sesah sigana upami koruptor diberantas di Indonesia, panginteun ieu teh tanda kiamat anu tos caket.... mugi - mugi urang sadaya teu kaasup kana golongan abdina setan anu ngabalukarkeun jamlmi nu lain katalangsara... amin.
Dari: Ki Hasan <[email protected]>
Kepada: Ki Sunda <[email protected]>
Dikirim: Jumat, 11 November 2011 8:25
Judul: [kisunda] Fwd: [Ki Sunda] Di Indonesia euweuh Koruptor!
---------- Forwarded message ----------
From: Suarsa, Roni <[email protected]>
Date: 2011/11/11
Subject: RE: [Urang Sunda] Di Indonesia euweuh Koruptor!
To: "[email protected]" <[email protected]>
From: Suarsa, Roni <[email protected]>
Date: 2011/11/11
Subject: RE: [Urang Sunda] Di Indonesia euweuh Koruptor!
To: "[email protected]" <[email protected]>
Ari tos maca korupis korupis teh jadi kaingetan artikel ieu, najan
rada lawas oge, ngahaja dipaluruh Alhamdulillah ngagorehel keneh aya…
Harita aya nu posting obrolan jeung urang jepun, ceunahmah kumaha
carana sangkan indonengsyah maju, ceunahmah kudu tumpur heula generasi ayeuna,
beu sanajan ambek oge nya mereun prosesina siga tulisan dihandap ieu…
Regenerasi lain hartina kudu tumpur heula mereun, tapi nya utamana
mah kamunelan pamingpin nu jujur, nekad tendeung ludeung teu gimbir ku pitenah
toh pati jiwa raga, merdeka… heeuh eta ceuk uing heuheuheu….
Wilujeng boboran haji…
Cara Hongkong Memberantas
Polisi Korup Hingga Sukses Sampai Kini
Sekarang mau ngomongin soal
korupsi nih, sepertinya di setiap negara tak akan pernah lepas dari namanya
korupsi, tentu saja hal ini sangat amat merusak untuk masyarakat negara itu
sendiri. seperti hal nya Indonesia yang masih berjuang dan tampaknya perlu
keberanian seorang pemimpin untuk memulai sebuah perang melawan korupsi ini.
dan untuk itu ada sedikit referensi dan pembelajaran bagi kita
semua bagaimana pemerintah Hongkong sukses memberantas korupsi di negara bekas
koloni Inggris itu.
Jika Dibandingkan Korupsi DiIndonesia sekarang sama Hongkong
Ditahun sebelum 1977, Indonesia Belum Ada Apa-Apanya..Sampai-sampai supir
ambulans pun tak mau Antar pasien sekarat jika belum mendapat “uang teh”
terlebih dahulu!
Saking Akutnya Korupsi di Hongkong, 99,9% anggota polisi dan Jaksa
terlibat dengan Mafia dan tindak Kriminal..
Akhirnya pemerintah negara itu pada tahun 1974 melakukan langkah
drastis yaitu semua polisi dan jaksa di negara pulau itu dipecat tanpa kecuali!
Akhirnya pemerintah negara itu pada tahun 1974 melakukan langkah
drastis yaitu semua polisi dan jaksa di negara pulau itu dipecat tanpa kecuali!
Pemberantasan korupsi di Hongkong puncaknya terjadi tahun 1973.
Sebelumnya, usaha pemberantasan korupsi ini sudah dilakukan beberapa kali namun
selalu gagal, dan sudah banyak korban pula yang berjatuhan. Nyaris tak ada
polisi, jaksa dan hakim baik panjang umurnya di negara pulau itu jika berani
melawan korupsi.
Benar-benar seperti cerita perang antar mafia di film-film
Hongkong, saling tembak dan saling bunuh di jalanan. Bagaimana bandit-bandit di
Hongkong kala itu bersekongkol dengan polisi menguasai dan berbagi
"wilayah" operasinya, untuk pelacuran, penjudian dan narkotika.
