Sumuhun, kedahna mah teu kedah bingung. Satiap jalmi benten bacaan, benten pangaresepna ka bacaan, sareng benten naon bae un kantos dibaca . Alhasil, benten oge cara anjeunna nyandak inti ti un dibacana. Abdi nu lepat rupina, bawel. Heu heu... Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
-----Original Message----- From: "Abbas" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 14 Jan 2012 05:04:07 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [kisunda] Re: Agama dan Kekerasan Sok ayuh enggal ngadamel Kang Jek ! Ngarah tambah BINGUNG deui. Hahahaha --- In [email protected], jekalaya@... wrote: > > Punten, kutan geuning jiga propaganda atheis? Sanes justru jelas-jelas > "mewanti-wanti bahwa perilaku spt itu akan menjadi bahan bakar tambahan untuk > propaganda atheis"? (Sayang tidak bisa bikin ikon bingung di sini). > > Mangga, > DS > Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone > > -----Original Message----- > From: "Abbas" <abas_amin08@...> > Sender: [email protected] > Date: Sat, 14 Jan 2012 04:22:14 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: [kisunda] Re: Agama dan Kekerasan > > hahahaha, apal oge kang dik2X yen eta teh propaganda atheis ! > Tanggapan ieu rada leuir teuing; ku sabab kitu ti na leuir jadi LIEUR > Keun we lah inget ka n paribasa better LATE than never tea. > > --- In [email protected], "Dikdik" <d.kurnia@> wrote: > > > > ceuk uing mah, dibaca2 teh jiga propaganda atheis euy > > ah nya pek teh teuing deuk atheis ge, da eta mah kayakinan > > kitu deui deuk di syiah, sunni, karesten, hindu, buddha, konhucu, sunda > > wiwitan jrrd... > > > > > > --- In [email protected], Ahsa <albanduni@> wrote: > > > > > > Agama dan Kekerasan > > > Oleh JALALUDDIN RAKHMAT     > > >  > > > "Jika aku bisa mengayunkan tongkat sihirku dan harus memilih apakah > > > melenyapkan perkosaan atau agama, aku tidak akan ragu-ragu lagi untuk > > > melenyapkan agama," tulis Sam Harris, yang bersama Daniel Dennett dan > > > Richard Dawkins dikenal sebagai the Unholy Trinity of Atheism. > > > > > > "Agama sudah semestinya ditinggalkan manusia bukan karena alasan > > > teologis, tetapi -masih kata Harris dalam The End of Faith: Religion: > > > Terror and the Future of Reason - "karena agama telah menjadi sumber > > > kekerasan sekarang ini dan pada setiap zaman di masa yang lalu". > > > > > > Romo Magnis pernah mengatakan kepadaku bahwa orang menjadi ateis lebih > > > banyak bukan karena pemikiran filsafat atau sains. Mereka menjadi ateis > > > karena tindakan kekerasan yang dilakukan oleh para pengikut agama. Mereka > > > melihat kontradiksi antara apa yang dikhotbahkan dengan apa yang > > > dilakukan. > > > > > > Alkisah, ada seorang Inggris yang sangat religius. Kalau bukan orang yang > > > tekun ibadat, ia orang yang rajin 'mencoba' berbagai agama. Ia dibesarkan > > > sebagai Anglikan, dididik sebagai Methodist, berpindah kepada Greek > > > Orthodoxy karena perkawinan, dan dikawinkan kembali oleh seorang rabbi > > > Yahudi. > > > > > > Sebagai wartawan, ia mengembara secara geografis dan intelektual. Ia > > > mengumpulkan setumpuk data tentang keterlibatan semua agama dalam > > > berbagai peperangan dalam sejarah. Hasil pengembaraan 'spiritualnya' > > > membuahkan buku: god (dengan huruf kecil) is not Great. Ia menuliskan > > > namanya dengan setiap huruf pertamanya huruf besar: Christopher Hitchens. > > > Ia membagi bab-bab dalam bukunya berdasarkan kontribusi setiap agama pada > > > pembunuhan, peperangan, dan kekejaman. Seumur hidupnya, ia menjadi > > > pendakwah ateis yang efektif, terutama terhadap orang-orang yang menjadi > > > korban kekejaman agama. > > > > > > Setelah Hitchens, Dan Baker menulis buku dengan judul yang ditulis dengan > > > huruf kecil dan subjudul dengan huruf besar semua: godless, How an > > > Evangelical Preacher Became One of America’s Leading Atheists. Jawab: > > > Karena tindakan kekerasan umat beragama. > > > > > > Ayaan Hirsi Ali untuk Islam sama dengan Hitch dan Dan Baker untuk > > > Kristen. Ia lahir di Somalia, dari keluarga bangsawan Muslim. Waktu > > > remaja, ia masuk sekolah muslimah yang berbahasa Inggris dan didanai > > > Saudi. Guru-gurunya keluaran Saudi. Dengan semangat ia berpindah dari > > > mazhab Syafii