KESENIAN SINTREN (BAGIAN 3 - END ) Jumat, 15 September 2006 17:31 [image: Cetak]<http://www.pekalongankab.go.id/fasilitas-web/artikel/ekonomi/145-kesenian-sintren-bagian-3-end-.html#>
ALAT MUSIK DAN TEMBANG PENGIRING Pada awal munculnya kesenian sintren, alat musik yang digunakan untuk mengiringi adalah alat musik tetekan sebagai ritme dan melodi, bumbung besar (bambu dipotong) sebagai gong dan kendang. Setelah alat musik gamelan membudaya di kalangan masyarakat, kesenian sintren tidak lagi menggunakan alat musik tetekan dan bumbung besar melainkan menggunakan instrumen gamelan khas laras slendro. Jenis tembang yang biasanya digunakan mengiringi kesenian sintren adalah tembang a). sulasih sulandono laras slendro pathet manyuro; b). tembang turun-turun sintren, laras slendro pathet manyuro ; c).tembang pitik walik, laras slendro pathet manyuro; d). tembang kembang laos, laras slendro pathet manyuro. Menurut fungsinya tembang pengiring sintren digolongkan menjadi 5 (lima) bagian yaitu : 1. Iringan proses pembentukan sintren Tembang turun sintren digunkan sebagai doa pembuka agar roh Sulasih masuk ke dalam raga calon penari sintren. Saat tembang dilantunkan maka penari sintren akan ganti pakain dari pakain biasa dengan pakain sintren dalam keadaan badan terikat tali dan dalam kurungan. 2. Iringan penyajian hiburan Tembang dolanan khas sintren dan tembang yang sesuai keadaan saat ini misalnya lagu-lagu campursari. 3. Iringan permohonan dan puji rahayu (pengruwatan) Lagu kembang orok-orok atau kembang lombok untuk permohonan sintren ganti busana misalnya dari pakain kebaya menjadi rok. Tembang kawula gusti, untuk permohonan maaf kepada sintren yang pingsan karena marah atau tidak berkenan hatinya. Tembang kembang mawar, dilantunkan untuk mengiringi permintaan temohan kepada penonton. 4. Iringan penyajian akrobat Tembang dayung untuk atraksi permainan piring dan lilin. Tembang ayam walik untuk permainan naik diatas kurungan. Tembang hertu gelang untuk permainan duduk diatas pucuk keris. 5. Iringan Penutup Tembang turun sintren, untuk pertanda bahwa permainan sintren akan usai. Tembang piring kedawung, untuk melepas roh Dewi Sulasih dan sintren berganti busana keseharian. *SENIMAN SINTREN * Terdiri dari 1 orang pawang boleh laki-laki atau perempuan, penari sintren 1 orang seorang remaja putri yang masih gadis (lajang), dayang cantrik biasanya berjumlah 4 orang seniwati dan maksimal 10 orang, dan pengiring musik / tembang terdiri dari 3 orang seniwati sebagai penggerong (vokalis) dan 1 group pengrawit (penabuh gamelan) yang biasanya berjumlah lebih kurang 10 orang. *FUNGSI KESENIAN SINTREN * 1. Sebagai sarana hiburan masyarakat. 2. Apresiasi seni dan nilai-nilai estetik masyarakat. 3. Digunakan untuk keperluan upacara-upacara ritual seperti : bersih desa, sedekah laut, upacara tolak bala, nadzar, ruwatan dan pernikahan. 4. Untuk memeriahkan peringatan hari-hari besar, seperti hari ulang tahun kemerdekaan, hari jadi. *GROUP KESENIAN SINTREN DI WILAYAH KABUPATEN PEKALONGAN * 1. Group MAYANGSARI, pimpinan Ibu Sukar, desa Sijeruk Kecamatan Sragi. 2. Group PUTRI SEJATI JAYA MUDA, pimpinan Bapak Saryo, desa Pedawang Kecamatan Karanganyar. 3. Group SUMEH, pimpinan Bapak Sayad, desa Mulyorejo Kecamatan Kesesi. 4. Group SINTREN KARYA MELATI, pimpinan Bapak Sukardjo, desa Sumurjomblangbogo Kecamatan Bojong. 5. Group GENDING SAMUDRA, pimpinan Bapak Sutonyok, desa Wonokerto Wetan Kecamatan Wonokerto. http://www.pekalongankab.go.id/fasilitas-web/artikel/ekonomi/145-kesenian-sintren-bagian-3-end-.html
