hahahaha, apal oge kang dik2X yen eta teh propaganda atheis !
Tanggapan ieu rada leuir teuing; ku sabab kitu ti na leuir jadi LIEUR
Keun we lah inget ka n paribasa better LATE than never tea.

--- In [email protected], "Dikdik" <d.kurnia@...> wrote:
>
> ceuk uing mah, dibaca2 teh jiga propaganda atheis euy
> ah nya pek teh teuing deuk atheis ge, da eta mah kayakinan
> kitu deui deuk di syiah, sunni, karesten, hindu, buddha, konhucu, sunda 
> wiwitan jrrd...
> 
> 
> --- In [email protected], Ahsa <albanduni@> wrote:
> >
> > Agama dan Kekerasan
> > Oleh JALALUDDIN RAKHMAT      
> >  
> > "Jika aku bisa mengayunkan tongkat sihirku dan harus memilih apakah 
> > melenyapkan perkosaan atau agama, aku tidak akan ragu-ragu lagi untuk 
> > melenyapkan agama," tulis Sam Harris, yang bersama Daniel Dennett dan 
> > Richard Dawkins dikenal sebagai the Unholy Trinity of Atheism.
> > 
> > "Agama sudah semestinya ditinggalkan manusia bukan karena alasan teologis, 
> > tetapi -masih kata Harris dalam The End of Faith: Religion: Terror and the 
> > Future of Reason - "karena agama telah menjadi sumber kekerasan sekarang 
> > ini dan pada setiap zaman di masa yang lalu".
> > 
> > Romo Magnis pernah mengatakan kepadaku bahwa orang menjadi ateis lebih 
> > banyak bukan karena pemikiran filsafat atau sains. Mereka menjadi ateis 
> > karena tindakan kekerasan yang dilakukan oleh para pengikut agama. Mereka 
> > melihat kontradiksi antara apa yang dikhotbahkan dengan apa yang dilakukan.
> > 
> > Alkisah, ada seorang Inggris yang sangat religius. Kalau bukan orang yang 
> > tekun ibadat, ia orang yang rajin 'mencoba' berbagai agama. Ia dibesarkan 
> > sebagai Anglikan, dididik sebagai Methodist, berpindah kepada Greek 
> > Orthodoxy karena perkawinan, dan dikawinkan kembali oleh seorang rabbi 
> > Yahudi. 
> > 
> > Sebagai wartawan, ia mengembara secara geografis dan intelektual. Ia 
> > mengumpulkan setumpuk data tentang keterlibatan semua agama dalam berbagai 
> > peperangan dalam sejarah. Hasil pengembaraan 'spiritualnya' membuahkan 
> > buku: god (dengan huruf kecil) is not Great. Ia menuliskan namanya dengan 
> > setiap huruf pertamanya huruf besar: Christopher Hitchens. Ia membagi 
> > bab-bab dalam bukunya berdasarkan kontribusi setiap agama pada pembunuhan, 
> > peperangan, dan kekejaman. Seumur hidupnya, ia menjadi pendakwah ateis yang 
> > efektif, terutama terhadap orang-orang yang menjadi korban kekejaman agama.
> > 
> > Setelah Hitchens, Dan Baker menulis buku dengan judul yang ditulis dengan 
> > huruf kecil dan subjudul dengan huruf besar semua: godless, How an 
> > Evangelical Preacher Became One of America’s Leading Atheists. Jawab: 
> > Karena tindakan kekerasan umat beragama.
> > 
> > Ayaan Hirsi Ali untuk Islam sama dengan Hitch dan Dan Baker untuk Kristen. 
> > Ia lahir di Somalia, dari keluarga bangsawan Muslim. Waktu remaja, ia masuk 
> > sekolah muslimah yang berbahasa Inggris dan didanai Saudi. Guru-gurunya 
> > keluaran Saudi. Dengan semangat ia berpindah dari mazhab Syafii yang 
> > toleran kepada mazhab baru yang sangat keras. Hidup dengan aliran keras ini 
> > tidak membahagiakannya. Ia menyaksikan berbagai tindakan kekerasan, 
> > terutama kepada perempuan, atas nama agama.
> > 
> > Ia mengungsi ke negeri Belanda. Di sini, ia mendapat perlakuan yang tidak 
> > enak dari sesama Muslim. Setelah kecewa dengan peristiwa 11 September, 
> > setelah membaca Manifesto Atheis dari Herman Philipse, secara resmi ia 
> > meninggalkan Islam dan menyatakan diri Atheis.
