Bebas tumbila teu ki? 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Ki Hasan <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 22 Feb 2011 20:33:02 
To: Ki Sunda<[email protected]>; Baraya 
Sunda<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [kisunda] Tokoh - Jatnika Tukang Imah Awi?

Jatnika, dengan Bambu Menembus Dunia


KONTAN
  Jumat, 18 Februari 2011 | 15:32 WIB

*KOMPAS.com - *Dari bambu, Undagi Jatnika Nagamiharja yang juga Ketua
Yayasan Bambu Indonesia mampu melanglang buana, mulai dari ke hampir seluruh
wilayah Indonesia hingga mancanegara. Lelaki kelahiran Sukabumi, Jawa Barat
ini populer dengan rumah bambu buatannya. Ia sudah membangun 3.441 rumah
bambu di Indonesia dan negara lain.

Bambu sudah menjadi bagian hidup dari Undagi Jatnika Nagamiharja. Dari
tanaman rumpun ini, namanya terkenal sampai ke mancanegara. Dari bambu pula,
ia memperoleh sumber penghidupan.

Jatnika memulai bisnis bambu sejak 1996. Dia mewarisi ilmu sang ayah yang
berprofesi sebagai perajin anyaman dan mebel bambu. Pertama kali menjalankan
usaha, Jatnika hanya membuat anyaman dan mebel bambu.

Sekarang, Jatnika juga membuat rumah bambu. "Saya masih memproduksi mebel
untuk desain interior rumah bambu yang saya buat," katanya.

Mebel-mebel bambu buatan Jatnika sudah menembus pasar ekspor, seperti
Spanyol, Amerika Serikat, Taiwan, dan Jerman. Begitu juga dengan rumah bambu
bikinannya.

Itu sebabnya, Jatnika mengatakan, rumah bambu punya prospek yang cerah.
Selain memiliki pangsa pasar luas, perajin rumah bambu masih sedikit.
Makanya, pesanan rumah bambu yang terus mengalir.

Sampai saat ini, Jatnika sudah membangun 3.441 rumah bambu di seluruh
Indonesia. Mulai dari rumah tinggal, rumah peristirahatan, rumah makan,
gazebo, sampai musala. Di pasar ekspor, rumah bambu buatan Jatnika sudah
berdiri di Malaysia, Brunei Darusssalam, Arab Saudi, serta Uni Emirat Arab.

Salah satu faktor yang menyebabkan banyak orang memesan rumah bambu ke
Jatnika adalah daya tahan buatannya. Aneka rumah bambu buatan Jatnika bisa
bertahan hingga 30 tahun.

Keawetan rumah bambu bikinan Jatnika berkat proses penebangan hingga
perendaman bambu. Karakteristik rumah bambu yang tahan gempa juga menjadi
alasan orang berminat memiliki bangunan tersebut.

Setiap bulan, pesanan yang datang ke Jatnika sebanyak 20 rumah bambu. Namun,
ia hanya mengerjakan dua pesanan setiap bulan. Tujuannya untuk menjaga
kualitas rumah bambu buatannya. "Kalau hanya memikirkan keuntungan, bisa
saja saya ambil semuanya, tapi nanti kualitasnya tidak bagus," ujarnya.

Jatnika memang tidak hanya mengejar keuntungan semata, namun juga kepuasan
batin. Apalagi, sejak 1995, dia dipercaya menjadi Ketua Harian Yayasan Bambu
Indonesia yang didirikan oleh istri mantan Wakil Presiden Try Sutrisno.

Selain untuk melestarikan bambu, yayasan ini juga dibentuk untuk
mengembangkan dan memanfaatkan bambu Indonesia. Para perajin pun dilatih
untuk mengenal produk-produk kerajinan yang bisa dihasilkan dari bambu.

Sebab, banyak sekali produk kerajinan yang bisa dibuat dari bambu. "Ada
ribuan jenis. Untuk alat musik saja ada sekitar 41 jenis yang bisa dibuat
dari bambu, seperti angklung dan suling," kata Jatnika.

Makanya, pelestarian bambu wajib hukumnya. Pada 1997, Yayasan Bambu
Indonesia melakukan penanaman bambu di lahan seluas 11,5 hektare milik
Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bambu yang ditanam tak hanya satu
jenis, namun beraneka macam. Karena, lahan ini juga berfungsi sebagai museum
bambu.

Yayasan ini juga giat melakukan penyuluhan penanaman bambu di lahan milik
warga yang ada di daerah Pelabuhan Ratu, Sakawayana, dan Cikedang, Kabupaten
Sukabumi. Yayasan Bambu Indonesia pun menjadi pelopor dalam upaya penanaman
anggota subfamilia rumput ini di sepanjang bantaran Kali Ciliwung Cisadane,
Krukut, Grogol, dan Pesanggrahan. Soalnya, "Bambu bisa sebagai penahan
tebing, penahan erosi serta juga penghimpun air," ungkap Jatmika. Selain
semua manfaat itu, penulis buku Rumah Bambu: Aksitektur Khas Jawa Barat ini
menambahkan, bambu bisa menjadi obat untuk bermacam penyakit termasuk
penyakit liver.* (Dharmesta/Kontan)*

<http://www1.kompas.com/printnews/xml/2011/02/18/1532002/Jatnika..dengan.Bambu.Menembus.Dunia#>

*Dapatkan artikel ini di URL:*
http://www.kompas.com/read/xml/2011/02/18/1532002/Jatnika..dengan.Bambu.Menembus.Dunia

Kirim email ke