Kang agus paku ngiringan mundur henteunya kamari waktos tepang di btm bogor sempet ngobrol ngaler ngidul kitu deui kaaktipan anjeuna janten salah sahiji ketua nasdem digarut saurna....kamananya kang agus mangga kang agus paku nyarios.
Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Tue, 19 Jul 2011 01:36:29 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [kisunda] Selingan - Rame-Rame Mundur? ciciren sifat US? Teu cocog meureun susunan kabinet lamun parte nasdem meunang. US palalinter lah piraku teu bisa ngabaca gidig si brewok. Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: MRachmat Rawyani <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 18 Jul 2011 18:26:54 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [kisunda] Selingan - Rame-Rame Mundur? ciciren sifat US? Ieu kasus "pukulan berat" pikeun Surya Paloh jeung Media Indonesia katut Metro TV. Pembaca jeung pemirsa moal percaya kana eusi pemberitaan di dua media eta, sabab NASDEM anu digembar-gemborkeun cenah pikeun ngarestorasi bangsa, ari kitu teh, jadi alat pikeun ngarestorasi Surya Paloh pikeun jadi jalma nomer hiji/dua di Indonesia. Duka tah, kumaha ketakna Aburizal Bakri anu ngabogaan saham mayoritas TVOne, naha berita-beritana "aya hurang di sahandapeun batu". Pan mani situ getolna Lawyer club anu 'dikokojoan' ku Karni Ilyas, nyieun acara ngajejeleh pamarentahan ayeuna disiarkeun sacara langsung di TVOne. Kasus bubarna NASDEM Jawa Barat, naha ieu hiji totonden, yen urang sunda teh gampang "diperalat", gampang kabongbroy, heunteu bisa ningali "aya hurang sahandapeun batu"? atawa memang cara "bermain" urang Sunda anu cetek pisan. mrachmatrawyani ________________________________ From: oman abdurahman <[email protected]> To: [email protected] Cc: Baraya Sunda <[email protected]> Sent: Mon, July 18, 2011 5:52:18 PM Subject: Re: [kisunda] Re: Selingan - Rame-Rame Mundur? Nya leuwih hade elat, tinimbang henteu mah. Telat, nya eta telat mikawanoh motif atawa niat ngaheuyeuk balad kalawan ngajual gagasan "komitmen bersama untuk merestorasi bangsa tanpa tersangkut partai politik". Ari "henteu", nyaeta teu ngayakeun tindakan padahal geus apal kamana rek ngaleosna eta ormas. Leuwih hade telat, tinimbang henteu. manar 2011/7/19 Ki Hasan <[email protected]> > >Pengurus Ormas Nasdem Jabar Resmi Bubar >Minggu, 17/07/2011 - 21:22 >BANDUNG, (PRLM).- Setelah ketua dan sebagian besar pengurus organisasi massa >(ormas) Nasional Demokrat Jawa Barat mengundurkan diri pekan lalu, maka >Minggu >(17/7), pengurus ormas Nasdem Jabar resmi bubar. Pembubaran pengurus ormas >Nasdem Jabar itu diiringi dengan pengunduran diri massal para pengurus ormas >Nasdem se-Jabar, yang dilakukan di Grand Hotel Panghegar, Jln. Merdeka, Kota >Bandung, Minggu siang. >Beberapa nama yang hadir dalam kesempatan itu di antaranya Tjetje Hidayat >Padmadinata, Nanang Ma'soem, Cecep Rukmana, Setia Hidayat, Ade Sudrajat, >Teguh >Satria, Jaka Badranaya, Uum Kasoem (Koordinator Wilayah Priangan Timur >meliputi >Kota/Kab. Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Garut, Sumedang), M. Ibra Anwari (Kab. >Bandung), dan masih banyak lagi. > >Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Nasdem Jabar, Tjetje Hidayat Padmadinata >mengemukakan, pengunduran diri massal seluruh pengurus Nasdem se-Jabar itu >merupakan bentuk pertanggungjawaban seluruh pengurus terhadap komitmen awal >Nasdem. "Nasdem awalnya adalah komitmen bersama untuk merestorasi bangsa >tanpa >tersangkut partai politik. Lalu terjadi konflik pemikiran setelah Nasdem >berubah menjadi partai. Kami harus mengambil sikap dan inilah sikap kami," >katanya kepada wartawan. >Tjetje menambahkan, mengenai pengurusan ormas baru Nasdem Jabar, dia dan >seluruh mantan pengurus, menyerahkan seluruh persoalan itu ke Nasdem pusat. >"Biarlah DPP yang membentuk ormasnya sendiri. Soal anggota, kami serahkan >pada >anggota masing-masing. Tetapi secara logika, hampir seluruh pengurus sudah >mengundurkan diri, dan anggota pun diajak oleh pengurus, sudah tentu semua >ikut >bubar," ujarnya. >Dalam kesempatan yang sama, mantan Ketua Ormas Nasdem. Jabar, Mayjen TNI >(Purn.) Sudrajat, menyatakan dirinya alergi dengan partai politik (parpol). >Itulan alasan utama Sudrajat dahulu mau bergabung dengan Nasdem walau >akhirnya >keluar. "Saya tidak mau dicap berafiliasi parpol. Itulah yang menjadi alasan >saya dan pengurus lainnya, mundur dari Nasdem. Mungkin lebih dari 99 pengurus >Nasdem Jabar telah mundur," katanya. >Menurut Sudrajat, saat ini parpol tidak bisa dipercaya lagi mampu menyuarakan >perubahan. Tidak ada visi perubahan yang mampu dibawa parpol. Maka sangat >wajar >jika hampir seluruh kota/kabupaten di Jabar, para pengurusnya mundur. "Tim >tujuh yang bertugas menyiapkan deklarasi Nasdem di kota/kabupaten. "Kami >sebenarnya telah mendeklarasikan Nasdem di 6 kabupaten dan 2 kota. Daerah >lainnya sedang berjalan. Namun, di tengah perjalanan, ada perubahn ini hingga >akhirnya semua mengundurkan diri," ujarnya. >Pernyataan pengunduran diri dari mantan Sudrajat sebagai Ketua DPW Nasdem >Jabar >merupakan momentum bubarnya ormas tersebut di Jabar. Surat pengunduruan diri >Sudrajat itu telah disampaikan ke pusat. Untuk pengunduran diri para pengurus >DPW lainnya, mereka bisa menyerahkan kartu anggotanya kepada Sekretaris DPW >Nasdem Jabar Wilayah Agus Wardana. "Setelah selesai administrasinya, saya pun >akan mengundurkan diri. Secara ikhlas saya akan membantu proses administrasi >DPW Nasdem Jabar sampai selesai," kata Agus kepada wartawan. >Agus membeberkan, pasca pengunduran diri Ketua Nasdem Jabar seminggu lalu, >DPW >mensosialisasikan ke seluruh wilayah tentang hal itu. Rupanya itu ditanggapi >positif para pengurus Nasdem se-Jabar. "Inisiator yang mengundurkan diri >sudah >100 persen, Dewan Pertimbangan 100 persen, pengurus 100 persen. Sementara >dewan >pakar baru 99 persen karena sekwil masih bertugas untuk membantu pengurusan >pengunduran diri para pengurus sesuai prosedur. Setelah itu, baru saya ikut >mundur," katanya. (A-128/das)*** >http://www.pikiran-rakyat.com/node/152254 >