Bahkan merampok bank dengan senjata dan personil kepolisian juga sudah biasa
terjadi. Luar biasa memang.
Saking parahnya dunia korupsi di kepolisian Hongkong, istri
dipakai atasanpun tidak bisa menolak!
Usaha yang berhasil dalam soal pemberantasan korupsi di Hongkong
pada awalnya digagas oleh seorang polisi baik, yang mendapat dukungan penuh
dari pemerintah kolonial Inggris, yang ketika itu tentu saja pusing tujuh
keliling menghadapi jaringan kerja sama antara koruptor dan mafia kuning.
Bisa berhasil diatasi, tentunya faktor yang cukup menentukan
adalah Gubernur koloni Inggris di Hongkong ketika itu, Sir Murray Mac Lehose
(1971-1982) termasuk seorang pemimpin Hongkong yang keras dan berani ambil
tindakan tegas. Dan jelas dia tidak terlibat dalam persekongkolan mafia yang
terjadi. Tak lama setelah ditunjuk sebagai Gubernur, dia mencanangkan dua tahun
masa jabatannya adalah bertempur dengan korupsi ! Dan itu tidak sekedar dia
pidatokan. Dia langsung bertindak !
Usahanya itu membutuhkan aparat yang bersih dan berwibawa. Dan dia
dibantu oleh sejumlah polisi baik bermental baja yang rela bertarung nyawa
dengan mafia pengadilan. Sejumlah "polisi gila" yang punya nyawa
cadangan benar-benar melakukan perang terhadap mafia Hongkong tersebut. Semua
polisi baik itu berada langsung di bawah komando sang Gubernur ! Kepala polisi
pun tak bisa apa-apa dan mafia-mafia Hongkong kalang kabut.
Dari pihak pemerintah Hongkong sendiri, usaha ini ditunjang pula
dengan berbagai tindakan yang sama-sama gilanya. Extra Judisial. Yang paling
drastis ya itu tadi : memecat semua aparat polisi, jaksa dan hakim di seluruh
Hongkong, diganti sementara dengan polisi, jaksa dan hakim dari India dan
Australia. Berbarengan dengan itu Hongkong melakukan perekrutan polisi, hakim,
dan jaksa baru yang diseleksi dengan sangat ketat.
Bukan hanya aparat penegak hukumnya saja. Petugas administrasi
yang bekerja di semua kantor polisi, jaksa dan hakim juga dipecat.
Diberhentikan. Semua dengan pesangon yang cukup. Lebih dari separoh APBN
Hongkong dipakai untuk memberikan pesangon bagi mereka.
Lantas kepada polisi, hakim dan jaksa yang dipecat dan terindikasi
korupsi itu ditawarkan untuk pergi dari Hongkong, dengan jaminan tidak akan
diusut, dan harta hasil korupsinya juga tidak akan dirampas oleh negara.
Tetapi kepada mereka yang memilih tetap tinggal di Hongkong akan
diusut. Jelas yang berani dan punya nyali untuk tetap tinggal di Hongkong hanya
yang benar-benar bersih saja. Yang merasa tangan dan kantongnya berlumuran
harta hasil korupsi kabur ke luar negeri.
Mantan Polisi, hakim dan jaksa tersebut sebagian besar kabur ke
Kanada, dengan membawa semua harta haramnya, tersebar di beberapa China Town di
kota-kota besar. Pemerintah Kanada memilih menutup mata terhadap latar belakang
mereka, asalkan mereka membawa uang yang cukup besar yang diperlukan untuk
membangun Kanada.
Anehnya, para mafia tersebut di Kanada tidak berani berbuat onar,
hanya menguasai lingkungan China Town saja. Sampai awal tahun 90-an, sekitar 17
tahun sejak berhasilnya pemberantasan korupsi tersebut, mulailah perilaku
aparat hukum berubah. Sogok-menyogok tak ada lagi karena ketahuan sanksinya
dipecat!
