Percaya teu percaya ka pulitikus the 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Ki Hasan <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 19 Jul 2011 08:28:31 
To: Ki Sunda<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: Baraya Sunda<[email protected]>
Subject: [kisunda] Re: Selingan - Rame-Rame Mundur?

Pengurus Ormas Nasdem Jabar Resmi Bubar
Minggu, 17/07/2011 - 21:22

BANDUNG, (PRLM).- Setelah ketua dan sebagian besar pengurus organisasi massa
(ormas) Nasional Demokrat Jawa Barat mengundurkan diri pekan lalu, maka
Minggu (17/7), pengurus ormas Nasdem Jabar resmi bubar. Pembubaran pengurus
ormas Nasdem Jabar itu diiringi dengan pengunduran diri massal para pengurus
ormas Nasdem se-Jabar, yang dilakukan di Grand Hotel Panghegar, Jln.
Merdeka, Kota Bandung, Minggu siang.

Beberapa nama yang hadir dalam kesempatan itu di antaranya Tjetje Hidayat
Padmadinata, Nanang Ma'soem, Cecep Rukmana, Setia Hidayat, Ade Sudrajat,
Teguh Satria, Jaka Badranaya, Uum Kasoem (Koordinator Wilayah Priangan Timur
meliputi Kota/Kab. Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Garut, Sumedang), M. Ibra
Anwari (Kab. Bandung), dan masih banyak lagi.

Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Nasdem Jabar, Tjetje Hidayat Padmadinata
mengemukakan, pengunduran diri massal seluruh pengurus Nasdem se-Jabar itu
merupakan bentuk pertanggungjawaban seluruh pengurus terhadap komitmen awal
Nasdem. "Nasdem awalnya adalah komitmen bersama untuk merestorasi bangsa
tanpa tersangkut partai politik. Lalu terjadi konflik pemikiran setelah
Nasdem berubah menjadi partai. Kami harus mengambil sikap dan inilah sikap
kami," katanya kepada wartawan.

Tjetje menambahkan, mengenai pengurusan ormas baru Nasdem Jabar, dia dan
seluruh mantan pengurus, menyerahkan seluruh persoalan itu ke Nasdem pusat.
"Biarlah DPP yang membentuk ormasnya sendiri. Soal anggota, kami serahkan
pada anggota masing-masing. Tetapi secara logika, hampir seluruh pengurus
sudah mengundurkan diri, dan anggota pun diajak oleh pengurus, sudah tentu
semua ikut bubar," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, mantan Ketua Ormas Nasdem. Jabar, Mayjen TNI
(Purn.) Sudrajat, menyatakan dirinya alergi dengan partai politik (parpol).
Itulan alasan utama Sudrajat dahulu mau bergabung dengan Nasdem walau
akhirnya keluar. "Saya tidak mau dicap berafiliasi parpol. Itulah yang
menjadi alasan saya dan pengurus lainnya, mundur dari Nasdem. Mungkin lebih
dari 99 pengurus Nasdem Jabar telah mundur," katanya.

Menurut Sudrajat, saat ini parpol tidak bisa dipercaya lagi mampu
menyuarakan perubahan. Tidak ada visi perubahan yang mampu dibawa parpol.
Maka sangat wajar jika hampir seluruh kota/kabupaten di Jabar, para
pengurusnya mundur. "Tim tujuh yang bertugas menyiapkan deklarasi Nasdem di
kota/kabupaten. "Kami sebenarnya telah mendeklarasikan Nasdem di 6 kabupaten
dan 2 kota. Daerah lainnya sedang berjalan. Namun, di tengah perjalanan, ada
perubahn ini hingga akhirnya semua mengundurkan diri," ujarnya.

Pernyataan pengunduran diri dari mantan Sudrajat sebagai Ketua DPW Nasdem
Jabar merupakan momentum bubarnya ormas tersebut di Jabar. Surat
pengunduruan diri Sudrajat itu telah disampaikan ke pusat. Untuk pengunduran
diri para pengurus DPW lainnya, mereka bisa menyerahkan kartu anggotanya
kepada Sekretaris DPW Nasdem Jabar Wilayah Agus Wardana. "Setelah selesai
administrasinya, saya pun akan mengundurkan diri. Secara ikhlas saya akan
membantu proses administrasi DPW Nasdem Jabar sampai selesai," kata Agus
kepada wartawan.

Agus membeberkan, pasca pengunduran diri Ketua Nasdem Jabar seminggu lalu,
DPW mensosialisasikan ke seluruh wilayah tentang hal itu. Rupanya itu
ditanggapi positif para pengurus Nasdem se-Jabar. "Inisiator yang
mengundurkan diri sudah 100 persen, Dewan Pertimbangan 100 persen, pengurus
100 persen. Sementara dewan pakar baru 99 persen karena sekwil masih
bertugas untuk membantu pengurusan pengunduran diri para pengurus sesuai
prosedur. Setelah itu, baru saya ikut mundur," katanya. (A-128/das)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/152254

Kirim email ke