> > 
> > Pada 2004, Ayaan, yang kini menjadi anggota Parlemen Belanda, menulis 
> > naskah dan menyediakan suara untuk film pendek Submission. Seorang aktris, 
> > berpakaian chador yang tembus pandang, mengisahkan penderitaan empat tokoh 
> > perempuan yang ditindas atas nama Islam.
> > 
> > Melalui chador yang transparan, penonton melihat tubuh telanjang yang 
> > bertuliskan ayat-ayat Al-Quran. Film ini tentu saja menimbulkan kemarahan 
> > hatta di negeri Belanda sekalipun. Produsernya, Theo van Gogh, dibunuh di 
> > jalan di Amsterdam. Di atas jenazahnya diselipkan surat dan pisau yang 
> > berisi ancaman kepada Ayaan. Ia ditunjuk Time sebagai 100 most influential 
> > people in the world. "This woman is a major hero of our time," kata Richard 
> > Dawkins, anggota trinitas Atheis. Hirsi Ali menjadi dewi ateis sedunia.
> > 
> > Walhasil, kenapa orang menjadi atheis? Karena mereka menyaksikan atau 
> > mengalami sendiri tindakan kekerasan yang dilakukan atas nama agama. 
> > Agamanya sendiri sebetulnya hanya menjadi kambing hitam. Bisa saja orang 
> > menyulut konflik karena motif-motif sekular â€"misalnya, ekonomi, politik, 
> > rasialisme - tetapi mereka menyelimuti nya dengan jubah agama.
> > 
> > Jika kita belajar sejarah, kita akan segera tahu bahwa konflik Palestina 
> > adalah konflik etnis (Yahudi yang terdiri dari 22,9 persen ateis, 21 persen 
> > sekular dan sisanya menganut agama Yahudi dan etnis Arab yang terdiri dari 
> > Islam dan Kristen); bahwa konflik di Irlandia Utara disebabkan karena 
> > masalah etnis-politis, setelah Inggris mendirikan Perkebunan Ulster tahun 
> > 1609; bahwa konflik bersenjata antara Pakistan dan India tentang Kashmir 
> > ditimbulkan oleh kebijakan pemerintah kolonial Inggris, dan bukan karena 
> > anjuran Kitab Suci; bahwa perang Irak dan Iran dimulai dari perebutan 
> > wilayah, bukan karena perbedaan mazhab (terbukti setelah perang diketahui 
> > bahwa Syiah juga mayoritas di Irak).
> > 
> > Bagaimana dengan konflik Sunnah dan Syiah di berbagai tempat di Jawa Timur, 
> > termasuk Sampang? "Bukan karena perbedaan pendapat, tetapi karena perbedaan 
> > pendapatan," kata petinggi NU masih dari daerah yang sama. Rois dan Tajul, 
> > kakak-beradik, dilantik sebagai pengurus Ijabi (Ikatan Jamaah Ahlil Bait 
> > Indonesia) pada 2007. Pada 2009, mereka terlibat konflik keluarga, antara 
> > lain karena masalah santri perempuan di pesantren Tajul.
> > 
> > Karena persoalan pendapatan, Rois meninggalkan paham Syiah dan beralih 
> > pendapat. Katanya, "Saya kembali ke Nahdhiyin, karena banyaknya 
> > penyimpangan dalam ajaran Syiah". Pada pengujung 2011, Rois â€"menurut 
> > pengakuannya sendiri- membiarkan orang-orang yang sependapat dengan dia 
> > menghancurkan teritori dan massa pengikut saudaranya. Media melaporkan, 
> > "Roisul Hukama memimpin massa Ahli Sunnah untuk menyerang perkampungan dan 
> > pesantren Tajul Muluk, yang berpaham Syiah". Para tokoh Islam, dengan 
> > pendapatan yang lebih besar, kemudian menabuh genderang perang. Atas nama 
> > agama!
> > 
> > Siapakah yang beruntung? Tidak satu pihak pun. Tidak Rois dan tidak Tajul. 
> > Siapakah yang menang? Kaum ateis. Mereka punya amunisi baru. Mereka akan 
> > menisbahkan tindakan kekerasan dan kekejian kepada agama. Tidak jadi soal 
> > apakah penyebab yang sebenarnya itu berasal dari masalah ekonomis, politis, 
> > ideologis, ethnis, atau sekedar pertikaian di antara keluarga miskin di 
> > kampung yang miskin! 
> > 
> >  JALALUDDIN RAKHMATadalah Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlulbait 
> > Indonesia
> > http://www.detiknews.com/read/2012/01/04/083526/1806073/103/agama-dan-kekerasan
> >
>




------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke