Ngawetkeun awi ala urang kampung mah simpel
Awi nu sok diawetkeun utamana keur ereng paragi nyangkedkeun kenteng,
sabab unggal poe kapanasan kaibunan.

Ngawetkeunana, ereng dikeueum dina leutak balong mangbulan-bulan.
Tah eta ereng teh jadi wedel aya kana puluh taunna.

2011/2/22 JeBe <[email protected]>

>
>
> Abdi mah hayang ngala elmu kumaha cara ngawetkeun awi na. Di lembur gaduh 3
> rungkun wae mah awi teh, lumayan sugan kanggo eksperimen mah tah
> Ngan can manggih skema ngokolakeun na soalna abdi na masih macul di jkt
> hehe
> Ah saayeunaeun mah ngimpi weh heula, bari ngantosan dicoco bah Imun eeeh
> tumbila... :D
>
> Sent from MobilePhone®
> ------------------------------
> *From: * Aschev Schuraschev <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Tue, 22 Feb 2011 21:36:22 +0800 (SGT)
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [kisunda] Tokoh - Jatnika Tukang Imah Awi?
>
>
>
> Nyaeta sok ngimpen kitu oge. Sok nyipta-nyipta jaman bihari mangsa sagala
> ngaleuyah, mangsa jumlah manusa masih sakedik; hoyong nanaon oge nyampak
> tinggal ngala.
>
> Kiwari mah, sagala kedah digaleuh boh tanahna boh awina, oge tanagi
> buruhna. Arawis deuih pangaosna teh.
>
>
>
> --- On *Tue, 2/22/11, [email protected] <[email protected]>* wrote:
>
>
> From: [email protected] <[email protected]>
> Subject: Re: [kisunda] Tokoh - Jatnika Tukang Imah Awi?
> To: [email protected]
> Date: Tuesday, February 22, 2011, 7:51 AM
>
>
>
> Ka kebon awi we kang, nyandak bedog, keun wae kebon batur ge, tuaran, terus
> damel bumi.. Sok geura
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * Aschev Schuraschev <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Tue, 22 Feb 2011 20:49:48 +0800 (SGT)
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [kisunda] Tokoh - Jatnika Tukang Imah Awi?
>
>
>
> Deuh eta rumah bambu. Kaimpi-impi haya boga imah tina awi. Hanjakal can
> katedunan impian teh.
>
>
>
> --- On *Tue, 2/22/11, Ki Hasan <[email protected]>* wrote:
>
>
> From: Ki Hasan <[email protected]>
> Subject: [kisunda] Tokoh - Jatnika Tukang Imah Awi?
> To: "Ki Sunda" <[email protected]>, "Baraya Sunda" <
> [email protected]>
> Date: Tuesday, February 22, 2011, 7:33 AM
>
>
>
> Jatnika, dengan Bambu Menembus Dunia
>
>
> KONTAN
>   Jumat, 18 Februari 2011 | 15:32 WIB
>
> *KOMPAS.com - *Dari bambu, Undagi Jatnika Nagamiharja yang juga Ketua
> Yayasan Bambu Indonesia mampu melanglang buana, mulai dari ke hampir seluruh
> wilayah Indonesia hingga mancanegara. Lelaki kelahiran Sukabumi, Jawa Barat
> ini populer dengan rumah bambu buatannya. Ia sudah membangun 3.441 rumah
> bambu di Indonesia dan negara lain.
>
> Bambu sudah menjadi bagian hidup dari Undagi Jatnika Nagamiharja. Dari
> tanaman rumpun ini, namanya terkenal sampai ke mancanegara. Dari bambu pula,
> ia memperoleh sumber penghidupan.
>
> Jatnika memulai bisnis bambu sejak 1996. Dia mewarisi ilmu sang ayah yang
> berprofesi sebagai perajin anyaman dan mebel bambu. Pertama kali menjalankan
> usaha, Jatnika hanya membuat anyaman dan mebel bambu.
>
> Sekarang, Jatnika juga membuat rumah bambu. "Saya masih memproduksi mebel
> untuk desain interior rumah bambu yang saya buat," katanya.
>
> Mebel-mebel bambu buatan Jatnika sudah menembus pasar ekspor, seperti
> Spanyol, Amerika Serikat, Taiwan, dan Jerman. Begitu juga dengan rumah bambu
> bikinannya.
>
> Itu sebabnya, Jatnika mengatakan, rumah bambu punya prospek yang cerah.
> Selain memiliki pangsa pasar luas, perajin rumah bambu masih sedikit.
> Makanya, pesanan rumah bambu yang terus mengalir.
>
> Sampai saat ini, Jatnika sudah membangun 3.441 rumah bambu di seluruh
> Indonesia. Mulai dari rumah tinggal, rumah peristirahatan, rumah makan,
> gazebo, sampai musala. Di pasar ekspor, rumah bambu buatan Jatnika sudah
> berdiri di Malaysia, Brunei Darusssalam, Arab Saudi, serta Uni Emirat Arab.
>
> Salah satu faktor yang menyebabkan banyak orang memesan rumah bambu ke
> Jatnika adalah daya tahan buatannya. Aneka rumah bambu buatan Jatnika bisa
> bertahan hingga 30 tahun.
>
> Keawetan rumah bambu bikinan Jatnika berkat proses penebangan hingga
> perendaman bambu. Karakteristik rumah bambu yang tahan gempa juga menjadi
> alasan orang berminat memiliki bangunan tersebut.
>
> Setiap bulan, pesanan yang datang ke Jatnika sebanyak 20 rumah bambu.
> Namun, ia hanya mengerjakan dua pesanan setiap bulan. Tujuannya untuk
> menjaga kualitas rumah bambu buatannya. "Kalau hanya memikirkan keuntungan,
> bisa saja saya ambil semuanya, tapi nanti kualitasnya tidak bagus," ujarnya.
>
> Jatnika memang tidak hanya mengejar keuntungan semata, namun juga kepuasan
> batin. Apalagi, sejak 1995, dia dipercaya menjadi Ketua Harian Yayasan Bambu
> Indonesia yang didirikan oleh istri mantan Wakil Presiden Try Sutrisno.
>
> Selain untuk melestarikan bambu, yayasan ini juga dibentuk untuk
> mengembangkan dan memanfaatkan bambu Indonesia. Para perajin pun dilatih
> untuk mengenal produk-produk kerajinan yang bisa dihasilkan dari bambu.
>
> Sebab, banyak sekali produk kerajinan yang bisa dibuat dari bambu. "Ada
> ribuan jenis. Untuk alat musik saja ada sekitar 41 jenis yang bisa dibuat
> dari bambu, seperti angklung dan suling," kata Jatnika.
>
> Makanya, pelestarian bambu wajib hukumnya. Pada 1997, Yayasan Bambu
> Indonesia melakukan penanaman bambu di lahan seluas 11,5 hektare milik
> Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bambu yang ditanam tak hanya satu
> jenis, namun beraneka macam. Karena, lahan ini juga berfungsi sebagai museum
> bambu.
>
> Yayasan ini juga giat melakukan penyuluhan penanaman bambu di lahan milik
> warga yang ada di daerah Pelabuhan Ratu, Sakawayana, dan Cikedang, Kabupaten
> Sukabumi. Yayasan Bambu Indonesia pun menjadi pelopor dalam upaya penanaman
> anggota subfamilia rumput ini di sepanjang bantaran Kali Ciliwung Cisadane,
> Krukut, Grogol, dan Pesanggrahan. Soalnya, "Bambu bisa sebagai penahan
> tebing, penahan erosi serta juga penghimpun air," ungkap Jatmika. Selain
> semua manfaat itu, penulis buku Rumah Bambu: Aksitektur Khas Jawa Barat ini
> menambahkan, bambu bisa menjadi obat untuk bermacam penyakit termasuk
> penyakit liver.* (Dharmesta/Kontan)*
>
> <http://www1.kompas.com/printnews/xml/2011/02/18/1532002/Jatnika..dengan.Bambu.Menembus.Dunia#>
>
> *Dapatkan artikel ini di URL:*
>
> http://www.kompas.com/read/xml/2011/02/18/1532002/Jatnika..dengan.Bambu.Menembus.Dunia
>
>
>
>
>   
>

Kirim email ke