yang toleran kepada mazhab baru yang sangat keras. Hidup > > > dengan aliran keras ini tidak membahagiakannya. Ia menyaksikan berbagai > > > tindakan kekerasan, terutama kepada perempuan, atas nama agama. > > > > > > Ia mengungsi ke negeri Belanda. Di sini, ia mendapat perlakuan yang tidak > > > enak dari sesama Muslim. Setelah kecewa dengan peristiwa 11 September, > > > setelah membaca Manifesto Atheis dari Herman Philipse, secara resmi ia > > > meninggalkan Islam dan menyatakan diri Atheis. > > > > > > Pada 2004, Ayaan, yang kini menjadi anggota Parlemen Belanda, menulis > > > naskah dan menyediakan suara untuk film pendek Submission. Seorang > > > aktris, berpakaian chador yang tembus pandang, mengisahkan penderitaan > > > empat tokoh perempuan yang ditindas atas nama Islam. > > > > > > Melalui chador yang transparan, penonton melihat tubuh telanjang yang > > > bertuliskan ayat-ayat Al-Quran. Film ini tentu saja menimbulkan kemarahan > > > hatta di negeri Belanda sekalipun. Produsernya, Theo van Gogh, dibunuh di > > > jalan di Amsterdam. Di atas jenazahnya diselipkan surat dan pisau yang > > > berisi ancaman kepada Ayaan. Ia ditunjuk Time sebagai 100 most > > > influential people in the world. "This woman is a major hero of our > > > time," kata Richard Dawkins, anggota trinitas Atheis. Hirsi Ali menjadi > > > dewi ateis sedunia. > > > > > > Walhasil, kenapa orang menjadi atheis? Karena mereka menyaksikan atau > > > mengalami sendiri tindakan kekerasan yang dilakukan atas nama agama. > > > Agamanya sendiri sebetulnya hanya menjadi kambing hitam. Bisa saja orang > > > menyulut konflik karena motif-motif sekular â€"misalnya, ekonomi, > > > politik, rasialisme - tetapi mereka menyelimuti nya dengan jubah agama. > > > > > > Jika kita belajar sejarah, kita akan segera tahu bahwa konflik Palestina > > > adalah konflik etnis (Yahudi yang terdiri dari 22,9 persen ateis, 21 > > > persen sekular dan sisanya menganut agama Yahudi dan etnis Arab yang > > > terdiri dari Islam dan Kristen); bahwa konflik di Irlandia Utara > > > disebabkan karena masalah etnis-politis, setelah Inggris mendirikan > > > Perkebunan Ulster tahun 1609; bahwa konflik bersenjata antara Pakistan > > > dan India tentang Kashmir ditimbulkan oleh kebijakan pemerintah kolonial > > > Inggris, dan bukan karena anjuran Kitab Suci; bahwa perang Irak dan Iran > > > dimulai dari perebutan wilayah, bukan karena perbedaan mazhab (terbukti > > > setelah perang diketahui bahwa Syiah juga mayoritas di Irak). > > > > > > Bagaimana dengan konflik Sunnah dan Syiah di berbagai tempat di Jawa > > > Timur, termasuk Sampang? "Bukan karena perbedaan pendapat, tetapi karena > > > perbedaan pendapatan," kata petinggi NU masih dari daerah yang sama. Rois > > > dan Tajul, kakak-beradik, dilantik sebagai pengurus Ijabi (Ikatan Jamaah > > > Ahlil Bait Indonesia) pada 2007. Pada 2009, mereka terlibat konflik > > > keluarga, antara lain karena masalah santri perempuan di pesantren Tajul. > > > > > > Karena persoalan pendapatan, Rois meninggalkan paham Syiah dan beralih > > > pendapat. Katanya, "Saya kembali ke Nahdhiyin, karena banyaknya > > > penyimpangan dalam ajaran Syiah". Pada pengujung 2011, Rois â€"menurut > > > pengakuannya sendiri- membiarkan orang-orang yang sependapat dengan dia > > > menghancurkan teritori dan massa pengikut saudaranya. Media melaporkan, > > > "Roisul Hukama memimpin massa Ahli Sunnah untuk menyerang perkampungan > > > dan pesantren Tajul Muluk, yang berpaham Syiah". Para tokoh Islam, dengan > > > pendapatan yang lebih besar, kemudian menabuh genderang perang. Atas nama > > > agama! > > > > > > Siapakah yang beruntung? Tidak satu pihak pun. Tidak Rois dan tidak > > > Tajul. Siapakah yang menang? Kaum ateis. Mereka punya amunisi baru. > > > Mereka akan menisbahkan tindakan kekerasan dan kekejian kepada agama. > > > Tidak jadi soal apakah penyebab yang sebenarnya itu berasal dari masalah > > > ekonomis, politis, ideologis, ethnis, atau sekedar pertikaian di antara > > > keluarga miskin di kampung yang miskin! > > > > > >  JALALUDDIN RAKHMATadalah Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlulbait > > > Indonesia > > > http://www.detiknews.com/read/2012/01/04/083526/1806073/103/agama-dan-kekerasan > > > > > >