Hanya saja kelakuan masyarakat Hongkong yang selama puluhan tahun
hidup dalam cengkeraman mafia, masih belum bisa secara total merubah kebiasan
buruknya. Tipu-tipuan dalam bisnis berlangsung terus, terutama kepada para
turis yang mampir ke Hongkong. Tak terhitung banyaknya orang Indonesia yang
tertipu di Hongkong, mulai dari tipuan dalam hal pengobatan, ditakut-takuti
agar membeli obat yang mahal-mahal, sampai tipuan barang dagangan seperti
barang lama dikatakan model terbaru.
Tetapi karena polisi, jaksa dan hakimnya sudah bersih. Perilaku
macam begitu tidak dibiarkan begitu saja. Dan pebisnis Hongkong yang nakal itu
kena batunya. Disidik, diajukan ke pengadilan dan dijebloskan ke penjara tanpa
ampun. Menyuap atau mencoba menyuap? Hukumannya langsung dilipatgandakan !
Tidak ada ampun. Tidak ada belas kasihan.
Kemudian tahun 1974 Gubernur Mac Lehose membentuk ICAC
(Independent Commission Against Corruption) yaitu lembaga semacam KPK yang ada
di Indonesia. Hasilnya, masyarakat Hongkong mulai teratur dengan tegaknya
hukum, menjadi satu masyarakat yang hidup didalam jalur ketentuan hukum yang
ada. Orang bilang sejak itulah Hongkong ekonominya maju pesat.
ICAC juga telah mendata lebih 99% Polisi terlibat kriminal dan
korupsi, jika diberlakukan hukuman formal, seluruh polisi akan dipenjara, namun
pemerintah hongkong memberi pemutihan hukuman, hanya polisi yang telibat
kriminal diatas tanggal 1 Januari 1977 aja yang di bawa ke meja hijau.
Di Indonesia, usaha pemberantasan korupsi baru tahap permulaan,
baru menyentuh kulit2nya saja yang tentu masih sangat jauh untuk sampai ke inti
permasalahannya. Belajar dari pengalaman Hongkong yang baru berhasil setelah
pemerintah bertindak dengan tangan besi, tampaknya kita harus menunggu sampai
beberapa kali pemilu lagi, sampai kita menemukan pimpinan negara yang
benar-benar bertangan besi tapi bersih dan benar-benar membela rakyat. Bukan
pemimpin negara yang cengeng dan minta dikasihani !
RONI RA SUARSA

OPERATOR, YEP PP WET END
Saudi Yanbu Petrochemical Company
A SABIC Affiliate
Yanbu Industrial City 41912
Saudi Arabia
Saudi Arabia
T +966 (4) 321 4276-4276
F
From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Abbas Amin
Sent: Thursday, November 10, 2011 6:39 AM
To: kisunda; urangsunda
Subject: [Urang Sunda] Di Indonesia euweuh Koruptor!
Sent: Thursday, November 10, 2011 6:39 AM
To: kisunda; urangsunda
Subject: [Urang Sunda] Di Indonesia euweuh Koruptor!
|
Cenah.............. berkas ti KPK dibawa ka Pangadilan; dibuka SIDANG hasilna Aljhamdulillah nu dituduh Koruptor BAREBAS ! Naon ieu hartina ? Hartina; hehehehe, di Indonesia euweuh Koruptor !!! Duka lamun Koruptorna jadugna di Pangadilan; nu jadi Hakim si Koruptor keneh ! Nya atuh NKRI teh memang diparentah ku KORUPTOR !? Boga Jendral jendral Korup oge !? Militer, Militer Korup oge !? Naha nya mani asa kacida teuing ? Engkena deui KPK bakal disebut lembaga tukang MITNAH ! Malah nu bakal digantung teh sigana mah KPK ,eureun nya ?! Rahayat kumaha ? ah barodo ieuh dibere SINETRON PICISAN unggal peuting ge anteng ! |
