  [email protected]
Subject: Re: [kisunda] Tokoh - Jatnika Tukang Imah Awi?

 



    
      
      
      Deuh eta rumah bambu. Kaimpi-impi haya boga imah tina awi. Hanjakal can 
katedunan impian teh.



--- On Tue, 2/22/11, Ki Hasan <[email protected]> wrote:

From: Ki Hasan <[email protected]>
Subject: [kisunda] Tokoh - Jatnika Tukang Imah Awi?
To: "Ki Sunda" <[email protected]>, "Baraya Sunda" 
<[email protected]>
Date: Tuesday, February 22, 2011, 7:33 AM















 
 



    
      
      
      Jatnika, dengan Bambu Menembus Dunia




        
        
KONTAN

        
        


Jumat, 18 Februari 2011 | 15:32 WIB

KOMPAS.com - Dari bambu, Undagi Jatnika Nagamiharja 
yang juga Ketua Yayasan Bambu Indonesia mampu melanglang buana, mulai 
dari ke hampir seluruh wilayah Indonesia hingga mancanegara. Lelaki 
kelahiran Sukabumi, Jawa Barat ini populer dengan rumah bambu buatannya.
 Ia sudah membangun 3.441 rumah bambu di Indonesia dan negara lain.
 Bambu sudah menjadi bagian hidup dari Undagi Jatnika Nagamiharja. Dari 
tanaman rumpun ini, namanya terkenal sampai ke mancanegara. Dari bambu 
pula, ia memperoleh sumber penghidupan. Jatnika memulai bisnis 
bambu sejak 1996. Dia mewarisi ilmu sang ayah yang berprofesi sebagai 
perajin anyaman dan mebel bambu. Pertama kali menjalankan usaha, Jatnika
 hanya membuat anyaman dan mebel bambu. Sekarang, Jatnika juga 
membuat rumah bambu. "Saya masih memproduksi mebel untuk desain interior
 rumah bambu yang saya buat," katanya. Mebel-mebel bambu buatan 
Jatnika sudah menembus pasar ekspor, seperti Spanyol, Amerika Serikat, 
Taiwan, dan Jerman. Begitu juga dengan rumah bambu bikinannya. 
Itu sebabnya, Jatnika mengatakan, rumah bambu punya prospek yang cerah. 
Selain memiliki pangsa pasar luas, perajin rumah bambu masih sedikit. 
Makanya, pesanan rumah bambu yang terus mengalir. Sampai saat 
ini, Jatnika sudah membangun 3.441 rumah bambu di seluruh Indonesia. 
Mulai dari rumah tinggal, rumah peristirahatan, rumah makan, gazebo, 
sampai musala. Di pasar ekspor, rumah bambu buatan Jatnika sudah berdiri
 di Malaysia, Brunei Darusssalam, Arab Saudi, serta Uni Emirat Arab.
 Salah satu faktor yang menyebabkan banyak orang memesan rumah bambu ke 
Jatnika adalah daya tahan buatannya. Aneka rumah bambu buatan Jatnika 
bisa bertahan hingga 30 tahun. Keawetan rumah bambu bikinan 
Jatnika berkat proses penebangan hingga perendaman bambu. Karakteristik 
rumah bambu yang tahan gempa juga menjadi alasan orang berminat memiliki
 bangunan tersebut. Setiap bulan, pesanan yang datang ke Jatnika 
sebanyak 20 rumah bambu. Namun, ia hanya mengerjakan dua pesanan setiap 
bulan. Tujuannya untuk menjaga kualitas rumah bambu buatannya. "Kalau 
hanya memikirkan keuntungan, bisa saja saya ambil semuanya, tapi nanti 
kualitasnya tidak bagus," ujarnya. Jatnika memang tidak hanya 
mengejar keuntungan semata, namun juga kepuasan batin. Apalagi, sejak 
1995, dia dipercaya menjadi Ketua Harian Yayasan Bambu Indonesia yang 
didirikan oleh istri mantan Wakil Presiden Try Sutrisno. Selain 
untuk melestarikan bambu, yayasan ini juga dibentuk untuk mengembangkan 
dan memanfaatkan bambu Indonesia. Para perajin pun dilatih untuk 
mengenal produk-produk kerajinan yang bisa dihasilkan dari bambu.
 Sebab, banyak sekali produk kerajinan yang bisa dibuat dari bambu. "Ada
 ribuan jenis. Untuk alat musik saja ada sekitar 41 jenis yang bisa 
dibuat dari bambu, seperti angklung dan suling," kata Jatnika. 
Makanya, pelestarian bambu wajib hukumnya. Pada 1997, Yayasan Bambu 
Indonesia melakukan penanaman bambu di lahan seluas 11,5 hektare milik 
Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bambu yang ditanam tak hanya 
satu jenis, namun beraneka macam. Karena, lahan ini juga berfungsi 
sebagai museum bambu. Yayasan ini juga giat melakukan penyuluhan 
penanaman bambu di lahan milik warga yang ada di daerah Pelabuhan Ratu, 
Sakawayana, dan Cikedang, Kabupaten Sukabumi. Yayasan Bambu Indonesia 
pun menjadi pelopor dalam upaya penanaman anggota subfamilia rumput ini 
di sepanjang bantaran Kali Ciliwung Cisadane, Krukut, Grogol, dan 
Pesanggrahan. Soalnya, "Bambu bisa sebagai penahan tebing, penahan erosi
 serta juga penghimpun air," ungkap Jatmika. Selain semua manfaat itu, 
penulis buku Rumah Bambu: Aksitektur Khas Jawa Barat ini menambahkan, 
bambu bisa menjadi obat untuk bermacam penyakit termasuk penyakit liver. 
(Dharmesta/Kontan)

        

Dapatkan artikel ini di URL:

http://www.kompas.com/read/xml/2011/02/18/1532002/Jatnika..dengan.Bambu.Menembus.Dunia




    
     



 














      

    
     

    










    
     

    
    


 



  











      

Kirim email ke